Polri Lakukan Efisiensi Anggaran Perjalanan Dinas hingga Rapat
Mabes Polri meminta masyarakat tidak ragu melapor bila mendapati personel Korps Bhayangkara melakukan pelanggaran. Itu sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Bahwa setiap personel Polri yang terlibat pelanggaran bakal mendapat sanksi. Sebaliknya, polisi yang berprestasi mendapat reward.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh awak media pada Rabu (12/2). Dia menyatakan bahwa Jenderal Sigit selalu menekankan hal itu kepada seluruh jajarannya. Tidak ada polisi yang bersalah bebas dari sanksi.
”Bapak kapolri sudah menyampaikan kepada kami semua bahwa setiap keberhasilan anggota Polri akan mendapatkan reward dan setiap anggota Polri yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” kata dia.

”Sehingga Polri menjadi lebih baik ke depan. Profesi apapun adalah mulia termasuk profesi kepolisian. Jadi, tidak boleh dinodai oleh oknum-oknum anggota yang mau menodai institusi kepolisian. Maka tugas kami untuk bisa memuliakan profesi kepolisian dengan menindak tegas semua oknum terkait sesuai aturan berlaku,” tegasnya.
Jenderal bintang dua Polri itu pun menyampaikan bahwa keseriusan Jenderal Sigit menindak para polisi nakal merupakan bukti komitmen mereka untuk memproses hukum setiap pelanggaran. Menurut Sandi, kapolri sudah menegaskan, setiap pelanggaran akan ditindak secara tegas. Tujuannya untuk melakukan perbaikan terhadap hal-hal yang belum baik.
”Ada 460 ribu anggota Polri yang sudah baik dinodai oleh oknum yang belum baik. Maka dari itu sekali lagi, tegur kami, awasi kami, koreksi kami untuk Polri yang lebih baik. Dan profesi kepolisian adalah profesi mulia, yang harus benar-benar kita jaga,” terang dia.
Polresta Bulungan Perkuat Ketahanan Pangan, Dukung Program Asta Cita Presiden
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan terus memperkuat program ketahanan pangan sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden RI. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Bulungan.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara langsung dengan menggandeng para petani dan peternak.
“Kami berkomitmen untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan terjun langsung ke lapangan, kami ingin memastikan program ini berjalan dengan maksimal serta dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya,” ujar Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K.
Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Bulungan aktif turun ke desa-desa untuk berdialog dengan petani dan peternak, memberikan pendampingan serta mendorong optimalisasi hasil pertanian dan peternakan.
Program ketahanan pangan yang dijalankan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal. Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan upaya menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, Polresta Bulungan optimis bahwa ketahanan pangan di daerah ini akan semakin kuat dan berkelanjutan. (HmsPolresta)
Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto Pantau Kolam Ketahanan Pangan Polda Kaltara
Tanjung Selor, 5 Februari 2025 – Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., didampingi oleh Wakapolda dan Karolog Polda Kaltara, melakukan pemantauan langsung perkembangan kolam ketahanan pangan di area Polda Kaltara. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polda Kaltara dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, yang salah satu fokusnya adalah penguatan ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungannya, Kapolda Hary Sudwijanto mengapresiasi progres yang dicapai dalam pengelolaan kolam lele tersebut. Kolam seluas 2 hektare ini sebelumnya telah ditebari 15.000 benih ikan lele pada hari Jumat, 15 November 2024. Saat dilakukan pemantauan, pertumbuhan ikan lele menunjukkan perkembangan yang sangat baik.

Kapolda Hary menyampaikan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal bagi personel Polda Kaltara, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi warga sekitar. “Ketahanan pangan ini adalah bagian dari upaya bersama untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah masyarakat. Hasil panen nanti bisa didistribusikan baik untuk kebutuhan personel maupun masyarakat sekitar yang membutuhkan,” ujarnya.
Wakapolda menambahkan bahwa kolam ketahanan pangan ini diharapkan menjadi contoh bagi seluruh jajaran Polres dan Polsek di wilayah hukum Polda Kaltara untuk ikut serta dalam program serupa. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara berbagai elemen internal Polda Kaltara dalam menjalankan arahan Presiden RI.
Selain menebar benih ikan lele, Polda Kaltara juga terus melakukan pengawasan intensif terhadap pengelolaan kolam, seperti pemberian pakan berkualitas, pemantauan kualitas air, dan pengelolaan lingkungan kolam yang optimal. Dengan perawatan yang baik, dipastikan panen lele yang akan datang dapat memberikan hasil maksimal.
