Beranda blog Halaman 192

Eks Wakapolri Sebut Reformasi Polri Harus Menghidupkan Kultur dan Moral

0

Eks Wakapolri Sebut Reformasi Polri Harus Menghidupkan Kultur dan Moral

Jakarta Wakapolri periode 2011-2013, Komjen Pol. (Purn) Nanan Soekarna, buka suara soal reformasi Polri. Menurutnya, reformasi yang harus dilakukan Polri bukan soal perubahan struktur, melainkan kultur dan moral.

Nanan menyebut nilai-nilai moral yang terkandung di dalam Tribrata, Catur Prasetya, mesti dihidupkan kembali dan dijadikan pedoman oleh setiap anggota Polri. Hal ini disampaikan Nanan dalam kegiatan Sarasehan HUT Divhumas Polri di Auditorium STIK-PTIK, Jakarta, Kamis, 30 Oktober 2025.

“Reformasi sejati bukan mengganti struktur tapi menghidupkan kultur yang sudah ada di Tribrata, Catur Prasetya, Kode Etik Polri,” kata Nanan, Kamis, 30 Oktober 2025.

Nanan mengatakan seharusnya Polri itu miskin struktur, kaya fungsi. Artinya, sedikit strukturnya atau pimpinannya, namun fungsinya besar.

“Sekarang ya sama, kabinetnya besar, polisinya besar,” ujar dia.

Nanan memandang nilai-nilai kultur dan moral hanya dapat dihidupkan kembali apabila integritas dijadikan habitus atau kebiasaan oleh setiap anggota Polri ketika bertugas. Dengan begitu, integritas yang dibangun oleh setiap personel dapat menjadi integritas lembaga dan berujung pada kembalinya kepercayaan publik.

“Dari kultur itu hanya bisa hidup jika integritas menjadi habitus baru Polri. Integritas personal melahirkan integritas institusional,” ungkap Nanan.

Mantan Wakapolri ini pun menitipkan tiga prinsip yang mesti dipegang teguh oleh para anggota Korps Bhayangkara. Pertama, values for value. Ia meminta agar setiap anggota Polri tak melulu mementingkan jabatan dan uang.

“Sekarang no values, no nilai-nilai. Just status, rebutan status, rebutan fullus. Itulah bermasalah semua. APH sama, polisi, jaksa, hakim, lawyer, tangkapi semua. Karena dia no values, just status dan fullus,” tutur Nanan.

Eks Wakapolri Komjen Polisi Purnawirawan Nanan Soekarna/Metro TV/Siti Yona

Kemudian, prinsip yang kedua dan ketiga yakni full commitment no conspiracy serta integrity defender. Nanan mengatakan, anggota sepatutnya berani untuk melawan atasannya apabila melakukan perbuatan yang menyimpang demi melindungi atasan dan institusi.

“Ayo sama-sama kita menjadi integrity defender. Berani melawan atasan siapa pun, kalau tidak benar. Tapi untuk menjaga atasan dan institusi,” pungkas Nanan.

SELAYANG PANDANG SEJARAH DIVISI HUMAS POLRI DARI MASA KE MASA

0

SELAYANG PANDANG SEJARAH DIVISI HUMAS POLRI DARI MASA KE MASA

*Begini Sejarah Peringatan HUT Divisi Humas Polri*

Tanggal 30 Oktober menjadi momen bersejarah bagi Kepolisian Republik Indonesia karena merupakan Hari Ulang Tahun Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Polri. Tahun 2025 ini merupakan peringatan ke-74 tahun sejak lembaga itu dibentuk.


