Beranda blog

Polisi: Pelaku Serangan Air Keras ke Andrie Yunus 4 Orang

0

Polisi: Pelaku Serangan Air Keras ke Andrie Yunus 4 Orang

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menduga serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus itu terjadi karena korban sangat aktif, berani, dan persisten dalam bersinggungan dengan isu menguatnya kembali militerisme di Indonesia.

 

Kepada Deutsche Welle, Usman menuturkan: “Ini setidaknya terlihat dari kegiatan Andrie selama setahun terakhir: Dari Rancangan Undang.-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI),  sampai perluasan militer secara lebih luas. Peristiwa percobaan pembunuhan kepadanya terjadi hampir genap setahun setelah Andrie menggeruduk pertemuan tertutup DPR yang membahas RUU TNI di Hotel Fairmont, 15 Maret 2025. Ia juga tidak berhenti di situ, tapi mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) baik uji formil maupun uji materiil yang semua berlangsung selama setahun ini.”

Usman Hamid
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid Foto: Privat

Ditambah lagi kegiatan terakhir di hari peristiwa itu, Andrie Yunus masih ambil bagian dalam podcast soal kembalinya militerisme dan judicial review, maupun ikut rapat pembahasan tindak lanjut laporan terkait isu keterlibatan militer di balik kerusuhan Agustus tahun silam, imbuh Usman.

“Kritik atas perluasan peran militer jelas sangat sensitif. Apalagi sejak aksi protes di Fairmont, Andrie seketika itu juga mengalami teror-teror, juga kepada kantor KontraS dan juga teman-teman (aktivis), termasuk saya,” ungkap Usman kepada DW.

Sementara itu Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Atnike Sigiro beranggapan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memiliki indikasi kuat sebagai serangan terencana terhadap Pembela HAM, mengingat sosoknya sebagai aktivis yang vokal dalam berbagai isu advokasi HAM beberapa tahun terakhir, khususnya advokasi terkait RUU TNI dan unjuk rasa Agustus 2025 sebagaimana yang disebutkan Usman.

“Serangan terhadap pembela HAM merupakan indikasi serius terhadap ruang kebebasan sipil dan jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh akan menimbulkan ‘chilling effect’, yang menimbulkan rasa keterancaman terhadap upaya pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia,” papar Atnike kepada DW.

 Atnike Sigiro
Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Atnike SigiroFoto: A. Sigiro

Atnike menambahkan, untuk itu, sebagai “duty bearer”, negara melalui aparatur dan institusinya harus melaksanakan tanggung jawabnya, seperti kepolisian, untuk memastikan proses penegakan hukum yang efektif, akuntabel, dan transparan, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi korban dan keluarga.

“DPR dan pemerintah wajib memperkuat jaminan perlindungan bagi pembela HAM, dan aktivitas-aktivitas pembelaan HAM, baik melalui penguatan regulasi, pengawasan, maupun pencegahan keberulangan.” Untuk memastikan proses penegakan hukum dan perlindungan tersebut dilaksanakan secara efektif, maka Komnas HAM saat ini tengah melakukan pemantauan terhadap kasus Andrie Yunus, imbuh Atnike.

Koordinaor Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya  menandaskan tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM. “Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil.”

 Andrie Yunus
Kalangan aktivis menyebut Andrie Yunus sangat aktif, berani, dan persisten dalam bersinggungan dengan isu menguatnya kembali militerisme di Indonesia. Foto: Forum Keadilan

Menderita luka bakar

Dalam kronologi yang disampaikan KontraS diceritakan peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (13/03) lalu. Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.

Kemudian, dua orang yang naik motor menghampiri secara melawan arah di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku pertama merupakan pengendara, sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah, menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung. Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%.

Polisi: Ada empat pelaku

Sementara itu, dalam konferensi persnya, keterangan polisi mengungkap pelaku mengendarai dua sepeda motor dan berpencar setelah melakukan aksi penyerangan. “Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, di Jakarta, Senin (16/03).

Temuan polisi ini didasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik di Jakarta, ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (16/03). Ada sekitar 86 kamera pengawas yang dipantau untuk mengambil rekaman terkait perkara ini.

