Wakapolda Jatim Kunjungi Vihara Avalokitesvara Pamekasan Madura

0
356

hlaman dalam

Tribratanews Jatim, PAMEKASAN-  Objek wisata bernilai religius terkadang menyimpan banyak cerita serta sejarah. Seperti halnya bangunan Vihara Avalokitesvara yang merupakan tempat ibadah umat Budha yang juga sudah menjadi salah satu objek wisata religius dan menyimpan banyak keunikkan serta kawasan vihara ini selalu ramai dikunjungi wisatawan bahkan wisatawan non-Budha. Karena keunikannya itu menarik perhatian Wakapolda Jatim untuk mengunjungi tempat Ibadah umat Budha yang tidak jauh dari lokasi pertandingan bola voli Pantai (25/08/2015)

Vihara Avalokitesvara merupakan vihara terbesar yang ada di Pulau Madura tepatnya berada di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Letaknya tak jauh dari Pantai Talang Siring atau sekitar 17 kilometer ke arah timur dari kota Pamekasan.

Vihara Avalokitesvara yang juga dikenal dengan Kelenteng Kwan Im Kiong, merupakan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD). Namun, sejarah yang mengawali adanya vihara ini, menjadi daya tarik tersendiri sehingga menjadikannya salah satu lokasi wisata religius sekaligus bersejarah dan masih berkaitan dengan kerajaan Majapahit.

Sekitar akhir tahun 1800an, keluarga keturunan Tionghoa membeli tanah dimana patung-patung tersebut pernah ditemukan sekitar 100 tahun yang lalu. Karena setelah diketahui patung tersebut bukan patung biasa dan memiliki aliran Mahayana, bahkan salah satunya adalah patung Kwan Im Po Sat, berita ini pun cepat menyebar khususnya warga Tionghoa di Pamekasan akhirnya dibangunlah vihara ini.

Vihara yang dibangun diatas tanah seluas 3 hektar, merupakan vihara terbesar di Pulau Madura, bahkan vihara ini sudah memegang 2 buah rekor MURI karena keunikkan dan salah satu kegiatan besar yang pernah diadakan di tempat ini. Keunikkan yang mendatangkan penghargaan dari MURI ini adalah, adanya tempat peribadatan agama lain yang berada dalam kawasan Vihara Avalokitesvara.

Tempat peribadatan lain itu adalah musholla yang menjadi tempat ibadah umat Muslim dan pura yang merupakan tempat peribadatan umat Hindu. Dengan adanya tempat peribadatan lain selain vihara, melambangkan persatuan antar umat beragama di tempat ini. Sedangkan penghargaan yang kedua didapatkan karena vihara ini pernah menjadi penyelenggara dan memprakasai pementasan wayang kulit yang dilakoni oleh pemain dari 10 negara yang berbeda.

Pintu masuk menuju vihara memiliki aksen gapura khas Bali, dan di sisi kanan dan kiri vihara, berdiri dua buah pagoda yang mengapitnya. Ada banyak bangunan yang berada di kawasan vihara ini, namun ada bangunan yang cukup unik dimana arsitektur luarnya mirip dengan candi serta dindingnya memiliki relief-relief tentang kisah hidup Shidarta Gautama mulai dari beliau lahir.

Relief ini juga dilengkapi tulisan-tulisan sehingga kita bisa memahami lebih dalam maksud dari relief tersebut. Bangunan ini bertuliskan Dharmasala dan di depan pintunya tumbuh pohon Bodhi serta rumah untuk para Bikku. (heru)

1 COMMENT

  1. Fantastic beat ! I would like to apprentice while you
    amend your site, how could i subscribe for a blog website?
    The account aided me a acceptable deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here