“Kami optimistis, dengan pola perawatan yang konsisten, hasil panen akan melimpah dan mampu memberikan dampak positif terhadap program ketahanan pangan di wilayah ini,” kata Karolog Polda Kaltara.
Kegiatan pemantauan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Polda Kaltara dalam mendukung berbagai kebijakan strategis pemerintah pusat. Kapolda Hary Sudwijanto juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga semangat gotong-royong dalam setiap program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan hasil panen yang segera tiba, program ini diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat dan menjadi salah satu solusi di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan pangan nasional.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto Terima Kunjungan Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kaltara
Tanjung Selor, 5 Februari 2025 – Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara Bapak Hasiando Ginsar Manik di ruang kerjanya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kaltara, Kabidkeu, dan beberapa Perwira Menengah (Pamen) Polda Kaltara. Kapolda menyambut hangat kedatangan rombongan.

Dalam sambutannya, Kapolda Hary Sudwijanto menekankan pentingnya sinergi dalam upaya deteksi dan pencegahan peredaran uang palsu seiring dengan tingginya potensi peredaran narkoba di wilayah ini. Ia menggarisbawahi bahwa masalah peredaran uang palsu dan narkoba dapat saling berkaitan, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Kalimantan Utara. “Dengan koordinasi yang kuat, kita dapat mengurangi risiko peredaran uang palsu di Kaltara,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menjelaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kalimantan Utara. Salah satu fokus utama Kamtibmas di Kaltara adalah penanganan tindak pidana narkotika, yang menjadi ancaman di provinsi ini.
“Faktor geografis yang strategis dan nilai ekonomis narkoba menjadi penyebab tingginya peredaran narkotika di Kaltara. Dalam masa jabatan saya, kami telah berhasil mengungkap beberapa kasus besar dengan total barang bukti lebih dari 250 kg narkotika jenis sabu yang sudah disita dan dimusnahkan,” ungkap Kapolda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah BI Kaltara menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Kapolda dan jajarannya. Ia berharap, ke depan, kolaborasi antara BI dan Polda Kaltara semakin solid. “Selaku pejabat baru, kami memohon dukungan dan kerja sama yang berkesinambungan. Salah satu agenda terdekat adalah sosialisasi edukasi tentang ciri-ciri uang palsu kepada masyarakat dengan melibatkan Bhabinkamtibmas,” jelas Kepala BI.
Kepala BI juga menyinggung penjelasan Kapolda terkait tindak pidana narkotika, di mana ia menekankan bahwa masalah narkoba erat kaitannya dengan aspek ekonomi. Untuk itu, BI berkomitmen mendorong pengembangan UMKM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BI juga siap menggandeng Polda Kaltara dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi tersebut.
Lebih lanjut, Kepala BI menjelaskan bahwa Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah tujuan investasi yang potensial, terutama dengan adanya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Mangkupadi yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan kehadiran banyak investor, termasuk tenaga kerja, akan terjadi peningkatan perputaran uang di wilayah ini. Oleh karena itu, BI berencana mempersiapkan fasilitas pelayanan pertukaran uang, ATM dan penyimpanan uang yang memadai.
“Hal-hal seperti inilah yang memerlukan sinergi dan kolaborasi erat antara BI dan Polda Kaltara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan Kamtibmas,” tambah Kepala BI.
Dalam mendukung program ketahanan pangan, BI juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan berupa benih jagung kepada kelompok tani sesuai data yang nantinya akan disampaikan oleh Polda Kaltara. Kapolda menyambut baik hal ini dan menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu upaya Polda Kaltara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian.
Kunjungan silaturahmi ini diakhiri dengan harapan bahwa sinergi antara BI dan Polda Kaltara akan terus terjalin dengan baik, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara.
*Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto Terima Kunjungan Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kaltara*
Tanjung Selor, 5 Februari 2025 – Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Utara Bapak Hasiando Ginsar Manik di ruang kerjanya. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kaltara, Kabidkeu, dan beberapa Perwira Menengah (Pamen) Polda Kaltara. Kapolda menyambut hangat kedatangan rombongan.
Dalam sambutannya, Kapolda Hary Sudwijanto menekankan pentingnya sinergi dalam upaya deteksi dan pencegahan peredaran uang palsu seiring dengan tingginya potensi peredaran narkoba di wilayah ini. Ia menggarisbawahi bahwa masalah peredaran uang palsu dan narkoba dapat saling berkaitan, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Kalimantan Utara. “Dengan koordinasi yang kuat, kita dapat mengurangi risiko peredaran uang palsu di Kaltara,” ujar Kapolda.
