Konten Eksklusif:

HUT Ke-74, Humas Polri Gelar Diskusi Keteladanan Pendiri Brimob M Jasin

HUT Ke-74, Humas Polri Gelar Diskusi Keteladanan Pendiri Brimob M Jasin

Divisi Humas Polri menggelar diskusi mengenai keteladanan M Jasin (tangkapan layar)
Jakarta – Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan hidup Mohammad Jasin, pendiri Brigade Mobile (Brimob) yang juga dikenal sebagai ‘Bapak Brimob’. Keteladanannya pada masa lampau dapat ditiru oleh seluruh aparat penegak hukum.
Pada hari jadi ke-74, Divisi Humas Polri menggelar diskusi mengenai keteladanan Mohammad Jasin, Kamis (30/10). Hadir sebagai narasumber yakni Sejarawan Lorenzo Youwerissa, Kapuspen Polri Tahun 2001 Komjen (Purn) Didi Widayadi, dosen Universitas Indonesia (UI), serta pengamat sosial dan komunikasi Devie Rahmawati.

Dalam acara tersebut hadir pula para narasumber lain yaitu Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial Rustika Herlambang, Mantan Anggota DPR Johan Budi Sapto Pribowo, dan Aktivis HAM Usman Hamid.

Lorenzo selaku sejarawan mulanya bercerita mengenai momen Jasin membacakan ikrar sebagai Polisi Republik Indonesia pada tahun 1945. Setelah Jepang kalah dari sekutu, terjadi kekosongan pemerintahan di Indonesia.

Pada 19 Agustus 1945, Jasin, yang kala itu menjabat Komandan Pasukan Polisi Istimewa Surabaya, didatangi oleh para pemuda. Ia ditanya, apakah polisi masih berpihak kepada Jepang atau kini membela Indonesia.

“Dari sanalah dari tanggal 20 (Agustus 1945) malam, Pak Jasin mengumpulkan beberapa anggota polisi istimewa yang lain dan keputusan akhirnya adalah membacakan ikrar polisi istimewa adalah Polisi Republik Indonesia (pada) 21 Agustus 1945 jam 7 pagi,” kata Lorenzo.

“Ini adalah merupakan sebuah inisiatif dengan penggunaan diskresi yang tepat. Apa dampaknya? Status hukum yang jelas,” ujarnya.

Di saat yang sama, Jasin juga membina Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Jasin beserta anggotanya membina dan melatih badan-badan perjuangan dan pelajar mengenai cara menggunakan senjata.

“Ini menjalin hubungan yang baik dan mengajarkan mereka (para pelajar) bagaimana menjaga Kamtibmas ketika mungkin polisi kekuatannya terbatas hanya 250 orang kala itu,” sambungnya.

Lorenzo menjelaskan diplomasi juga menjadi kekuatan Jasin. Usai kalah dari sekutu, sebagian tentara Jepang masih berada di Indonesia.

Terdengar kabar Belanda dan sekutunya akan kembali ke Indonesia. Jasin kemudian diminta oleh rakyat Indonesia, yang kala itu tak punya senjata api, untuk meminta senjata api kepada otoritas Jepang.

Namun, Jepang khawatir bila rakyat Indonesia diberikan senjata, maka bisa berdampak fatal bagi keselamatan tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia. Dengan kekuatan diplomasinya, Jasin bisa melobi militer Jepang untuk memberikan senjata kepada rakyat Indonesia.

“Sifat-sifat diplomasinya beliau sebenarnya yang bisa meyakinkan Jepang ‘tenang kalian (Jepang) aman, tidak perlu khawatir, saya komandan polisi’. Maka dari itu Pak Jasin bisa memberikan win win solution dari pihak rakyat mendapatkan senjata sesuai dengan keinginan mereka, sementara Jepang yang meminta keamanan dari Pak Jasin, menjamin keamanan,” jelas Lorenzo.

Tak hanya itu, Lorenzo mengatakan Jasin juga pernah menolak kenaikan pangkat dari Presiden Megawati Soekarnoputri. Jasin, kata Lorenzo, tak mau menerima kenaikan pangkat sebelum anak buahnya naik pangkat.

“Dia berpikir ‘kenapa saya harus naik pangkat kalau anak buah saya tidak naik pangkat. Naikkan dulu pangkat anak buah saya, baru saya mau terima’,” tutur Lorenzo menirukan reaksi Jasin.

Dosen UI sekaligus pengamat sosial dan komunikasi, Devie Rahmawati, juga memuji keteladanan Jasin semasa hidupnya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupan Jasin.

“Dari beliau kita belajar komunikasi adalah taktik, bukan pelengkap di medan Surabaya hingga konsolidasi Brimob. Kemenangan bukan hanya soal daya tempur melainkan daya menjelaskan mengapa polisi hadir, apa yang kita lakukan, dan bagaimana rakyat dapat berperan,” ucap Devie.
“Itu bahasa komunikasi komando yang meredakan panik,” lanjutnya.

Karena keahlian komunikasinya, Jasin, terang Devie, memberikan pengalaman yang menyejukkan. Devie mengatakan Jasin bisa menyatukan langkah dan mengundang partisipasi aktif rakyat.

“Kenapa mereka (rakyat) mau partisipasi? karena mereka mereka percaya karena komunikasi yang dilakukan polisi saat itu oleh Pak Jasin,” ujar Devie.

“Menunjukkan polisi yang diwakili Pak Jasin saat itu melewati zamannya. Kini teladan itu makin relevan,” lanjutnya.

Kapuspen Polri 2001, Komjen (purn) Didi Widayadi, mengatakan polisi masa kini perlu meneladani Didi. Polisi, tutur Didi, harus bisa melanjutkan semangat Jasin.