Bukan tindak kriminal biasa

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menegaskan serangan ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tindak kriminal biasa. “Dalam konteks kerja-kerja pembelaan HAM dan advokasi publik yang selama ini dijalankan oleh korban, peristiwa ini juga harus dilihat sebagai ancaman terhadap ruang sipil serta terhadap prinsip negara hukum yang menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat,” demikian bunyi pernyataan bersama Direktur Eksekutif PSHK Rizky Argama dan Ketua STH Indonesia Jentera Aria Suyudi.

Untuk itu, PSHK dan STH Indonesia Jentera mendesak aparat penegak hukum segera mengusut secara menyeluruh serangan terhadap Andrie Yunus, termasuk menangkap pelaku dan mengungkap pihak yang berada di balik peristiwa ini dan meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan, guna memastikan tidak terjadinya impunitas dalam kasus kekerasan terhadap pembela HAM.

Kedua lembaga itu menegaskan, serangan terhadap Andrie Yunus memperkuat kekhawatiran bahwa kerja-kerja pembelaan hak asasi manusia semakin dihadapkan pada risiko keamanan yang serius. Serangan terhadap pembela HAM tidak boleh dinormalisasi dalam negara yang menjunjung prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Negara harus menunjukkan komitmen yang nyata untuk melindungi ruang sipil serta menjamin bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap pembela HAM diusut dan dihukum secara adil.

PSHK dan STH Indonesia Jentera menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat sipil yang terus memperjuangkan keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia.

Desakan dari DPR untuk kepolisian

Komisi III DPR menggelar rapat khusus membahas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komisi III menyatakan keprihatinan dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Dalam keterangan pers yang diperoleh Deutsche Welle, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyebutkan Andrie Yunus wajib memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia, serta baik sebagai warga negara maupun sebagai pembela HAM.

Disebutkan: “Komisi III DPR meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada saudara Andrie Yunus secara cepat, transparan dan profesional, serta segera mengungkap dan menangkap para pelakunya, baik yang merencanakan, memerintahkan, melaksanakan maupun melakukan perbantuan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

Serangan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal itu menambah deretan daftar intimidasi dan kekerasan yang dialami para pembela HAM dan aktivis antikorupsi di nusantara.

Polisi: Ada Empat Pelaku Serangan Air Keras Andrie Yunus

0

Polisi: Ada Empat Pelaku Serangan Air Keras Andrie Yunus

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menduga serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus itu terjadi karena korban sangat aktif, berani, dan persisten dalam bersinggungan dengan isu menguatnya kembali militerisme di Indonesia.

 

Kepada Deutsche Welle, Usman menuturkan: “Ini setidaknya terlihat dari kegiatan Andrie selama setahun terakhir: Dari Rancangan Undang.-Undang (RUU) Tentara Nasional Indonesia (TNI),  sampai perluasan militer secara lebih luas. Peristiwa percobaan pembunuhan kepadanya terjadi hampir genap setahun setelah Andrie menggeruduk pertemuan tertutup DPR yang membahas RUU TNI di Hotel Fairmont, 15 Maret 2025. Ia juga tidak berhenti di situ, tapi mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) baik uji formil maupun uji materiil yang semua berlangsung selama setahun ini.”

Usman Hamid
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid Foto: Privat

Ditambah lagi kegiatan terakhir di hari peristiwa itu, Andrie Yunus masih ambil bagian dalam podcast soal kembalinya militerisme dan judicial review, maupun ikut rapat pembahasan tindak lanjut laporan terkait isu keterlibatan militer di balik kerusuhan Agustus tahun silam, imbuh Usman.

“Kritik atas perluasan peran militer jelas sangat sensitif. Apalagi sejak aksi protes di Fairmont, Andrie seketika itu juga mengalami teror-teror, juga kepada kantor KontraS dan juga teman-teman (aktivis), termasuk saya,” ungkap Usman kepada DW.

Sementara itu Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Atnike Sigiro beranggapan penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memiliki indikasi kuat sebagai serangan terencana terhadap Pembela HAM, mengingat sosoknya sebagai aktivis yang vokal dalam berbagai isu advokasi HAM beberapa tahun terakhir, khususnya advokasi terkait RUU TNI dan unjuk rasa Agustus 2025 sebagaimana yang disebutkan Usman.

“Serangan terhadap pembela HAM merupakan indikasi serius terhadap ruang kebebasan sipil dan jika tidak ditangani secara sungguh-sungguh akan menimbulkan ‘chilling effect’, yang menimbulkan rasa keterancaman terhadap upaya pemajuan dan perlindungan HAM di Indonesia,” papar Atnike kepada DW.