Kapolda juga menjelaskan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kalimantan Utara. Salah satu fokus utama Kamtibmas di Kaltara adalah penanganan tindak pidana narkotika, yang menjadi ancaman di provinsi ini.
“Faktor geografis yang strategis dan nilai ekonomis narkoba menjadi penyebab tingginya peredaran narkotika di Kaltara. Dalam masa jabatan saya, kami telah berhasil mengungkap beberapa kasus besar dengan total barang bukti lebih dari 250 kg narkotika jenis sabu yang sudah disita dan dimusnahkan,” ungkap Kapolda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah BI Kaltara menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh Kapolda dan jajarannya. Ia berharap, ke depan, kolaborasi antara BI dan Polda Kaltara semakin solid. “Selaku pejabat baru, kami memohon dukungan dan kerja sama yang berkesinambungan. Salah satu agenda terdekat adalah sosialisasi edukasi tentang ciri-ciri uang palsu kepada masyarakat dengan melibatkan Bhabinkamtibmas,” jelas Kepala BI.
Kepala BI juga menyinggung penjelasan Kapolda terkait tindak pidana narkotika, di mana ia menekankan bahwa masalah narkoba erat kaitannya dengan aspek ekonomi. Untuk itu, BI berkomitmen mendorong pengembangan UMKM guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BI juga siap menggandeng Polda Kaltara dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi tersebut.
Lebih lanjut, Kepala BI menjelaskan bahwa Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah tujuan investasi yang potensial, terutama dengan adanya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Mangkupadi yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan kehadiran banyak investor, termasuk tenaga kerja, akan terjadi peningkatan perputaran uang di wilayah ini. Oleh karena itu, BI berencana mempersiapkan fasilitas pelayanan pertukaran uang, ATM dan penyimpanan uang yang memadai.

“Hal-hal seperti inilah yang memerlukan sinergi dan kolaborasi erat antara BI dan Polda Kaltara untuk menjaga stabilitas ekonomi dan Kamtibmas,” tambah Kepala BI.
Dalam mendukung program ketahanan pangan, BI juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan berupa benih jagung kepada kelompok tani sesuai data yang nantinya akan disampaikan oleh Polda Kaltara. Kapolda menyambut baik hal ini dan menegaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan salah satu upaya Polda Kaltara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian.
Kunjungan silaturahmi ini diakhiri dengan harapan bahwa sinergi antara BI dan Polda Kaltara akan terus terjalin dengan baik, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Utara.
Polresta Bulungan Gencarkan Patroli Dialogis, Wujudkan Keamanan Bersama di Pasar Tradisional
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polresta Bulungan rutin melaksanakan patroli dialogis di berbagai titik strategis, termasuk pasar tradisional. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan rasa aman, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian dari strategi preventif untuk menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum Polresta Bulungan.
“Kegiatan ini rutin kami laksanakan, baik di pasar tradisional maupun lokasi lainnya yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kombes Pol Rofikoh.

Menurutnya, pasar tradisional dipilih sebagai salah satu lokasi karena merupakan tempat berkumpulnya banyak orang, sehingga rawan terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas.
Dalam pelaksanaan patroli, personel Polresta Bulungan tidak hanya berkeliling memantau situasi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Mereka mendengarkan aspirasi, keluhan, dan saran dari masyarakat terkait situasi keamanan di lingkungan sekitar.
“Melalui patroli ini, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dengan begitu, mereka tidak hanya merasa aman, tetapi juga merasa didengar oleh aparat kepolisian,” tambah Kombes Pol Rofikoh.
Salah satu pedagang pasar, Ibu Sari (45), mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran polisi yang rutin melakukan patroli di pasar. “Kami jadi lebih tenang berjualan. Kalau ada apa-apa, kami tahu harus menghubungi siapa,” ujarnya.
Selain menyampaikan imbauan terkait keamanan, patroli dialogis juga mencakup edukasi di berbagai bidang lain. Personel Polresta Bulungan memberikan sosialisasi mengenai ketertiban berlalu lintas, kewaspadaan terhadap tindak kriminal, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman di lingkungan mereka. Tidak hanya soal keamanan dari tindak kriminal, tapi juga bagaimana menjaga ketertiban secara umum, termasuk disiplin berlalu lintas dan kebersihan lingkungan,” jelas Kombes Pol Rofikoh.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Bulungan juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan yang mereka temui di lingkungan sekitar.
“Kami siap menerima laporan dari masyarakat dan akan memberikan respons cepat demi terciptanya Kamtibmas yang kondusif. Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula pihak kepolisian bisa mengambil tindakan yang diperlukan.
