Beranda blog Halaman 173

Ditemani Kapolda Lampung, Kapolri Temui Keluarga AKP Lusiyanto

0

Ditemani Kapolda Lampung, Kapolri Temui Keluarga AKP Lusiyanto

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengunjungi keluarga AKP (Anumerta) Lusiyanto di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan, pada Kamis, 27 Maret 2025.
Kehadirannya menjadi momen haru yang penuh kehangatan saat ia menyampaikan dukacita mendalam kepada istri dan anak mendiang.
Baca Juga: Pemecatan 2 Prajurit TNI AD di Kasus Penembakan Polisi Tunggu Hasil Persidangan
Setibanya di lokasi, Kapolri disambut langsung oleh keluarga korban dengan suasana yang sarat emosi. Didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru, ia segera menyalami istri dan anak AKP Lusiyanto sebagai bentuk penghormatan serta belasungkawa yang tulus.


Dalam pertemuan tersebut, Kapolri tak mampu menyembunyikan rasa duka yang mendalam. Ia menyampaikan permintaan maaf karena baru bisa hadir di rumah duka, meski telah berencana untuk bertemu keluarga korban sebelumnya.
“Saya mewakili institusi menyampaikan dukacita yang mendalam, mohon maaf saya baru bisa datang hari ini. Beberapa waktu lalu saya sudah sempat memutuskan, mudah-mudahan bertemu,” kata Kapolri, Kamis 27 Maret 2025.
Tak hanya itu, Kapolri juga membawa pesan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang turut berduka atas kejadian tragis yang menimpa AKP Lusiyanto. Ia menegaskan bahwa Panglima TNI berkomitmen untuk menindak tegas oknum TNI yang bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut.
“Beliau menyampaikan pesan terkait dengan kejadian yang ada beliau berjanji memproses secara tegas, yang jelas bagi kami apapun yang terjadi Bu Lusiyanto putri tetap menjadi keluarga besar kita,” kata Kapolri.
Suasana semakin emosional ketika istri AKP Lusiyanto menyampaikan harapannya kepada Kapolri. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan keinginannya agar pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya, sebagai bentuk keadilan bagi suaminya yang telah gugur dalam tugas.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pejabat kepolisian, di antaranya Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika, Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian Djajadi, serta Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar.

Kapolri Beri Penghargaan Tiket Masuk Polri ke Putri AKP Anm Lusiyanto

0

Kapolri Beri Penghargaan Tiket Masuk Polri ke Putri AKP Anm Lusiyanto

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan berupa tiket pendaftaran sebagai anggota Polri kepada putri AKP (Anumerta) Lusiyanto, Sabila Aina. Kapolri berharap penghargaan tersebut dapat membantu Sabila mewujudkan cita-cita ayahnya.
Hal itu disampaikan Kapolri saat mengunjungi rumah duka AKP Lusiyanto di Oku Timur, Sumatera Selatan, Kamis (27/3/2025). Kapolri awalnya menyampaikan bahwa keluarga AKP Lusiyanto tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri dan mempersilakan mereka untuk mengutarakan hal-hal yang ingin disampaikan.

“Jadi ada apa-apa tolong hubungi kami, bisa Kapolres setempat, bisa Kapolda, atau kalau ada hal penting langsung kami bisa dihubungi. Yang penting, Ibu, putrinya harus kuat karena bagi kami beliau adalah putra terbaik kami,” kata Kapolri.

“Ibu dan putri harus bangga punya bapak seperti almarhum yang di mata kami, beliau orang baik,” sambung Kapolri.

Momen Hangat Kapolri Kunjungi Keluarga AKP Anm Lusiyanto, Ungkap Dukacita Mendalam
Istri AKP Lusiyanto kemudian menyampaikan harapannya agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Selain itu, istri almarhum juga ingin anaknya bisa meneruskan keinginan ayahnya untuk bisa menjadi anggota Polri.

“Anak semata wayang kalau bisa pengin cita-cita seperti Bapaknya,” kata istri AKP Lusiyanto.
Mendengar hal tersebut, Kapolri langsung menanyakan jurusan kuliah dan kesiapan Sabila menjadi anggota Polri. Kapolri lalu memanggil As SDM Irjen Anwar untuk menindaklanjuti agar keinginan Sabila itu bisa terwujud.