Merujuk situs resmi Polri, Divisi Humas berdiri pada 30 Oktober 1951 dengan nama awal Dinas Penerangan Polri (Dispenpol). Pembentukannya didasarkan pada Order Kepolisian Negara Pertama Jenderal R.S. Soekanto Nomor 65/IV/1951.
Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan organisasi, lembaga ini mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada 2001 berganti nama jadi Puspenpol (Pusat Penerangan Polri), lalu Badan Humas Polri pada 2002, dan akhirnya resmi bernama Divisi Humas Polri sejak 2005.

https://www.youtube.com/watch?v=zO2t-4gyrG4

Kini, Divisi Humas Polri membawahi tiga biro utama yakni Biro Penerangan Masyarakat (Penmas), Biro Pengelolaan Informasi dan Data (PID), serta Biro Multimedia. Divisi ini dipimpin oleh seorang perwira tinggi berpangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Peringati Hari Jadi Ke-74, Divisi Humas Polri Beri Tali Asih 100 Anak Yatim

0

Peringati Hari Jadi Ke-74, Divisi Humas Polri Beri Tali Asih 100 Anak Yatim

Jakarta – Divisi Humas Polri memberikan tali kasih ke sejumlah anak yatim. Kegiatan ini dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri.
Kegiatan ini diselenggarakan usai khataman Al-Qur’an yang diikuti 74 tahfiz Qur’an dari sejumlah pesantren. Personel Divisi Humas Polri juga mengikuti kegiatan ini.

“Alhamdulillah Hari Jadi Divisi Humas Polri yang ke-74 ini diawali dengan kegiatan yang sangat positif dengan diadakannya khotmul Qur’an serta santunan yatim sebanyak 100 anak,” ujar Pendamping Yatim dari Yayasan BSC Al Futuwwah Cipete Ustaz Achmad Suluki, Senin (27/10/2025).

Menurut Achmad, kegiatan ini menunjukkan Divisi Humas Polri yang religius serta humanis. Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, yang dinilai peduli anak yatim.

“Semoga ke depannya Divisi Humas yang dipimpin oleh Bapak Irjen Pol Sandi Nugroho lebih baik lagi dan semakin maju. Sukses doa kami semoga dalam menjalankan tugasnya selalu dalam lindungan Allah SWT serta dalam bimbingan dan taufiq hidayahnya serta diberikan keselamatan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diisi ceramah oleh Ustaz Haji Taufiqurrahman S.Q. Ia pun mengucapkan selamat atas Hari Jadi ke-74 Divisi Humas Polri.

“Selamat Milad Humas Polri yang ke-74, sebagai ungkapan tanda bersyukurnya di hari ini mengundang 74 para hafiz dan hafizah Quran 30 juz dan menyantuni sampe 74 anak-anak yatim,” tutur dia.

Ia bersyukur bahwa peringatan hari jadi ini diperingati dengan cara khatam Al-quran. Dia berharap kegiatan ini membawa keberkahan, Istiqomah, dan mendatangkan rida Allah.

Jelang HUT Ke-74, Divhumas Polri Gelar Khataman Al-Qur’an

0

Jelang HUT Ke-74, Divhumas Polri Gelar Khataman Al-Qur’an

Divisi Humas Polri menggelar khataman Al-Qur’an menjelang peringatan hari jadi ke-74. (dok istimewa)
Jakarta – Divisi Humas Polri menggelar khataman Al-Qur’an menjelang peringatan hari jadi ke-74. Khataman ini melibatkan 74 penghafal Al-Qur’an dari sejumlah pesantren beserta personel anggota Divhumas Polri.
Khataman ini dilaksanakan hingga menjelang waktu salat Zuhur dilanjutkan dengan doa Khatmil Qur’an yang dipimpin oleh Ustaz Ali Kholidin. Ia pun mengapresiasi kegiatan yang rutin diadakan menjelang peringatan hari jadi Divhumas Polri ini.

“Selamat hari jadi Humas Polri ke-74, terima kasih kepada Mabes Polri, terutama Kadivhumas Polri telah menyelenggarakan acara khotmil Qur’an sebanyak 74 khataman,” katanya, Senin (27/10/25).