Dengan digelarnya patroli dialogis secara rutin, Polresta Bulungan berharap hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran mereka dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Jika masyarakat dan kepolisian saling mendukung, maka kita dapat mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan tertib,” tutup Kombes Pol Rofikoh.
Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen Polresta Bulungan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta menciptakan situasi yang kondusif di Kabupaten Bulungan. Dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir secara signifikan. (HmsPolresta)
Polresta Bulungan Gelar Program Minggu Kasih, Buka Layanan Konseling untuk Masyarakat
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Polresta Bulungan kembali menggelar Program Minggu Kasih yang bertujuan mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Jl. Cenderawasih, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan pada Minggu, 9 Februari 2025. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K. bersama para Pejabat Utama (PJU) Polresta Bulungan.

Dalam sesi dialog, Ustadz Riziq mengangkat pertanyaan terkait adanya layanan konseling yang sempat ia lihat di sebuah postingan media sosial.
“Jika seseorang memiliki suatu masalah, khususnya kejiwaan, saya pernah melihat postingan dari akun Polda Kaltara bahwa ada bantuan dari pihak kepolisian. Apakah itu betul, Bapak? Mohon penjelasannya,” tanya Ustadz Riziq di hadapan peserta yang hadir.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K. membenarkan bahwa memang ada layanan konseling yang disediakan oleh kepolisian.
“Benar, Pak, bahwa ada layanan konseling bagi yang membutuhkan. Namun, untuk lebih jelasnya, saya serahkan penjelasannya kepada Kabag SDM,” jawab Kombes Pol Rofikoh.
Sementara, Kabag SDM Polresta Bulungan, AKP Ma’at, menjelaskan lebih lanjut mengenai layanan konseling yang tersedia di lingkungan kepolisian.
“Di kepolisian sendiri terdapat Bagian Psikologi yang membuka layanan ini, baik untuk personel Polri maupun masyarakat. Namun, untuk saat ini, yang baru berjalan adalah konseling khusus untuk anggota Polri,” jelas AKP Ma’at.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut, kemungkinan karena kurangnya informasi atau perasaan malu untuk melakukan konseling.
“Untuk masyarakat, hingga saat ini animo-nya memang belum ada, sehingga belum ada realisasi konseling kepada masyarakat. Bisa jadi karena faktor ketidaktahuan atau faktor malu untuk melakukan konseling,” tambahnya.
Namun, Polresta Bulungan tetap berharap layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat ke depannya.
“Tentu harapan kami, melalui layanan ini, Polri betul-betul berdedikasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polresta Bulungan siap membantu siapa saja yang membutuhkan,” tutup AKP Ma’at.
Program Minggu Kasih sendiri menjadi salah satu wadah komunikasi antara masyarakat dan pihak kepolisian, di mana warga bebas menyampaikan keluhan, saran, maupun masukan terkait situasi di lingkungan mereka.
Kapolresta Kombes Pol Rofikoh menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan untuk memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dan percaya dengan kepolisian. Program ini akan terus kami laksanakan untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan adanya Program Minggu Kasih dan layanan konseling yang mulai diperkenalkan, diharapkan masyarakat Kabupaten Bulungan dapat lebih aktif berinteraksi dengan pihak kepolisian, tidak hanya dalam urusan hukum, tetapi juga dalam aspek sosial dan psikologis. (HmsPolresta)
Kapolresta Bulungan Hadiri Peresmian Landmark China Town dan Perayaan Imlek 2025: “Rukun Bersatu Menuju Indonesia Emas”
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., menghadiri acara Peresmian Landmark China Town yang diikuti dengan pertunjukan Liong dan Barongsai dalam rangka perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun 2576/2025. Acara yang mengusung tema “Rukun Bersatu Menuju Indonesia Emas” ini berlangsung meriah pada Minggu, 9 Februari 2025 sekitar pukul 18.30 WITA di Kabupaten Bulungan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, tokoh masyarakat, dan komunitas Tionghoa di Bulungan, menciptakan suasana yang penuh kebersamaan dan semangat keberagaman.
Dalam sambutannya, Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas peresmian landmark yang menjadi simbol baru bagi Kabupaten Bulungan.
“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul dalam acara yang penuh makna ini, yaitu peresmian Landmark China Town dan perayaan Imlek bersama di Kabupaten Bulungan tahun 2025,” ujar Syarwani.
Ia menekankan bahwa landmark ini bukan sekadar ikon baru bagi daerah, tetapi juga mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman yang telah menjadi ciri khas Kabupaten Bulungan.