“Ini Mbak Sabila Aina kebetulan beliau sekarang sedang menunggu wisuda, terus ingin melanjutkan cita-cita bapaknya, berarti SIPSS,” kata Kapolri.

Irjen Anwar rupanya telah mengurus tiket Sabila untuk bisa menjadi anggota Polri itu. Kapolri lalu memberikan dokumen penghargaan itu kepada istri AKP Lusiyanto dan Sabila.

“Nanti tahun depan pascawisuda nanti, ada namanya program rekrutmen proaktif untuk SIPSS dan insyaallah tolong dijaga kesehatannya dijaga. Jangan sampai ada hal-hal yang menjadi kendala tapi secara prinsip kita dari Mabes Polri dari institusi memberikan kesempatan prioritas,” imbuh Kapolri.

Kunjungi Keluarga AKP Lusiyanto, Kapolri: Panglima TNI Janji Tindak Tegas Pelaku Penembakan

0

Kunjungi Keluarga AKP Lusiyanto, Kapolri: Panglima TNI Janji Tindak Tegas Pelaku Penembakan

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi keluarga almarhum AKP (Anumerta) Lusiyanto di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Listyo menyampaikan pesan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang akan menindak tegas oknum TNI pelaku penembakan.

“Beliau (Panglima TNI) menyampaikan pesan terkait dengan kejadian yang ada, beliau berjanji memproses secara tegas,” kata Kapolri dalam keterangannya, Kamis, 27 Maret 2025.

Listyo menekankan apa pun yang terjadi, keluarga AKP Anumerta Lusiyanto tetap menjadi bagian dari keluarga besar Korps Bhayangkara. Kedatangan Kapolri disambut baik oleh keluarga korban.

Listyo didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru. Kapolri duduk dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian yang menimpa keluarga korban. Kapolri juga meminta maaf lantaran baru bisa datang ke rumah duka hari ini.

“Saya mewakili institusi menyampaikan duka cita yang mendalam, mohon maaf saya baru bisa datang hari ini. Beberapa waktu lalu saya sudah sempat memutuskan, mudah-mudahan bertemu,” kata Listyo.

Istri AKP Lusiyanto pun menyampaikan harapannya kepada Kapolri. Dia ingin pelaku dihukum seberat-beratnya.

Selain Gubernur Sumsel, turut hadir dalam pertemuan itu Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika. Kemudian, Kapolda Sumsel Irjen Andi Rian Djajadi, hingga Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Anwar.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sepakat untuk menginvestigasi bersama kejadian penembakan tiga anggota Polri oleh oknum TNI di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kasus ini juga dipastikan akan diusut tuntas.

“Saya kira hari ini Pak Kapolda dan Pak Danrem sedang terus melakukan investigasi. Saya dengan Bapak Panglima sama, sudah sepakat bersama-sama melakukan investigasi dan menuntaskan hal-hal yang nanti ditemukan di lapangan,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam keterangannya, Selasa, 18 Maret 2025.

Tiga anggota Polres Way Kanan gugur dalam tugasnya saat menggerebek lokasi perjudian sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, Lampung, pukul 16.50 WIB, Senin, 17 Maret 2025. Adapun ketiga korban yakni AKP (Anumerta) Lusiyanto, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto dan Briptu (Anumerta) M Ghalib Surya Ganta.

Dua oknum TNI yang diduga menembak tiga polisi itu ialah, Peltu Lubis selaku Dansubramil Negara Batin dan Kopda Basarsyah selaku anggota Subramil Negara Bantin kepada Dandim 0427/WK Letkol Inf Aan Fitriadi, S.I.P. Keduanya, telah ditetapkan tersangka.

Istri Kapolsek Lusiyanto Suami Saya Gugur Saat Menjalankan Tugas, dan Tidak Terima Setoran

0

Istri Kapolsek Lusiyanto Suami Saya Gugur Saat Menjalankan Tugas, dan Tidak Terima Setoran

Tragedi berdarah terjadi di Kecamatan Negara Batin, Lampung, pada Senin (17/3/2025) sore, ketika aparat kepolisian melakukan penggerebekan judi sabung ayam. Dalam insiden ini, tiga anggota polisi gugur tertembak, yaitu Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bintara Unit Binmas Polsek Negara Batin Bripka Petrus Apriyanto, dan anggota Satreskrim Polres Way Kanan Bripda M Ghalib Surya Ganta.

