Khofifah: NU Beri Ruang Proses Demokratisasi

0
613


SURABAYA (halopolisi.com) – Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa menghadiri halal bihalal di SMA Khadijah Surabaya, Sabtu (1/8/2015). Namun kali ini Mensos menghadiri bukan kapasitas sebagai menteri melainkan sebagai Ketua Muslimat Nahdatul Ulama (NU).

Dalam sambutannya, Khofifah mengatakan, demokrasi sudah berjalan sistematik di lingkungan Nahdatul Ulama. Oleh karena itu diharapkan muktamar NU ke-33 di Jombang bisa berjalan dengan demokratis.

Bacasaja : Mci Indonesia Terima Penghargaan

Baca Saja : Mci Indonesia Sabet Penghargaan dan Rekor MURI

“Kalau akan menggunakan sistem AHWA (Ahlul Halli Wal Aqdi) harus ditelaah dan memerlukan proses dulu. Kalau sampai di muktamar menggunakan AHWA, maka tidak menutup kemungkinan mulai dari provinsi, ranting, anak ranting, cabang, anak cabang, kedepannya akan ikut menggunakan AHWA yang bisa mereduksi proses demokrasi selama ini. Demokrasi sampai ke bawah sudah berjalan dan melalui proses yang sangat panjang,” tegas Khofifah.

Menurut Khofifah, jika menggunakan AHWA (semacam formatur), maka harus dilakukan pembahasan lebih dulu yang melibatkan seluruh struktural NU.

Dalam hal ini, Khofifah mengaku bukan berarti menolak AHWA. Namun, Khofifah tidak ingin NU kehilangan nilai demokrasinya. Sebab, NU merupakan kapital demokrasi.

Bacasaja : Mci Indonesia Terima Penghargaan

Baca Saja : Mci Indonesia Sabet Penghargaan dan Rekor MURI

“Nah, tentunya proses pada Muktamar NU akan dijadikan referensi. Kalau muktamar menggunakan AHWA, maka seluruh struktural ke bawah akan ikut menggunakan AHWA,” lanjutnya.

Khofifah menambahkan, semua proses itu diserahkan dan tergantung dari para muktamirin.

“Yang pasti harapan kami, muktamar bisa berjalan dengan sukses,” pungkasnya.(den/ziz)

FOTO: Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri halal bihalal di Yayasan Khadijah.(den)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here