“Tentunya kita harus bisa mengidentifikasi apa nilai-nilai Jasin dengan semangat perjuangan dan justifikasinya mengapa kok (Jasin) dapat nilai-nilai organik, nilai-nilai mendasar itu sampai revolusi,” imbuh Didi.

Sebagai informasi, Mohammad wafat pada 3 Mei 2012 di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Atas jasa-jasanya yang luar biasa, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden No. 116/TK/Tahun 2015 menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada M Jasin.

Ia menjadi polisi pertama dalam sejarah Republik Indonesia yang memperoleh gelar tersebut. Penghargaan ini menegaskan perannya sebagai tokoh pejuang, pendiri Brimob, serta sosok polisi teladan yang tidak hanya berjuang di medan tempur, tetapi juga di panggung diplomasi dan kenegaraan.

Latest

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru dari Jatiasih, Bekasi

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru dari Jatiasih, Bekasi Bekasi Kota...

Wakapolri Turun Lansung Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Turun Lansung Monitoring Arus Balik Nataru di Command...

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Monitoring Arus Balik...

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Pantau Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Pantau Arus Balik...

Newsletter

spot_img

Don't miss

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru dari Jatiasih, Bekasi

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru dari Jatiasih, Bekasi Bekasi Kota...

Wakapolri Turun Lansung Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Turun Lansung Monitoring Arus Balik Nataru di Command...

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Monitoring Arus Balik...

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Pantau Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Pantau Arus Balik...

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru di Command Center Tol...
spot_imgspot_img

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru dari Jatiasih, Bekasi

Wakapolri Pantau Arus Balik Nataru dari Jatiasih, Bekasi Bekasi Kota — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo melakukan monitoring arus...

Wakapolri Turun Lansung Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Turun Lansung Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih Bekasi Kota — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol....

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih

Wakapolri Komjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo Monitoring Arus Balik Nataru di Command Center Tol Jasa Marga Jatiasih Bekasi Kota — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

news-0301

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

maujp

maujp

maujp

maujp

88000001

88000002

88000003

88000004

88000005

88000006

88000007

88000008

88000009

88000010

88000011

88000012

88000013

88000014

88000015

88000136

88000137

88000138

88000139

88000140

88000141

88000142

88000143

88000144

88000145

188000001

188000002

188000003

188000004

188000005

188000006

188000007

188000008

188000009

188000010

9000621

9000622

9000623

9000624

9000625

9000626

9000627

9000628

9000629

9000630

9000631

9000632

9000633

9000634

9000635

88000016

88000017

88000018

88000019

88000020

88000021

88000022

88000023

88000024

88000025

88000146

88000147

88000148

88000149

88000150

88000151

88000152

88000153

88000154

88000155

188000011

188000012

188000013

188000014

188000015

188000016

188000017

188000018

188000019

188000020

88000026

88000027

88000028

88000029

88000030

88000031

88000032

88000033

88000034

88000035

88000036

88000037

88000038

88000039

88000040

88000156

88000157

88000158

88000159

88000160

88000161

88000162

88000163

88000164

88000165

188000021

188000022

188000023

188000024

188000025

188000026

188000027

188000028

188000029

188000030

88000041

88000042

88000043

88000044

88000045

88000046

88000047

88000048

88000049

88000050

88000166

88000167

88000168

88000169

88000170

88000171

88000172

88000173

88000174

88000175

188000031

188000032

188000033

188000034

188000035

188000036

188000037

188000038

188000039

188000040

88000061

88000062

88000063

88000064

88000065

88000066

88000067

88000068

88000069

88000070

88000071

88000072

88000073

88000074

88000075

88000186

88000187

88000188

88000189

88000190

88000191

88000192

88000193

88000194

88000195

188000041

188000042

188000043

188000044

188000045

188000046

188000047

188000048

188000049

188000050

88000076

88000077

88000078

88000079

88000080

88000081

88000082

88000083

88000084

88000085

88000196

88000197

88000198

88000199

88000200

88000201

88000202

88000203

88000204

88000205

88000086

88000087

88000088

88000089

88000090

88000091

88000092

88000093

88000094

88000095

88000096

88000097

88000098

88000099

88000100

88000206

88000207

88000208

88000209

88000210

88000211

88000212

88000213

88000214

88000215

188000051

188000052

188000053

188000054

188000055

188000056

188000057

188000058

188000059

188000060

88000101

88000102

88000103

88000104

88000105

88000106

88000107

88000108

88000109

88000110

88000111

88000112

88000113

88000114

88000115

88000216

88000217

88000218

88000219

88000220

88000221

88000222

88000223

88000224

88000225

188000061

188000062

188000063

188000064

188000065

88000116

88000117

88000118

88000119

88000120

88000121

88000122

88000123

88000124

88000125

88000226

88000227

88000228

88000229

88000230

88000231

88000232

88000233

88000234

88000235

188000066

188000067

188000068

188000069

188000070

88000126

88000127

88000128

88000129

88000130

88000131

88000132

88000133

88000134

88000135

88000236

88000237

88000238

88000239

88000240

188000071

188000072

188000073

188000074

188000075

188000076

188000077

188000078

188000079

188000080

188000081

188000082

188000083

188000084

188000085

188000086

188000087

188000088

188000089

188000090

188000091

188000092

188000093

188000094

188000095

188000096

188000097

188000098

188000099

188000100

188000101

188000102

188000103

188000104

188000105

188000106

188000107

188000108

188000109

188000110

188000111

188000112

188000113

188000114

188000115

188000116

news-0301