Kematian mereka bukan hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan sesama polisi, tetapi juga mengguncang masyarakat Lampung. Namun, di tengah suasana berkabung, muncul isu miring mengenai dugaan setoran kepada aparat kepolisian yang berkaitan dengan perjudian sabung ayam.

Duka Sang Istri: “Kami Berduka, Tolong Jangan Sebar Isu yang Menyakitkan”

 

Di tengah suasana berduka, istri Kapolsek Iptu Lusiyanto akhirnya angkat bicara. Dengan suara bergetar dan mata yang masih sembab akibat tangisan, ia mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam terhadap suaminya.

“Suami saya gugur dalam tugasnya sebagai polisi, bukan karena isu-isu yang beredar. Kami kehilangan seorang kepala keluarga yang penuh tanggung jawab, seorang ayah yang penyayang. Tolong, jangan tambah luka kami dengan kabar yang tidak benar,” ungkapnya dengan nada lirih.

Ia menegaskan bahwa almarhum merupakan sosok yang berdedikasi terhadap tugasnya sebagai anggota kepolisian. “Sejak dulu, suami saya selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab. Dia sering pulang larut malam karena tugas. Kadang dia cerita bahwa tugas di lapangan sangat berat, tapi dia tetap melakukannya dengan ikhlas,” tambahnya.

Kapolda Lampung Bantah Isu Setoran

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika juga menanggapi isu liar yang beredar. Ia menegaskan bahwa tuduhan adanya setoran kepada aparat dalam perjudian sabung ayam di Lampung harus dibuktikan dengan fakta yang valid.

“Saya tahu soal isu setoran itu, tetapi kita tidak bisa hanya percaya pada kabar burung. Jika memang ada bukti konkret, silakan laporkan dan kita akan tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kapolda Lampung, Jumat (21/3/2025) malam.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga anggota yang gugur dalam tugas. “Mereka adalah pahlawan yang meninggal dalam menjalankan kewajibannya sebagai penegak hukum. Kami akan memastikan bahwa para pelaku penembakan ini segera ditangkap dan diadili,” tegasnya.

 

Ditresnarkoba Polda NTT Bongkar Peredaran 14.000 Obat Perangsang ‘Poppers’, Dua Pelaku Ditangkap!

0

Ditresnarkoba Polda NTT Bongkar Peredaran 14.000 Obat Perangsang ‘Poppers’, Dua Pelaku Ditangkap!

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil membongkar kasus peredaran gelap bahan kimia berbahaya berupa obat perangsang atau dikenal dengan istilah ‘Poppers’. Polisi menyebut obat perangsang ini mengandung bahan kimia berupa isobutil nitrit.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., didampingi Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya pada 10 November 2024.

Polisi berhasil berhasil menangkap dua tersangka di lokasi yang berbeda, yakni di Jakarta dan Mojokerto, Jawa Timur. Dua tersangka tersebut berinisial CH yang berperan sebagai afiliator dan SS berperan sebagai penyedia Poppers.

“Dua tersangka telah diamankan dalam kasus ini. Polda NTT berhasil mengungkap peredaran 14.000 botol poppers, obat terlarang yang diduga digunakan sebagai stimulan seksual. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 2 miliar” ujar Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H kepada wartawan di Mapolda NTT, Selasa 25 Maret 2025.

Menurut Henry, jaringan ini beroperasi dari Jakarta dan Surabaya dengan pemasok utama berasal dari China.

Dia mengungkapkan bahwa CH berperan sebagai afiliator atau menjual produk melalui platform TikTok dengan sistem melalui group eksklusif, serta SS bertindak sebagai penyedia barang yang didatangkan langsung dari China.

“Saat itu, kami mengamankan seorang pelaku dengan barang bukti 15 botol poppers. Dari pengembangan lebih lanjut, kami berhasil menangkap dua tersangka di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta dan Mojokerto, Jawa Timur,” sebutnya.

“Poppers ini memiliki kandungan isobutil nitrit, yang dapat memberikan efek stimulasi seksual bagi penggunanya, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan gangguan jantung bahkan kematian,” tambah Henry.