Ia berharap kegiatan ini menjadi berkah bagi jajaran Divhumas Polri. “Ini merupakan berkah tersendiri bagi Polri, melalui firman-firman Tuhan yang dibacakan pada hari jadi Humas ke-74, mudah-mudahan ayat-ayat yang dibacakan membawa keberkahan bagi Polri terutama personel Divhumas Polri,” ujarnya.

Kegiatan ini juga diisi ceramah oleh Ustaz Taufiqurrahman. Ustaz Taufiqurrahman turut mengucapkan selamat kepada Divisi Humas Polri atas hari jadi yang ke-74.

“Selamat Milad Humas Polri yang ke-74, sebagai ungkapan tanda bersyukurnya di hari ini mengundang 74 para hafiz dan hafizah Qur’an 30 juz dan menyantuni sampai 74 anak-anak yatim,” ujar dia.

Ia bersyukur peringatan hari jadi ini diperingati dengan cara khatam Al-Qur’an. Kegiatan ini diyakini akan menambah keberkahan, istikamah, dan mendatangkan ridho Allah SWT.

HUT Ke-74, Humas Polri Gelar Diskusi Keteladanan Pendiri Brimob M Jasin

0

HUT Ke-74, Humas Polri Gelar Diskusi Keteladanan Pendiri Brimob M Jasin

Divisi Humas Polri menggelar diskusi mengenai keteladanan M Jasin (tangkapan layar)
Jakarta – Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan hidup Mohammad Jasin, pendiri Brigade Mobile (Brimob) yang juga dikenal sebagai ‘Bapak Brimob’. Keteladanannya pada masa lampau dapat ditiru oleh seluruh aparat penegak hukum.
Pada hari jadi ke-74, Divisi Humas Polri menggelar diskusi mengenai keteladanan Mohammad Jasin, Kamis (30/10). Hadir sebagai narasumber yakni Sejarawan Lorenzo Youwerissa, Kapuspen Polri Tahun 2001 Komjen (Purn) Didi Widayadi, dosen Universitas Indonesia (UI), serta pengamat sosial dan komunikasi Devie Rahmawati.

Dalam acara tersebut hadir pula para narasumber lain yaitu Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial Rustika Herlambang, Mantan Anggota DPR Johan Budi Sapto Pribowo, dan Aktivis HAM Usman Hamid.

Lorenzo selaku sejarawan mulanya bercerita mengenai momen Jasin membacakan ikrar sebagai Polisi Republik Indonesia pada tahun 1945. Setelah Jepang kalah dari sekutu, terjadi kekosongan pemerintahan di Indonesia.

Pada 19 Agustus 1945, Jasin, yang kala itu menjabat Komandan Pasukan Polisi Istimewa Surabaya, didatangi oleh para pemuda. Ia ditanya, apakah polisi masih berpihak kepada Jepang atau kini membela Indonesia.

“Dari sanalah dari tanggal 20 (Agustus 1945) malam, Pak Jasin mengumpulkan beberapa anggota polisi istimewa yang lain dan keputusan akhirnya adalah membacakan ikrar polisi istimewa adalah Polisi Republik Indonesia (pada) 21 Agustus 1945 jam 7 pagi,” kata Lorenzo.

“Ini adalah merupakan sebuah inisiatif dengan penggunaan diskresi yang tepat. Apa dampaknya? Status hukum yang jelas,” ujarnya.

Di saat yang sama, Jasin juga membina Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). Jasin beserta anggotanya membina dan melatih badan-badan perjuangan dan pelajar mengenai cara menggunakan senjata.

“Ini menjalin hubungan yang baik dan mengajarkan mereka (para pelajar) bagaimana menjaga Kamtibmas ketika mungkin polisi kekuatannya terbatas hanya 250 orang kala itu,” sambungnya.

Lorenzo menjelaskan diplomasi juga menjadi kekuatan Jasin. Usai kalah dari sekutu, sebagian tentara Jepang masih berada di Indonesia.

