Beranda blog Halaman 171

Humas Metro Jaya Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

0

Humas Metro Jaya Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. “Mohon waktu ya kami akan rilis segera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

 

Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025).

https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s

Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023.

Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro.

Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan.

Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan

Polda Metro Jaya Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

0

Polda Metro Jaya Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. “Mohon waktu ya kami akan rilis segera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

 

Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025).

https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s

Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023.

Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro.

Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan.

Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

0

Kabid Humas Polda Metro Jaya Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. “Mohon waktu ya kami akan rilis segera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

 

Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025).

https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s

Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023.

Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro.

Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan.

Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan

Kombes Pol Budi Hermanto Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

0

Kombes Pol Budi Hermanto Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. “Mohon waktu ya kami akan rilis segera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

 

Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025).

https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s

Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023.

Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro.

Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan.

Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan

Polisi Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

0

Polisi Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. “Mohon waktu ya kami akan rilis segera,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).

 

Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025).

https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s

Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023.

Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro.

Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan.

Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman.

Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan

Fakta Sebenarnya! Polda Metro Tegaskan MAF Bukan Anak Propam, Mobil di Bogor Hasil Takeover Kredit

0

Fakta Sebenarnya! Polda Metro Tegaskan MAF Bukan Anak Propam, Mobil di Bogor Hasil Takeover Kredit

 

Kontroversi mengenai seorang pria yang mengaku sebagai anak anggota Propam Polda Metro
Jaya dan menggunakan mobil yang diklaim sebagai barang bukti (BB) Polsek untuk berjalan-jalan di Mal BTM Bogor akhirnya menemui titik terang.

Polda Metro Jaya secara resmi buka suara meluruskan informasi yang terlanjur viral di media sosial, menegaskan bahwa klaim pria berinisial MAF tersebut adalah tidak benar.
Tepis Kabar Viral, Polda Metro Ungkap Fakta Sebenarnya
Insiden ini bermula dari video cekcok di area parkir antara MAF dengan sejumlah orang yang diduga debt collector. Dalam video yang diunggah oleh akun seperti @undercover.id, MAF secara lantang mengaku sebagai
anak Propam sekaligus menyebut mobil yang ia kendarai berstatus barang bukti pinjaman dari Polsek. Menanggapi kehebohan di ruang digital, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombespol Bhudi Hermanto, segera memberikan klarifikasi resmi pada Minggu (23/11/2025).

1. Bantahan Klaim Anak Propam

Kombespol Bhudi Hermanto dengan tegas membantah pengakuan MAF. Ia memastikan bahwa MAF sama sekali
tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan anggota Propam Polda Metro Jaya.
“Kami dari Polda Metro Jaya akan menyampaikan informasi dan fakta. Yang pertama
adalah tidak benar bahwa saudara MAF ataupun orang tuanya sebagai anggota
Propam Polda Metro Jaya,” kata Bhudi dalam keterangannya.

2. Status Mobil: Bukan Barang Bukti Hukum
Selain membantah status keanggotaan keluarga MAF, Polda Metro Jaya juga meluruskan status mobil yang menjadi objek cekcok.
Mobil tersebut, yang sempat diklaim MAF sebagai “barang bukti Polsek” yang dipinjamkan, ternyata bukanlah barang bukti yang terikat dalam proses hukum di Polda Metro Jaya. Melainkan, kendaraan tersebut diduga kuat merupakan hasil dari takeover kredit.