Menurut penyelidikan, Henry berujar, jaringan ini telah beroperasi selama dua tahun dan menargetkan wilayah Indonesia Timur, termasuk Bali, NTT, Maluku, hingga Papua.

Salah satu alasan NTT menjadi sasaran peredaran adalah tingginya angka kasus HIV/AIDS di wilayah ini.

Ia menegaskan bahwa poppers termasuk dalam kategori obat keras yang peredarannya dilarang di berbagai negara, termasuk Hongkong.

“Produk ini tidak boleh diedarkan, tetapi masih ditemukan di pasaran dan dijual bebas kepada kalangan tertentu,” paparnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 443 dan 435 junto Pasal 138 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini dan menelusuri jaringan lain yang beroperasi di Indonesia Timur. Kami juga mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan produk serupa di pasaran,” ujar Kombes Henry.

Ditresnarkoba Polda NTT Bongkar Peredaran 14.000 Obat Perangsang ‘Poppers’, Dua Pelaku Ditangkap!

0

Ditresnarkoba Polda NTT Bongkar Peredaran 14.000 Obat Perangsang ‘Poppers’, Dua Pelaku Ditangkap!

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil membongkar kasus peredaran gelap bahan kimia berbahaya berupa obat perangsang atau dikenal dengan istilah ‘Poppers’. Polisi menyebut obat perangsang ini mengandung bahan kimia berupa isobutil nitrit.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., didampingi Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya pada 10 November 2024.

Polisi berhasil berhasil menangkap dua tersangka di lokasi yang berbeda, yakni di Jakarta dan Mojokerto, Jawa Timur. Dua tersangka tersebut berinisial CH yang berperan sebagai afiliator dan SS berperan sebagai penyedia Poppers.

“Dua tersangka telah diamankan dalam kasus ini. Polda NTT berhasil mengungkap peredaran 14.000 botol poppers, obat terlarang yang diduga digunakan sebagai stimulan seksual. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 2 miliar” ujar Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H kepada wartawan di Mapolda NTT, Selasa 25 Maret 2025.

Menurut Henry, jaringan ini beroperasi dari Jakarta dan Surabaya dengan pemasok utama berasal dari China.

Dia mengungkapkan bahwa CH berperan sebagai afiliator atau menjual produk melalui platform TikTok dengan sistem melalui group eksklusif, serta SS bertindak sebagai penyedia barang yang didatangkan langsung dari China.

“Saat itu, kami mengamankan seorang pelaku dengan barang bukti 15 botol poppers. Dari pengembangan lebih lanjut, kami berhasil menangkap dua tersangka di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta dan Mojokerto, Jawa Timur,” sebutnya.

“Poppers ini memiliki kandungan isobutil nitrit, yang dapat memberikan efek stimulasi seksual bagi penggunanya, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan gangguan jantung bahkan kematian,” tambah Henry.

Menurut penyelidikan, Henry berujar, jaringan ini telah beroperasi selama dua tahun dan menargetkan wilayah Indonesia Timur, termasuk Bali, NTT, Maluku, hingga Papua.

Salah satu alasan NTT menjadi sasaran peredaran adalah tingginya angka kasus HIV/AIDS di wilayah ini.

Ia menegaskan bahwa poppers termasuk dalam kategori obat keras yang peredarannya dilarang di berbagai negara, termasuk Hongkong.

“Produk ini tidak boleh diedarkan, tetapi masih ditemukan di pasaran dan dijual bebas kepada kalangan tertentu,” paparnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 443 dan 435 junto Pasal 138 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini dan menelusuri jaringan lain yang beroperasi di Indonesia Timur. Kami juga mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan produk serupa di pasaran,” ujar Kombes Henry.

Istri AKP Anumerta Lusiyanto Bantah Tuduhan, Ungkap Upaya Suap

0

Istri AKP Anumerta Lusiyanto Bantah Tuduhan, Ungkap Upaya Suap

Istri AKP Anumerta Lusiyanto membantah tuduhan bahwa suaminya menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, karena meminta tambahan setoran kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga mengelola perjudian tersebut. Menurutnya, AKP Lusiyanto justru berupaya memberantas perjudian, yang membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu.