“Saya, atas nama pribadi dan pemerintah daerah, merasa sangat bangga dan bersyukur bahwa pada malam hari ini kita menyaksikan peresmian Landmark China Town, yang menjadi simbol kekayaan budaya serta keberagaman etnis yang harmonis di Kabupaten Bulungan,” tambahnya.
Bupati Syarwani juga menyoroti makna penting perayaan Imlek yang tidak hanya sekadar seremonial, tetapi menjadi ajang mempererat tali persaudaraan dan membangun solidaritas antarwarga.
“Imlek bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan, membangun solidaritas, serta menjaga nilai-nilai budaya yang luhur,” jelasnya.
Menurutnya, perayaan Imlek di Bulungan mencerminkan harmoni antar komunitas yang berbeda latar belakang, dan menjadi bagian dari modal sosial dalam membangun daerah yang lebih maju dan harmonis.
“Kami dari jajaran pemerintah Kabupaten Bulungan tentunya senantiasa mendukung keberagaman budaya dan menjadikannya sebagai modal sosial dalam membangun daerah yang lebih maju dan harmonis,” tutup Syarwani.
Setelah peresmian landmark, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Liong dan Barongsai yang memukau para hadirin. Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, bersama pejabat lainnya, terlihat antusias menyaksikan pertunjukan yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan ini.
Dengan peresmian Landmark China Town ini, diharapkan semakin mempererat hubungan antarwarga di Kabupaten Bulungan, serta memperkuat semangat “Rukun Bersatu Menuju Indonesia Emas” dalam keberagaman budaya. (HmsPolresta)
Polwan Polresta Bulungan Berikan Self Healing Therapy bagi Korban Kecelakaan Speed Boat di Sungai Temangga
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Pasca kecelakaan tragis Speed Boat IQSA EXPRESS di Sungai Temangga, Kabupaten Bulungan pada Senin (10/2/2025) sekitar pukul 13.30 WITA, Polwan Polresta Bulungan turun tangan memberikan Self Healing Therapy bagi para korban yang selamat, Selasa (11/2/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis korban yang mengalami trauma akibat insiden tersebut.

Diketahui sebelumnya, kecelakaan bermula ketika rombongan keluarga yang baru menghadiri pesta pernikahan di Kampung Tias hendak kembali ke Tanjung Selor menggunakan Speed Boat IQSA EXPRESS. Kapal tersebut mengangkut sekitar 30 penumpang.
Dalam perjalanan, saat speed boat hendak berbelok memasuki Sungai Temangga, kapal tersebut menabrak batang kayu yang mengapung di permukaan sungai. Benturan keras menyebabkan speed boat terbalik dan tenggelam, membuat seluruh penumpang terjebak di dalam air.
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., melalui Kasi Humas Polresta Bulungan, Iptu Magdalena Lawai, S.Sos., menyampaikan bahwa selain upaya pencarian dan evakuasi korban, perhatian juga diberikan kepada para korban yang selamat namun mengalami trauma.
“Polwan Polresta Bulungan diterjunkan untuk memberikan Self Healing Therapy kepada para korban yang mengalami trauma pasca kecelakaan. Kami ingin memastikan mereka tidak hanya pulih secara fisik tetapi juga secara mental,” ujar Iptu Magdalena.
Therapy ini dilakukan di Dinas Sosial Kabupaten Bulungan. Polwan memberikan dukungan emosional, konseling ringan, dan teknik relaksasi sederhana untuk membantu korban menghadapi rasa takut dan kecemasan.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan dari Basarnas Tarakan, BPBD Bulungan, TNI/Polri, dan nelayan setempat berhasil mengevakuasi beberapa korban. Kecelakaan ini mengundang perhatian luas dari masyarakat dan pemerintah daerah. Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Pemerintah Kabupaten Bulungan akan memberikan bantuan dan dukungan sepenuhnya kepada para korban dan keluarga yang terdampak,” ujar Bupati Syarwani.
Selain itu, Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, yang meninjau langsung lokasi kejadian, memastikan bahwa pencarian korban yang hilang akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.
Kapolresta Bulungan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan transportasi sungai, terutama di musim penghujan ketika debit air meningkat dan banyak batang kayu yang mengapung di sungai, sehingga membahayakan pelayaran.
“Kami berharap masyarakat dapat lebih waspada. Selalu pastikan kondisi kapal layak jalan, gunakan pelampung, dan hindari perjalanan saat cuaca buruk,” tambah Iptu Magdalena.
Dengan adanya Self Healing Therapy ini, diharapkan para korban bisa segera pulih dari trauma dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Sementara itu, pencarian terhadap korban yang belum ditemukan akan terus dilanjutkan. (HmsPolresta)