 Atnike Sigiro
Koordinator Subkomisi Pemajuan HAM Komnas HAM, Atnike SigiroFoto: A. Sigiro

Atnike menambahkan, untuk itu, sebagai “duty bearer”, negara melalui aparatur dan institusinya harus melaksanakan tanggung jawabnya, seperti kepolisian, untuk memastikan proses penegakan hukum yang efektif, akuntabel, dan transparan, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi korban dan keluarga.

“DPR dan pemerintah wajib memperkuat jaminan perlindungan bagi pembela HAM, dan aktivitas-aktivitas pembelaan HAM, baik melalui penguatan regulasi, pengawasan, maupun pencegahan keberulangan.” Untuk memastikan proses penegakan hukum dan perlindungan tersebut dilaksanakan secara efektif, maka Komnas HAM saat ini tengah melakukan pemantauan terhadap kasus Andrie Yunus, imbuh Atnike.

Koordinaor Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya  menandaskan tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM. “Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil.”

 Andrie Yunus
Kalangan aktivis menyebut Andrie Yunus sangat aktif, berani, dan persisten dalam bersinggungan dengan isu menguatnya kembali militerisme di Indonesia. Foto: Forum Keadilan

Menderita luka bakar

Dalam kronologi yang disampaikan KontraS diceritakan peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB, Jumat (13/03) lalu. Andrie sedang mengendarai kendaraan roda dua miliknya di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.

Kemudian, dua orang yang naik motor menghampiri secara melawan arah di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku pertama merupakan pengendara, sedangkan pelaku kedua yakni penumpang belakang menggunakan penutup wajah, menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Akibat serangan tersebut, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat di Jakarta dan mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung. Pascaperistiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24%.

Polisi: Ada empat pelaku

Sementara itu, dalam konferensi persnya, keterangan polisi mengungkap pelaku mengendarai dua sepeda motor dan berpencar setelah melakukan aksi penyerangan. “Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, di Jakarta, Senin (16/03).

Temuan polisi ini didasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sejumlah titik di Jakarta, ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (16/03). Ada sekitar 86 kamera pengawas yang dipantau untuk mengambil rekaman terkait perkara ini.

Bukan tindak kriminal biasa

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) dan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera menegaskan serangan ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai tindak kriminal biasa. “Dalam konteks kerja-kerja pembelaan HAM dan advokasi publik yang selama ini dijalankan oleh korban, peristiwa ini juga harus dilihat sebagai ancaman terhadap ruang sipil serta terhadap prinsip negara hukum yang menjamin kebebasan warga untuk menyampaikan pendapat,” demikian bunyi pernyataan bersama Direktur Eksekutif PSHK Rizky Argama dan Ketua STH Indonesia Jentera Aria Suyudi.

Untuk itu, PSHK dan STH Indonesia Jentera mendesak aparat penegak hukum segera mengusut secara menyeluruh serangan terhadap Andrie Yunus, termasuk menangkap pelaku dan mengungkap pihak yang berada di balik peristiwa ini dan meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara transparan, guna memastikan tidak terjadinya impunitas dalam kasus kekerasan terhadap pembela HAM.

Kedua lembaga itu menegaskan, serangan terhadap Andrie Yunus memperkuat kekhawatiran bahwa kerja-kerja pembelaan hak asasi manusia semakin dihadapkan pada risiko keamanan yang serius. Serangan terhadap pembela HAM tidak boleh dinormalisasi dalam negara yang menjunjung prinsip demokrasi dan supremasi hukum. Negara harus menunjukkan komitmen yang nyata untuk melindungi ruang sipil serta menjamin bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap pembela HAM diusut dan dihukum secara adil.

PSHK dan STH Indonesia Jentera menyampaikan solidaritas kepada Andrie Yunus, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat sipil yang terus memperjuangkan keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia di Indonesia.

Desakan dari DPR untuk kepolisian

Komisi III DPR menggelar rapat khusus membahas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Komisi III menyatakan keprihatinan dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Dalam keterangan pers yang diperoleh Deutsche Welle, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyebutkan Andrie Yunus wajib memperoleh haknya untuk mendapatkan perlindungan, baik berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional yang telah diterima oleh negara Republik Indonesia, serta baik sebagai warga negara maupun sebagai pembela HAM.