Terdengar kabar Belanda dan sekutunya akan kembali ke Indonesia. Jasin kemudian diminta oleh rakyat Indonesia, yang kala itu tak punya senjata api, untuk meminta senjata api kepada otoritas Jepang.

Namun, Jepang khawatir bila rakyat Indonesia diberikan senjata, maka bisa berdampak fatal bagi keselamatan tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia. Dengan kekuatan diplomasinya, Jasin bisa melobi militer Jepang untuk memberikan senjata kepada rakyat Indonesia.

“Sifat-sifat diplomasinya beliau sebenarnya yang bisa meyakinkan Jepang ‘tenang kalian (Jepang) aman, tidak perlu khawatir, saya komandan polisi’. Maka dari itu Pak Jasin bisa memberikan win win solution dari pihak rakyat mendapatkan senjata sesuai dengan keinginan mereka, sementara Jepang yang meminta keamanan dari Pak Jasin, menjamin keamanan,” jelas Lorenzo.

Tak hanya itu, Lorenzo mengatakan Jasin juga pernah menolak kenaikan pangkat dari Presiden Megawati Soekarnoputri. Jasin, kata Lorenzo, tak mau menerima kenaikan pangkat sebelum anak buahnya naik pangkat.

“Dia berpikir ‘kenapa saya harus naik pangkat kalau anak buah saya tidak naik pangkat. Naikkan dulu pangkat anak buah saya, baru saya mau terima’,” tutur Lorenzo menirukan reaksi Jasin.

Dosen UI sekaligus pengamat sosial dan komunikasi, Devie Rahmawati, juga memuji keteladanan Jasin semasa hidupnya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupan Jasin.

“Dari beliau kita belajar komunikasi adalah taktik, bukan pelengkap di medan Surabaya hingga konsolidasi Brimob. Kemenangan bukan hanya soal daya tempur melainkan daya menjelaskan mengapa polisi hadir, apa yang kita lakukan, dan bagaimana rakyat dapat berperan,” ucap Devie.
“Itu bahasa komunikasi komando yang meredakan panik,” lanjutnya.

Karena keahlian komunikasinya, Jasin, terang Devie, memberikan pengalaman yang menyejukkan. Devie mengatakan Jasin bisa menyatukan langkah dan mengundang partisipasi aktif rakyat.

“Kenapa mereka (rakyat) mau partisipasi? karena mereka mereka percaya karena komunikasi yang dilakukan polisi saat itu oleh Pak Jasin,” ujar Devie.

“Menunjukkan polisi yang diwakili Pak Jasin saat itu melewati zamannya. Kini teladan itu makin relevan,” lanjutnya.

Kapuspen Polri 2001, Komjen (purn) Didi Widayadi, mengatakan polisi masa kini perlu meneladani Didi. Polisi, tutur Didi, harus bisa melanjutkan semangat Jasin.

“Tentunya kita harus bisa mengidentifikasi apa nilai-nilai Jasin dengan semangat perjuangan dan justifikasinya mengapa kok (Jasin) dapat nilai-nilai organik, nilai-nilai mendasar itu sampai revolusi,” imbuh Didi.

Sebagai informasi, Mohammad wafat pada 3 Mei 2012 di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Atas jasa-jasanya yang luar biasa, Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden No. 116/TK/Tahun 2015 menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada M Jasin.

Ia menjadi polisi pertama dalam sejarah Republik Indonesia yang memperoleh gelar tersebut. Penghargaan ini menegaskan perannya sebagai tokoh pejuang, pendiri Brimob, serta sosok polisi teladan yang tidak hanya berjuang di medan tempur, tetapi juga di panggung diplomasi dan kenegaraan.