MAF Berdalih Terpaksa Mengaku Karena Terintimidasi
Dalam laporan lanjutan, terungkap bahwa MAF memberikan alibi atas pengakuan bohongnya. Pria tersebut
mengaku terpaksa melontarkan klaim sebagai anak Propam dan menggunakan mobil BB karena merasa diintimidasi oleh debt collector yang mencegatnya di area parkir.
Tindakan MAF, yang kini diketahui sedang berada di Yogyakarta, jelas menimbulkan kebingungan dan kegaduhan di masyarakat, serta merugikan citra institusi Polri.
Polda Metro Jaya Lakukan Pendalaman dan Pemanggilan
Hingga saat ini, petugas kepolisian sedang mendalami motif dan meminta keterangan dari MAF. Pihak Polda Metro Jaya ingin mempertanyakan maksud dan tujuan MAF menyampaikan klaim bohong tersebut di hadapan publik dan mengapa video pengakuannya sampai beredar luas.
“Kami akan mempertanyakan maksud dan tujuan menyampaikan pertanyaan tersebut
dari akun yang kami terima beredar di masyarakat. Demikian yang bisa kami sampaikan
untuk meluruskan informasi, sehingga tidak bias di masyarakat,” tukas Bhudi.
Klarifikasi cepat dari Polda Metro Jaya ini diharapkan dapat meluruskan narasi yang bias di tengah masyarakat, sekaligus menggarisbawahi pentingnya verifikasi informasi sebelum beredar luas di media sosial.

Kombes Pol Budi Hermanto: Dorong Inklusi: Staf Disabilitas Diperkenalkan kepada Para Tokoh dan Relasi Publik

0

Kombes Pol Budi Hermanto: Dorong Inklusi: Staf Disabilitas Diperkenalkan kepada Para Tokoh dan Relasi Publik

Selama masa kepemimpinannya sebagai Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto menunjukkan komitmen kuat terhadap inklusi dan pemberdayaan penyandang disabilitas di lingkungan kerja kepolisian. Ia secara aktif memperkenalkan staf disabilitas kepada para relasi dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat publik, tokoh penting, hingga public figure, dalam setiap kesempatan resmi maupun pertemuan publik.

Langkah tersebut bukan sekadar bentuk pengenalan identitas, melainkan penegasan bahwa staf disabilitas memiliki kompetensi, potensi, dan kontribusi nyata dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang pelayanan informasi dan komunikasi publik.

Salah satu staf yang turut mendapat ruang untuk berkembang adalah Rara Lingga, yang saat itu bertugas sebagai staf Humas Polresta Malang Kota. Rara dikenal memiliki kemampuan dalam penyusunan narasi publikasi kehumasan dan penulisan berita. Dalam suatu kesempatan resmi, Rara bahkan turut bertegur sapa dengan musisi dan public figure Anang Hermansyah, sebuah momen yang menunjukkan bahwa kontribusinya diakui dan diapresiasi dalam lingkup yang lebih luas.

 

Upaya yang dilakukan Kombes Pol Budi Hermanto ini menjadi contoh nyata bahwa lingkungan kerja yang inklusif tidak hanya membuka kesempatan, tetapi juga memperkuat kualitas pelayanan publik melalui keberagaman kemampuan dan perspektif.

 

 

Kapolri Hadiri Hadiri Apel Srawung Agung di DIY

0

Hadiri Apel Srawung Agung di DIY, Kapolri: Sinergi dengan Warga Jaga Keteraturan Sosial

DIY – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri ‘Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai. Kegiatan itu dipimpin oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bertujuan untuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar damai dan kondusif.

Kegiatan apel yang diselenggarakan di Mapolda DIY tersebut diikuti sebanyak 3.500 orang. Rinciannya, 1.000 terpusat di Polda dan 2.500 tersebar di lima Polres jajaran.

Dalam amanatnya, Sultan menyambut baik dukungan 10.000 rompi Jaga Warga dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, baju itu adalah simbol keteduhan. Bahwa garda keamanan hadir, untuk “ngayomi lan ngemong”, bukan menakuti.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, saya titipkan harapan, agar Jaga Warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni; menjadi sahabat masyarakat;
dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial,” kata Sultan di Mapolda DIY, Jumat (21/11/2025).

Sultan menyebut, dengan adanya sinergisitas dengan Polri dalam rangka menjaga kamtibmas, maka situasi Yogyakarta bakal diyakini aman, damai dan tertib.