Disebutkan: “Komisi III DPR meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada saudara Andrie Yunus secara cepat, transparan dan profesional, serta segera mengungkap dan menangkap para pelakunya, baik yang merencanakan, memerintahkan, melaksanakan maupun melakukan perbantuan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.”

Serangan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal itu menambah deretan daftar intimidasi dan kekerasan yang dialami para pembela HAM dan aktivis antikorupsi di nusantara.

KAPOLDA SUMSEL IRJEN POL SANDI NUGROHO DAN BHAYANGKARI CEK POS PENGAMANAN OPS KETUPAT 2026, BAGIKAN TALI ASIH HINGGA TAKJIL DI POS PELAYANAN SIMPANG 5 DPRD

0

KAPOLDA SUMSEL IRJEN POL SANDI NUGROHO DAN BHAYANGKARI CEK POS PENGAMANAN OPS KETUPAT 2026, BAGIKAN TALI ASIH HINGGA TAKJIL DI POS PELAYANAN SIMPANG 5 DPRD

Semangat pelayanan tanpa batas ditunjukkan Polda Sumatera Selatan melalui pengecekan Pos Pengamanan secara serentak di berbagai titik strategis, Selasa (17/3).

Berpusat di Pos Pelayanan Simpang 5 DPRD, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memastikan kesiapsiagaan 39 personel gabungan serta kelayakan sarana patroli guna menjamin respon cepat bagi masyarakat.

Sinergi operasional ini tampil humanis dengan kehadiran Ketua dan Pengurus Bhayangkari yang mendampingi Pejabat Utama (PJU).

Sentuhan empati diberikan melalui pembagian tali asih kepada personel yang bertugas serta pembagian takjil kepada pengguna jalan sebagai bagian dari strategi Cooling System untuk mendinginkan suasana kamtibmas secara persuasif.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan komitmen gerak serentak ini.

“Hari ini kita bergerak secara serentak di seluruh jajaran untuk memastikan tidak ada celah dalam pengamanan masyarakat. Pengecekan pos ini adalah bukti bahwa seluruh personel, mulai dari administrasi hingga armada patroli, berada dalam kondisi siap tempur untuk memberikan respons cepat di setiap sudut Sumatera Selatan,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Ia juga mengapresiasi misi kemanusiaan yang dijalankan bersama Bhayangkari.

“Kegiatan serentak ini juga membawa misi kemanusiaan. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam ini, Polri tetap mengedepankan nilai kekeluargaan. Pembagian takjil serentak ini adalah cara kami menyapa masyarakat secara humanis, sekaligus mendinginkan suasana (cooling system) agar situasi Kamtibmas tetap kondusif dan hangat,” tambah Kapolda.

KAPOLDA SUMSEL DAN BHAYANGKARI CEK POS PENGAMANAN OPS KETUPAT 2026, BAGIKAN TALI ASIH HINGGA TAKJIL DI POS PELAYANAN SIMPANG 5 DPRD

0

KAPOLDA SUMSEL DAN BHAYANGKARI CEK POS PENGAMANAN OPS KETUPAT 2026, BAGIKAN TALI ASIH HINGGA TAKJIL DI POS PELAYANAN SIMPANG 5 DPRD

Semangat pelayanan tanpa batas ditunjukkan Polda Sumatera Selatan melalui pengecekan Pos Pengamanan secara serentak di berbagai titik strategis, Selasa (17/3).

Berpusat di Pos Pelayanan Simpang 5 DPRD, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memastikan kesiapsiagaan 39 personel gabungan serta kelayakan sarana patroli guna menjamin respon cepat bagi masyarakat.

Sinergi operasional ini tampil humanis dengan kehadiran Ketua dan Pengurus Bhayangkari yang mendampingi Pejabat Utama (PJU).

Sentuhan empati diberikan melalui pembagian tali asih kepada personel yang bertugas serta pembagian takjil kepada pengguna jalan sebagai bagian dari strategi Cooling System untuk mendinginkan suasana kamtibmas secara persuasif.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan komitmen gerak serentak ini.

“Hari ini kita bergerak secara serentak di seluruh jajaran untuk memastikan tidak ada celah dalam pengamanan masyarakat. Pengecekan pos ini adalah bukti bahwa seluruh personel, mulai dari administrasi hingga armada patroli, berada dalam kondisi siap tempur untuk memberikan respons cepat di setiap sudut Sumatera Selatan,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Ia juga mengapresiasi misi kemanusiaan yang dijalankan bersama Bhayangkari.

