KAPOLDA JATIM MENGIKUTI APEL KASATWIL DI MABES POLRI

0
375

Tribratanews Jatim, Jakarta – Dalam rangka pengamanan pilkada serentak yang sebentar lagi akan di laksanakan, Polri mengadakan Apel Kasatwil seluruh jajaran se Indonesia, yang bertempat di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada hari Selasa (11/8/2015).

Acara dibuka oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Badrodin Haiti, pukul 07.30 WIB, seluruh Kasatwil dari berbagai daerah di Indonesia termasuk Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Anas Yusuf, Dipl.Krim, SH, MH, MM, Karoops Polda Jatim, Kasatbrimob Polda Jatim dan seluruh Kapolres Jajaran Polda Jatim sudah memenuhi ruangan auditorium PTIK sejak  pukul 07.00 WIB untuk mendengarkan arahan dari Kapolri terkait pengamanan pilkada serentak 2015.

Kapolri  Jendral Badrodin Haiti mengatakan, “Konsentrasi kita pada apel Kasatwil kali ini adalah pengamanan Pilkada serentak tahun 2015,”

Kapolri juga menegaskan, kepada seluruh Kasatwil bahwa Pilkada 2015 ini menjadi penting karena pertaruhan Polri dalam menjaga keamanan serta kelancaran pilkada serentak di 269 daerah

“Yang lalu pilkada tidak serentak. Kemudian dirubah jadi Pilkada serentak. Tahap pertama ada 269 daerah provinsi kabupaten kota. Pilkada serentak punya kerawanan cukup tinggi. Ini menjadi penting karena pertaruhan polri, bisa atau tidak Polri mengamankan pemilu ini,” ujar Badrodin.

“Tugas Polri itu ada tiga terkait dengan pemilu. Pertama, mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif agar pilkada berjalan aman, tertib dan lancar. Karena itu menjelangnya, ada patroli, komunikasi dengan masyarakat untuk menciptakan kamtibmas itu. Dengan calon, dengan pendukung, kumpulkan semua dalam rangka cipta kamtibmas,” kata Kapolri Badrodin.

Kapolri melanjutkan, tugas yang kedua adalah pengamanan, pengamanan bukan sekadar adanya kehadiran personel di titik-titik yang ditentukan. “Pengamanan itu harus tahu ancamannya, di mana posisinya, kalau ada sesuatu dia juga harus melapor, berkomunikasi dengan siapa,” katanya.

“Pengamanan itu langkahnya siap menghadapi ancaman yang mungkin terjadi. Jangan nanti sudah ada yang rusak, baru. Itu bukan pengamanan. Setiap tahapan harus diikuti prosesnya,” sambungnya.

Selain menjabarkan antisipasi dan penanganan konflik serta menciptakan Kamtibmas pada pilkada serentak, Kapolri Jenderal Badrodin juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Kapolda dan Kapolres se-Indonesia bahwa Polri harus netral dalam pilkada.

“Kemudian kebijakan Kapolri dalam pilkada serentak. Pertama, Polri tak boleh diperalat untuk kepentingan politik. Itu sudah ada suratnya Men-PAN, Aparat Polri harus netral dalam pilkada,” sambungnya.

Selain itu, Badrodin menyebut bahwa berdasarkan rapat terbatas, bila ada calon-calon kepala daerah baik kandidat petahana ataupun bukan yang sedang diproses hukum pada menjelang pilkada ini, maka penyidikannya akan ditangguhkan.

“Kalau ada, ini ditangguhkan penyidikannya sampai selesai pilkada, setelah 9 Desember silakan dilanjutkan. Sama juga berlaku di Kejagung dan KPK,” ujarnya.

Kemudian kebijakan yang kedua, lanjut Badrodin, polri harus ‘all out’ dalam menjalankan tugas-tugas pengamanan. Kapolda dan Kapolres harus turun dan terlibat langsung ke lapangan.

“Harus all out jangan hanya modal sebagai komandan saja. Ini bagian penilaian Kasatwil,” pungkasnya.

Acara tersebut berlangsung dari 11 hingga 14 Agustus 2015, Rabu (12/8/2015) ‎direncanakan Presiden Joko Widodo akan memberikan pembekalan pada seluruh Kapolres, Kamis (13/8/2015) dilaksanakan peragaan simulasi tahapan pengamanan Pilkada dan hari jum’at pengarahan oleh Panglima TNI selanjutnya pada sore harinya akan ditutup oleh Kapolri. (Dita)

1 COMMENT

  1. I like the valuable information you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check again here regularly.
    I am quite certain I will learn many new stuff right here!
    Good luck for the next!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here