Peringati Hari Jadi Ke-74, Humas Polri Gelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan

0

Peringati Hari Jadi Ke-74, Humas Polri Gelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan

Jakarta – Humas Polri memperingati hari jadi ke-74 dengan menggelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan bertajuk ‘Transformasi Polisi Humanis Guna Mendukung Harapan Masyarakat’. Acara ini diharapkan menjadi komunikasi dua arah dalam meningkatkan kepercayaan publik.
Sarasehan ini digelar di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Kamis (30/10/2025). Acara dihadiri oleh Kadivhumas Polri Irjen Sandi Nugroho, dan sejumlah pejabat utama Mabes Polri, pejabat Divhumas Polri, para Kabidhumas Polda Jajaran, para pemimpin redaksi media nasional, serta para Kadivhumas Polri pada masanya.

Selain itu, sejumlah mantan Kadivhumas turut hadir dalam acara ini, yaitu Irjen Purn Sidarto Danusubroto, Komjen Purn Togar M Sianipar, Komjen Purn Didi Widayadi, Irjen Purn Sisno Adiwinoto, Komjen Purn Nanan Soekarna, Irjen Purn H Iskandar Hasan, Komjen Purn H Saud Usman Nasution, Komjen Purn Anang Iskandar, Irjen Purn Ronny Franky Sompie, serta Komjen Purn Setyo Wasisto.

HUT Ke-74, Humas Polri Gelar Diskusi Keteladanan Pendiri Brimob M Jasin
Acara ini juga dihadiri oleh Ibu Ruby M Jasin, istri dari almarhum Komjen M Jasin, beserta keluarga. Ketua Panitia Kombes Komang Suartana menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-74 Humas Polri bukan hanya seremoni, tetapi juga momentum refleksi.

https://youtu.be/mlIkGx3ZuOw?si=-BL920damAU9Cj_Q

“Pelaksanaan Hari Jadi ke-74 Humas Polri ini sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pengabdian dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat, serta menguatkan peran Humas Polri sebagai jembatan komunikasi dua arah dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujar Kombes Komang.

Komang mengatakan tema yang diangkat tahun ini mencerminkan semangat transformasi Polri menuju institusi yang lebih profesional, akuntabel, dan humanis.

“Melalui tema Polisi Humanis Harapan Masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan nilai-nilai empati, kepedulian, serta pengabdian kepada masyarakat,” imbuhnya.

Acara diawali dengan doa, tarian pembuka, dan laporan panitia, dilanjutkan sarasehan menghadirkan narasumber mantan Wakapolri Komjen Purn Nanan Soekarna, penasihat ahli Kapolri bidang media sosial Rustika Herlambang, mantan anggota DPR RI Johan Budi, serta aktivis HAM Usman Hamid.

Kemudian, untuk dialog kebangsaan ini menghadirkan Komjen Purn Didi Widayadi, sejarawan Lorenzo Yauwerissa, serta akademisi Dr Devie Rahmawati turut memperkaya perspektif kebangsaan. penyerahan cendera mata kepada keluarga M Jasin sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada pahlawan nasional.

Peringatan hari jadi ke-74 ini diharapkan semakin memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat, serta meneguhkan peran Humas sebagai garda depan komunikasi publik yang humanis dan terpercaya.

Kapolri Tak Menyangka Presiden Prabowo Menghadiri Pemusnahan Narkoba

0

Kapolri Tak Menyangka Presiden Prabowo Menghadiri Pemusnahan Narkoba

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Periode Oktober 2024-2025 di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Oktober 2025. Sebab, dirinya tidak menyangka bahwa Kepala Negara akan datang pada acara pemusnahan narkoba itu.

“Yang terhormat Bapak Presiden, jujur, Pak, kehadiran Bapak hari ini sebenarnya di luar ekspektasi kami. Terima kasih, Pak,” kata Listyo dikutip dari Antara, Rabu, 29 Oktober 2025.

Jenderal bintang empat itu bercerita dirinya melaporkan terkait acara pemusnahan narkobaini kepada Presiden Prabowo beberapa hari lalu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Saat itu, Presiden Prabowo langsung berkenan memimpin acara pemusnahan.