“Kegiatan serentak ini juga membawa misi kemanusiaan. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam ini, Polri tetap mengedepankan nilai kekeluargaan. Pembagian takjil serentak ini adalah cara kami menyapa masyarakat secara humanis, sekaligus mendinginkan suasana (cooling system) agar situasi Kamtibmas tetap kondusif dan hangat,” tambah Kapolda.

Kapolda Sumsel Bersama Gubernur dan Pangdam Konsolidasikan Pengamanan Lebaran

0

Kapolda Sumsel Bersama Gubernur dan Pangdam Konsolidasikan Pengamanan Lebaran

PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. bersama Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M. dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menghadiri kegiatan penutupan Safari Ramadhan 1447 H/2026 M Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, Senin malam (16/3/2026).

Kehadiran tiga pimpinan utama daerah tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran berbagai agenda strategis daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan yang berlangsung di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun Palembang, menjadi forum silaturahmi sekaligus konsolidasi lintas institusi yang dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi vertikal di Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel hadir didampingi sejumlah Pejabat Utama Polda Sumatera Selatan, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso, Dir Resnarkoba Kombes Pol Yulian Perdana, Dir Lantas Kombes Pol Maesa Soegriwo, dan Dir Samapta Kombes Pol M. Rendra Salipu.

Selain itu, kegiatan juga dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, Ketua DPRD Sumatera Selatan Andie Dinialdie, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, serta para pimpinan instansi vertikal dan tokoh agama di wilayah Sumatera Selatan.

Rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, diawali dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan tausiyah Ramadhan, shalat Tarawih dan Witir berjamaah, serta penutupan resmi Safari Ramadhan oleh Gubernur Sumatera Selatan.

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho Puji Dedikasi Brimob

0

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho Puji Dedikasi Brimob

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho menggelar buka puasa bersama keluarga besar Satbrimob Polda Sumsel di Mako Brimob, Selasa (16/3). Momentum ini menjadi bentuk apresiasi pimpinan terhadap dedikasi personel yang menjalankan tugas pengamanan Operasi Ketupat Musi 2026 dan berbagai misi kemanusiaan.

Kapolda memberikan penghargaan khusus bagi personel yang terjun langsung menangani bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, keandalan Mobil Dapur Lapangan Brimob yang sempat ditinjau Presiden RI juga turut dipuji sebagai bukti kesiapan logistik Polri dalam situasi darurat.

Kapolda Sumsel menegaskan pentingnya peran Brimob bagi masyarakat:

“Dedikasi personel Brimob yang turun langsung membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah bukti nyata bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam tugas keamanan tetapi juga dalam misi kemanusiaan,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kegiatan ditutup dengan pemberian tali asih kepada purnawirawan dan anak yatim sebagai wujud kebersamaan dan kekuatan moral internal Polda Sumsel.

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

#polripresisi #polriuntukmasyarakat #poldasumsel #humaspolri #kapoldasumsel

@prabowo @gibran_rakabuming @listyosigitprabowo @shandinugroho95 @divisihumaspolri

Kapolda Sumsel Puji Dedikasi Brimob: Jaga Kamtibmas hingga Bantu Korban Bencana di Sumatera

0

Kapolda Sumsel Puji Dedikasi Brimob: Jaga Kamtibmas hingga Bantu Korban Bencana di Sumatera

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho menggelar buka puasa bersama keluarga besar Satbrimob Polda Sumsel di Mako Brimob, Selasa (16/3). Momentum ini menjadi bentuk apresiasi pimpinan terhadap dedikasi personel yang menjalankan tugas pengamanan Operasi Ketupat Musi 2026 dan berbagai misi kemanusiaan.

Kapolda memberikan penghargaan khusus bagi personel yang terjun langsung menangani bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, keandalan Mobil Dapur Lapangan Brimob yang sempat ditinjau Presiden RI juga turut dipuji sebagai bukti kesiapan logistik Polri dalam situasi darurat.

Kapolda Sumsel menegaskan pentingnya peran Brimob bagi masyarakat:

“Dedikasi personel Brimob yang turun langsung membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat adalah bukti nyata bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat, tidak hanya dalam tugas keamanan tetapi juga dalam misi kemanusiaan,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kegiatan ditutup dengan pemberian tali asih kepada purnawirawan dan anak yatim sebagai wujud kebersamaan dan kekuatan moral internal Polda Sumsel.