“Akhirnya, bila Polri bekerja dengan tata, titi, tatas, titis, dan Jaga Warga melangkah dengan tanggap, tangguh, tuntas, maka Yogyakarta akan senantiasa berada pada suasana titi tentrem, karta raharja, aman, tertib, makmur, dan sejahtera bagi seluruh warganya,” ujarnya.

Sementara itu, Sigit menyatakan bahwa, kegiatan ini adalah simbolisasi dari bersatunya keterlibatan masyarakat dalam mengikuti kegiatan pranata atau keteraturan sosial.

“Ini adalah warisan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat yang sudah ada sejak dulu. Ini terus ditumbuhkan dan dikembangkan,” ucap Sigit.

Sigit menekankan, Polri tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Sehingga harus berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat untuk menjaga keteraturan sosial dan menyelesaikan masalah.

“Saya minta kepada jajaran Polres, Polsek, keluarahan agar berkolaborasi dan bersinergi dengan jaga warga. Ini adalah kekuatan bersama untuk menjaga keteraturan bersama di Kota DIY,” tutup Sigit.

Luar Biasa Aksi Menegangkan Aipda Ependi Anggota Polsek Koja Selamatkan Anak Hampir Tenggelam Terbawa Arus Kali

0

Aksi Menegangkan Aipda Ependi Anggota Polsek Koja Selamatkan Anak Hampir Tenggelam Terbawa Arus Kali

PENYELAMATAN POLISI – Aksi heroik dilakukan Aipda Elly Ependi, Bhabinkamtibmas Rawa Badak Utara Polsek Koja, yang terjun langsung ke aliran Kali Kresek, Lagoa, untuk menyelamatkan seorang remaja yang hampir tenggelam akibat terseret arus deras, Selasa (18/11/2025). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA – Aksi heroik dilakukan Aipda Elly Ependi, Bhabinkamtibmas Rawa Badak Utara Polsek Koja, yang terjun langsung ke aliran Kali Kresek, Lagoa, untuk menyelamatkan seorang remaja yang hampir tenggelam akibat terseret arus deras, Selasa (18/11/2025).

Insiden menegangkan itu terjadi sekitar saat hujan mengguyur kawasan Koja, Selasa sore tadi.

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan, saat kejadian Aipda Elly Ependi tengah melaksanakan program distribusi beras Bulog bersama Ketua RW 11 Rawa Badak Utara dan perangkat wilayah.

Mendengar teriakan warga, yang bersangkutan segera menuju sumber suara di pinggir kali.

Aksi Menegangkan Aipda Ependi Anggota Polsek Koja Selamatkan Anak Hampir Tenggelam Terbawa Arus Kali

 




 

“Tiba-tiba terdengar teriakan warga yang meminta tolong. Aipda Ependi segera bergerak menuju sumber suara di pinggir kali,” ujar Andry.

Sesampainya di lokasi, Aipda Ependi melihat seorang remaja laki-laki muncul dan tenggelam di arus kali yang keruh.

Tanpa menunggu bantuan, ia langsung mengambil keputusan cepat.

“Beliau melihat korban sudah timbul-tenggelam. Dengan tekad ingin menolong, Aipda Elly langsung terjun ke kali untuk menyelamatkan korban,” kata Andry.

Terjun ke Air dan Tarik Korban ke Tepian

Korban diketahui berinisial AH, remaja 14 tahun siswa SMP Yapensori Lagoa Koja.

AH sebelumnya diduga terpeleset dan terseret arus saat melintas di dekat kali ketika hujan deras.

Melihat kondisi korban yang hampir tak sadarkan diri, Aipda Ependi berenang melawan arus dan berhasil menjangkau tubuh AH yang terseret.