Dalam keterangannya, ia mengungkap bahwa salah satu terduga pelaku, Peltu Lubis, sempat mencoba memberikan amplop berisi uang Rp1 juta kepada suaminya, namun ditolak. Upaya suap tersebut diduga dilakukan agar sabung ayam tetap bisa beroperasi tanpa gangguan.

“Saya lihat sendiri dengan mata kepala sendiri, amplopnya dikasih satu juta, tapi dia enggak mau,” ujar Nia, Istri AKP Anumerta Lusiyanto seperti dikutip dari Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 21 Maret 2025.

Setelah muncul dugaan bahwa anggota TNI menjadi pelindung sekaligus pengelola lokasi sabung ayam, fakta baru terungkap dengan ditemukannya senjata laras panjang di sekitar lokasi kejadian.

Tim Pomdam II Sriwijaya menemukan senjata api jenis SS kaliber 5,56 milimeter (mm) di semak-semak sekitar 6 km dari tempat kejadian. Senjata ini sesuai dengan keterangan saksi yang menyebut bahwa pelaku menembak tiga polisi dengan senjata laras panjang.

Hasil investigasi juga mengungkap bahwa terdapat tiga jenis proyektil peluru berbeda di tubuh korban, sehingga tim masih mencari dua senjata api lainnya. Selain itu, sebanyak 13 selongsong peluru ditemukan di lokasi perjudian.

Komisioner Kompolnas memastikan pelaku penembakan terhadap tiga polisi tersebut memiliki keterampilan menembak yang terlatih. Dari analisis posisi korban dan selongsong peluru, terlihat bahwa penembak menargetkan polisi dari jarak jauh dan menghindari kerumunan.

Saat ini, tim investigasi dari Polda dan Pomdam II Sriwijaya terus menyelidiki kasus ini, termasuk mengidentifikasi keterlibatan oknum tertentu.

Istri AKP Anumerta Lusiyanto Bantah Tuduhan, Ungkap Upaya Suap

0

Istri AKP Anumerta Lusiyanto Bantah Tuduhan, Ungkap Upaya Suap

Istri AKP Anumerta Lusiyanto membantah tuduhan bahwa suaminya menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, karena meminta tambahan setoran kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga mengelola perjudian tersebut. Menurutnya, AKP Lusiyanto justru berupaya memberantas perjudian, yang membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu.

Dalam keterangannya, ia mengungkap bahwa salah satu terduga pelaku, Peltu Lubis, sempat mencoba memberikan amplop berisi uang Rp1 juta kepada suaminya, namun ditolak. Upaya suap tersebut diduga dilakukan agar sabung ayam tetap bisa beroperasi tanpa gangguan.

“Saya lihat sendiri dengan mata kepala sendiri, amplopnya dikasih satu juta, tapi dia enggak mau,” ujar Nia, Istri AKP Anumerta Lusiyanto seperti dikutip dari Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 21 Maret 2025.

Setelah muncul dugaan bahwa anggota TNI menjadi pelindung sekaligus pengelola lokasi sabung ayam, fakta baru terungkap dengan ditemukannya senjata laras panjang di sekitar lokasi kejadian.

Tim Pomdam II Sriwijaya menemukan senjata api jenis SS kaliber 5,56 milimeter (mm) di semak-semak sekitar 6 km dari tempat kejadian. Senjata ini sesuai dengan keterangan saksi yang menyebut bahwa pelaku menembak tiga polisi dengan senjata laras panjang.

Hasil investigasi juga mengungkap bahwa terdapat tiga jenis proyektil peluru berbeda di tubuh korban, sehingga tim masih mencari dua senjata api lainnya. Selain itu, sebanyak 13 selongsong peluru ditemukan di lokasi perjudian.

Komisioner Kompolnas memastikan pelaku penembakan terhadap tiga polisi tersebut memiliki keterampilan menembak yang terlatih. Dari analisis posisi korban dan selongsong peluru, terlihat bahwa penembak menargetkan polisi dari jarak jauh dan menghindari kerumunan.

Saat ini, tim investigasi dari Polda dan Pomdam II Sriwijaya terus menyelidiki kasus ini, termasuk mengidentifikasi keterlibatan oknum tertentu.

Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu

0

Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu

Nama AKP Anumerta Lusiyanto kembali menjadi sorotan setelah gugur dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kini, muncul kabar bahwa almarhum menerima setoran dari praktik perjudian tersebut. Namun, sang istri dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurut sang istri, AKP Anumerta Lusiyanto menolak amplop berisi Rp 1 juta yang diberikan oleh seorang oknum TNI yang diduga menjadi pelaku penembakan. Diketahui, almarhum sering tidak disukai karena dikenal tegas dalam memberantas praktik perjudian di wilayahnya.

Rumah Sederhana AKP Anumerta Lusiyanto Di tengah simpang siur pemberitaan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang jauh dari kesan mewah. Video tersebut diunggah oleh anggota Biddokkes Polda Lampung, Aipda Romi Indra Setiawan. “Saya terharu dengan pemberitaan sekarang, yang katanya beliau dapat ini, dapat itu. Ini teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi dalam videonya.

Dalam unggahan di akun TikTok @romi_indra_setiawan, terlihat akses menuju rumah almarhum harus melewati pekarangan rumah orang lain. Aipda Romi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Narwin harus berjalan melalui gang sempit dan jalan setapak. Baca juga: 4 Hari Sebelum Tewas Ditembak di Way Kanan, Kapolsek Negara Batin Lusiyanto Turun Bagikan Takjil “Ini lewat gang sempit, gang kecil. Mobil bisa masuk nggak, Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi. “Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” jawab Aipda Narwin. Rumah tersebut berada di ujung tanjakan, dengan pagar bambu sederhana setinggi paha orang dewasa. Dinding rumah belum diplester, dan bagian dalam rumah juga tampak sederhana

. “Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” ujar Aipda Romi. Interior Rumah yang Sederhana Masuk ke dalam rumah, dindingnya didominasi warna kuning. Di ruang tamu terdapat sofa merah lengkap dengan meja serta beberapa foto almarhum bersama istrinya yang terpajang di dinding. “Saya pengen nangis, Pak. Saya tahu benar kondisi beliau ketika diotopsi di kamar jenazah,” ujar Aipda Romi sambil memperlihatkan foto-foto almarhum saat masih sekolah perwira.

 

Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu

0

Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu

Nama AKP Anumerta Lusiyanto kembali menjadi sorotan setelah gugur dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kini, muncul kabar bahwa almarhum menerima setoran dari praktik perjudian tersebut. Namun, sang istri dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurut sang istri, AKP Anumerta Lusiyanto menolak amplop berisi Rp 1 juta yang diberikan oleh seorang oknum TNI yang diduga menjadi pelaku penembakan. Diketahui, almarhum sering tidak disukai karena dikenal tegas dalam memberantas praktik perjudian di wilayahnya.

Rumah Sederhana AKP Anumerta Lusiyanto Di tengah simpang siur pemberitaan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang jauh dari kesan mewah. Video tersebut diunggah oleh anggota Biddokkes Polda Lampung, Aipda Romi Indra Setiawan. “Saya terharu dengan pemberitaan sekarang, yang katanya beliau dapat ini, dapat itu. Ini teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi dalam videonya.

Dalam unggahan di akun TikTok @romi_indra_setiawan, terlihat akses menuju rumah almarhum harus melewati pekarangan rumah orang lain. Aipda Romi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Narwin harus berjalan melalui gang sempit dan jalan setapak. Baca juga: 4 Hari Sebelum Tewas Ditembak di Way Kanan, Kapolsek Negara Batin Lusiyanto Turun Bagikan Takjil “Ini lewat gang sempit, gang kecil. Mobil bisa masuk nggak, Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi. “Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” jawab Aipda Narwin. Rumah tersebut berada di ujung tanjakan, dengan pagar bambu sederhana setinggi paha orang dewasa. Dinding rumah belum diplester, dan bagian dalam rumah juga tampak sederhana

. “Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” ujar Aipda Romi. Interior Rumah yang Sederhana Masuk ke dalam rumah, dindingnya didominasi warna kuning. Di ruang tamu terdapat sofa merah lengkap dengan meja serta beberapa foto almarhum bersama istrinya yang terpajang di dinding. “Saya pengen nangis, Pak. Saya tahu benar kondisi beliau ketika diotopsi di kamar jenazah,” ujar Aipda Romi sambil memperlihatkan foto-foto almarhum saat masih sekolah perwira.

 

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.