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

#polripresisi #polriuntukmasyarakat #poldasumsel #humaspolri #kapoldasumsel

@prabowo @gibran_rakabuming @listyosigitprabowo @shandinugroho95 @divisihumaspolri

Tim Kompolnas Cek Kesiapan Polda Sumsel Amankan Arus Mudik

0

Tim Kompolnas Cek Kesiapan Polda Sumsel Amankan Arus Mudik

PALEMBANG — Tim Komisi Kepolisian Nasional melakukan kunjungan kerja ke Polda Sumatera Selatan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Anggota Kompolnas Dr. Supardi Hamid dan diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda memaparkan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengoperasian jalur tol fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur arteri utama.

Selain itu, Polda Sumsel juga memperketat penertiban kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalur mudik.

Selain kesiapan Operasi Ketupat, Kapolda juga memaparkan dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Tanam Raya Jagung di Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Kapolda, keterlibatan kepolisian tidak hanya pada kegiatan penanaman, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani mulai dari hulu hingga hilir.

Anggota Kompolnas Dr. Supardi Hamid mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan eksternal untuk memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal selama periode Lebaran.

Setelah pertemuan di Polda Sumsel, tim Kompolnas dijadwalkan melanjutkan rangkaian pengawasan ke beberapa satuan wilayah di Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa Polda Sumsel terbuka terhadap pengawasan eksternal sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyambut kunjungan Kompolnas sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan maksimal,” ujarnya.

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

#polripresisi #polriuntukmasyarakat #poldasumsel #humaspolri #kapoldasumsel

Kompolnas Cek Kesiapan Polda Sumsel Amankan Arus Mudik

0

Kompolnas Cek Kesiapan Polda Sumsel Amankan Arus Mudik

PALEMBANG — Tim Komisi Kepolisian Nasional melakukan kunjungan kerja ke Polda Sumatera Selatan untuk memastikan kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Anggota Kompolnas Dr. Supardi Hamid dan diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho di Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda memaparkan berbagai langkah strategis yang telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pengoperasian jalur tol fungsional untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur arteri utama.

Selain itu, Polda Sumsel juga memperketat penertiban kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalur mudik.

Selain kesiapan Operasi Ketupat, Kapolda juga memaparkan dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Tanam Raya Jagung di Kabupaten Ogan Ilir.

Menurut Kapolda, keterlibatan kepolisian tidak hanya pada kegiatan penanaman, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani mulai dari hulu hingga hilir.

Anggota Kompolnas Dr. Supardi Hamid mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan eksternal untuk memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal selama periode Lebaran.

Setelah pertemuan di Polda Sumsel, tim Kompolnas dijadwalkan melanjutkan rangkaian pengawasan ke beberapa satuan wilayah di Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa Polda Sumsel terbuka terhadap pengawasan eksternal sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami menyambut kunjungan Kompolnas sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan maksimal,” ujarnya.

Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :

Call Center : 110 (Bebas Pulsa)

“KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM”

#polripresisi #polriuntukmasyarakat #poldasumsel #humaspolri #kapoldasumsel

Polisi: Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Rekayasa AI, Buat Kaburkan Penyelidikan

0

Polisi: Foto Pelaku Penyiraman Air Keras Rekayasa AI, Buat Kaburkan Penyelidikan

Ditreskrimum Polda Metro Jaya memastikan foto wajah yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, gambar tersebut diduga sengaja disebarkan oleh pelaku atau jaringannya untuk mengaburkan proses penyelidikan polisi.

“Sebagaimana rekan-rekan melihat atau menerima unggahan di media sosial berupa dugaan identitas dan foto-foto pelaku, kami pastikan itu hoaks atau tidak benar. Itu hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI),” ujar Iman dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/3).

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (tengah) berbicara pada konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri (tengah) berbicara pada konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menurut Iman, kemunculan gambar tersebut terjadi setelah rekaman video dari lokasi kejadian perkara (TKP) yang beredar di publik. Video tersebut diduga membuat para pelaku mulai merasa terdesak.

“Dengan beredarnya video TKP ini, para pelaku mulai terlihat panik. Pelaku dan jaringannya berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar atau sketsa hasil rekayasa AI,” katanya.