“Korban berhasil diraih dan dibawa ke tepi kali. Setelah itu dinaikkan ke jalan agar bisa mendapat pertolongan lanjutan,” jelas Kapolsek Koja.

Setelah berhasil dievakuasi, AH segera dibawa ke RSUD Koja untuk pemeriksaan medis dan telah dipulangkan ke rumahnya.

“Korban langsung dibawa ke RS Koja untuk diperiksa kesehatannya. Berkat respon cepat anggota kami, korban berhasil diselamatkan,” ungkap Andry.

Kapolsek Koja memastikan situasi di lokasi kejadian sudah aman dan kondusif usai penyelamatan tersebut.

Aksi Menegangkan Aipda Ependi Anggota Polsek Koja Selamatkan Anak Hampir Tenggelam Terbawa Arus Kali

0

Aksi Menegangkan Aipda Ependi Anggota Polsek Koja Selamatkan Anak Hampir Tenggelam Terbawa Arus Kali

PENYELAMATAN POLISI – Aksi heroik dilakukan Aipda Elly Ependi, Bhabinkamtibmas Rawa Badak Utara Polsek Koja, yang terjun langsung ke aliran Kali Kresek, Lagoa, untuk menyelamatkan seorang remaja yang hampir tenggelam akibat terseret arus deras, Selasa (18/11/2025). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO).

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA – Aksi heroik dilakukan Aipda Elly Ependi, Bhabinkamtibmas Rawa Badak Utara Polsek Koja, yang terjun langsung ke aliran Kali Kresek, Lagoa, untuk menyelamatkan seorang remaja yang hampir tenggelam akibat terseret arus deras, Selasa (18/11/2025).

Insiden menegangkan itu terjadi sekitar saat hujan mengguyur kawasan Koja, Selasa sore tadi.

Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengatakan, saat kejadian Aipda Elly Ependi tengah melaksanakan program distribusi beras Bulog bersama Ketua RW 11 Rawa Badak Utara dan perangkat wilayah.

Mendengar teriakan warga, yang bersangkutan segera menuju sumber suara di pinggir kali.

Aksi Menegangkan Aipda Ependi Anggota Polsek Koja Selamatkan Anak Hampir Tenggelam Terbawa Arus Kali

 




 

“Tiba-tiba terdengar teriakan warga yang meminta tolong. Aipda Ependi segera bergerak menuju sumber suara di pinggir kali,” ujar Andry.

Sesampainya di lokasi, Aipda Ependi melihat seorang remaja laki-laki muncul dan tenggelam di arus kali yang keruh.

Tanpa menunggu bantuan, ia langsung mengambil keputusan cepat.

“Beliau melihat korban sudah timbul-tenggelam. Dengan tekad ingin menolong, Aipda Elly langsung terjun ke kali untuk menyelamatkan korban,” kata Andry.

Terjun ke Air dan Tarik Korban ke Tepian

Korban diketahui berinisial AH, remaja 14 tahun siswa SMP Yapensori Lagoa Koja.

AH sebelumnya diduga terpeleset dan terseret arus saat melintas di dekat kali ketika hujan deras.

Melihat kondisi korban yang hampir tak sadarkan diri, Aipda Ependi berenang melawan arus dan berhasil menjangkau tubuh AH yang terseret.

“Korban berhasil diraih dan dibawa ke tepi kali. Setelah itu dinaikkan ke jalan agar bisa mendapat pertolongan lanjutan,” jelas Kapolsek Koja.

Setelah berhasil dievakuasi, AH segera dibawa ke RSUD Koja untuk pemeriksaan medis dan telah dipulangkan ke rumahnya.

“Korban langsung dibawa ke RS Koja untuk diperiksa kesehatannya. Berkat respon cepat anggota kami, korban berhasil diselamatkan,” ungkap Andry.

Kapolsek Koja memastikan situasi di lokasi kejadian sudah aman dan kondusif usai penyelamatan tersebut.

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.