Komunitas Batu Akik Jatim Tuding Juri Kontes Tidak Tahu Struktur Batu

0
774

Surin Welangon dan  komunitasnya
Surin Welangon dan komunitasnya
Surabaya – Bursa Akik International yang digelar di Jatim Expo selama 3 hari yang berakhir, Minggu (30/8/2015) malam menyisahkan kekecewaan sejumlah komunitas penggemar batu akik khususnya di Jawa Timur, salah satunya Surin Welangon yang merasa kecewa terhadap panitia pelaksana yang menghadirkan juri kontes yang tidak kredibel dan patut dipertanyakan kapasitas pemahamannya tentang struktur batu.

“Jurinya tidak tahu batu kok dijadikan juri. Kapasitas mereka dijadikan juri ini patut dipertanyakan. Lucunya lagi, tema bursa akik ini merah putih la kok yang jadi pemenang malah tanduran (tanaman) ini kan sudah melenceng jauh. Akan halnya ini sama saja kita menjual nasionalisme kita. gila gak?” ujar Surin.

Ironisnya lagi tambah Surin, di bursa Akik ini batu-batu asli Jawa Timur justru yang dikenal indah dan murni batu seperti Kalsedon, Lavender, Obi Princes tersisihkan dan tak satupun yang meraih juara utama. Padahal kontes batu ini digelar Jawa Timur, pengunjungnya mayoritas orang Jawa Timur, namun anehnya, yang jadi pemenangnya bukan dari Jawa Timur dan didominasi orang-orang luar Jawa Timur.

beberapa trophy dan piagam penghargaan yang diraih
beberapa trophy dan piagam penghargaan yang diraih
“Saya heran, Jurinya ini tahu batu gak se? Seharusnya penilaian yang paling utama itu kan harus dilihat dari struktur batunya dulu baru keindahannya. Laa ini enggak, keindahannya dulu baru batunya. Kalau keindahannya jadi syarat utama penilaian ya nilai saja itu lukisan kan indah” gerutunya jengkel.

Surin menambahkan, kalau sekedar keindahannya dulu, dirinya bisa saja bawa batu bata yang sudah lama dan mengandung gambar lumut yang indah untuk diikut sertakan dikontes bursa batu akik di Jatim Expo tersebut.

“Saya yakin jurinya tidak tahu potensi batu, tidak faham akan struktur batu. Saya lihat ini jurinya paranormal yang tidak tahu batu namun melihatnya hanya dari sisi mitos. Seharusnya kan fase mitos adalah masa lalu, tapi tren batu saat ini adalah fase kandungan alam yang ada di dalam batu dengan berbagai keindahan gambarnya. Itu seharusnya” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here