Polisi menduga, penyebaran gambar tersebut merupakan bagian dari upaya pelaku untuk mengaburkan informasi, arah penyelidikan, serta fakta-fakta hukum yang sedang dikumpulkan oleh penyidik.

Karena itu, Iman mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial terkait identitas pelaku.

Suasana konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

zoom-in-whitePerbesar
Suasana konferensi pers perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Polda Metro Jaya masih terus mengumpulkan bukti, termasuk menganalisis rekaman CCTV di sejumlah titik yang diduga dilalui para pelaku.

“Kami sedang menelusuri tangkapan gambar CCTV di sepanjang jalur yang diduga digunakan sebagai rute keberangkatan maupun kembalinya para terduga pelaku,” ujarnya.

Iman menambahkan, pihaknya berharap dalam beberapa hari ke depan dapat menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil penyelidikan kasus tersebut.

Sket TKP Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Yang Ditampilkan Pihak Kepolisian di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

zoom-in-whitePerbesar
Sket TKP Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Yang Ditampilkan Pihak Kepolisian di Polda Metro Jaya pada Senin (16/3). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie baru menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI.

Berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS, peristiwa bermula saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang. Tiba-tiba, dua pelaku yang berboncengan motor matik – diduga Honda Beat – datang dari arah berlawanan.

Ciri-ciri pelaku yang teridentifikasi: pelaku pertama (pengemudi) mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua (penumpang) menggunakan masker penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru berbahan jeans yang dilipat pendek.

news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

118000721

118000722

118000723

118000724

118000725

118000726

118000727

118000728

118000729

118000730

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000746

118000747

118000748

118000749

118000750

118000751

118000752

118000753

118000754

118000755

118000756

118000757

118000758

118000759

118000760

118000761

118000762

118000763

118000764

118000765

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

158000356

158000357

158000358

158000359

158000360

158000361

158000362

158000363

158000364

158000365

158000366

158000367

158000368

158000369

158000370

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

158000376

158000377

158000378

158000379

158000380

158000381

158000382

158000383

158000384

158000385

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

228000121

228000122

228000123

228000124

228000125

228000126

228000127

228000128

228000129

228000130

228000131

228000132

228000133

228000134

228000135

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

228000191

228000192

228000193

228000194

228000195

228000196

228000197

228000198

228000199

228000200

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

news-1701
content-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

118000721

118000722

118000723

118000724

118000725

118000726

118000727

118000728

118000729

118000730

118000731

118000732

118000733

118000734

118000735

118000736

118000737

118000738

118000739

118000740

118000741

118000742

118000743

118000744

118000745

118000746

118000747

118000748

118000749

118000750

118000751

118000752

118000753

118000754

118000755

118000756

118000757

118000758

118000759

118000760

118000761

118000762

118000763

118000764

118000765

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000461

138000462

138000463

138000464

138000465

138000466

138000467

138000468

138000469

138000470

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

158000356

158000357

158000358

158000359

158000360

158000361

158000362

158000363

158000364

158000365

158000366

158000367

158000368

158000369

158000370

158000371

158000372

158000373

158000374

158000375

158000376

158000377

158000378

158000379

158000380

158000381

158000382

158000383

158000384

158000385

208000381

208000382

208000383

208000384

208000385

208000386

208000387

208000388

208000389

208000390

208000391

208000392

208000393

208000394

208000395

208000396

208000397

208000398

208000399

208000400

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000406

208000407

208000408

208000409

208000410

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

228000121

228000122

228000123

228000124

228000125

228000126

228000127

228000128

228000129

228000130

228000131

228000132

228000133

228000134

228000135

228000136

228000137

228000138

228000139

228000140

228000141

228000142

228000143

228000144

228000145

228000146

228000147

228000148

228000149

228000150

228000151

228000152

228000153

228000154

228000155

228000156

228000157

228000158

228000159

228000160

228000161

228000162

228000163

228000164

228000165

228000166

228000167

228000168

228000169

228000170

228000171

228000172

228000173

228000174

228000175

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000183

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

228000191

228000192

228000193

228000194

228000195

228000196

228000197

228000198

228000199

228000200

238000232

238000233

238000234

238000235

238000236

238000237

238000238

238000239

238000240

238000241

238000242

238000243

238000244

238000245

238000246

238000247

238000248

238000249

238000250

238000251

238000252

238000253

238000254

238000255

238000256

content-1701