“Bahkan, beliau menyampaikan kalau ada pabrik atau penangkapan besar, beliau akan langsung hadir,” ungkap Listyo.

Atas hal tersebut, Kapolri pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo. Menurut dia, sikap RI 1 tersebut sebagai motivasi kepada seluruh aparat kepolisian dalam memberantas narkoba.

“Ini membuat seluruh anggota kami menjadi sangat termotivasi,” sebut Listyo.

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Jaksel. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba hari ini, Presiden Prabowo memimpin langsung dengan secara simbolis memusnahkan beberapa bungkus narkoba. Adapun selama periode Oktober 2024 sampai dengan Oktober 2025, Polri dapat mengungkap 49.306 kasus narkoba yang melibatkan 65.572 tersangka serta menyita berbagai jenis narkoba dengan total 214,84 ton.

Terhadap barang bukti narkoba yang telah diamankan tersebut, telah dilakukan beberapa kali pemusnahan di setiap daerah. Sehingga, total barang haram yang dimusnahkan seberat 212,7 ton.

Hal tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah diatur dalam Pasal 91 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, yaitu pemusnahan barang sita narkotika dilakukan paling lama tujuh hari setelah memperoleh penetapan pemusnahan dari Kepala Kejaksaan Negeri setempat.

Sisa barang bukti narkoba sebanyak 2,1 ton dimusnahkan dengan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Turut hadir sejumlah pejabat dalam acara ini seperti, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Hakim Agung Mahkamah Agung Yanto, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam dan Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, Menteri Hukum (Menkum) Supratman Andi Agtas, Menteri Impas Agus Andrianto, hingga Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan.

Selain itu, hadir pula sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri, diantaranya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kepala Bareskrim Polri Komjen Syahardiantono, hingga sejumlah kapolda.

Presiden Prabowo Tegaskan Dukungan ke Polri: Kalau Ada Pabrik Narkoba Diungkap, Saya Ingin Hadir!

0

Presiden Prabowo Tegaskan Dukungan ke Polri: Kalau Ada Pabrik Narkoba Diungkap, Saya Ingin Hadir!

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba. Hal itu disampaikan saat beliau menghadiri kegiatan pemusnahan 214,84 ton barang bukti narkoba yang disita oleh Polri di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025).

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo secara tegas menyatakan keinginannya untuk turut hadir langsung ketika Polri berhasil mengungkap pabrik narkoba di masa mendatang.

“Tadi saya sampaikan ke Kapolri, kalau ada indikasi pabrik mau diini (ungkap), saya ingin hadir juga pada saat itu. Untuk memberi penekanan bahwa ini usaha kita semua,” ujar Presiden Prabowo dengan penuh semangat.


Menurut Prabowo, kehadirannya dalam kegiatan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap Polri dan seluruh aparat penegak hukum yang berjuang di garis depan memberantas narkoba.

“Saya ingin menunjukkan bahwa negara serius, pemerintah hadir, dan kita tidak akan kompromi terhadap kejahatan narkoba,” tegasnya.

Presiden juga mengapresiasi langkah tegas Polri yang berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah masif, serta menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman narkotika.

Kehadiran Presiden dalam kegiatan pemusnahan ini pun mendapat sambutan hangat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri mengaku bangga dan menyebut kehadiran Presiden merupakan dorongan moral besar bagi seluruh jajaran Polri dalam melanjutkan perang terhadap narkoba.

Dengan semangat nasional yang menggelora, Presiden Prabowo menutup pesannya bahwa perang melawan narkoba adalah perang untuk masa depan bangsa.

“Kita tidak boleh kalah. Ini tanggung jawab bersama demi menyelamatkan generasi penerus Indonesia.”

#IndonesiaTanpaNarkoba #PolriPresisi #PresidenPrabowo #PerangLawanNarkoba #HumasPolri

 

Kapolda Metro Tekankan Peran Bhabinkamtibmas Jaga Jakarta, Ciptakan Rasa Aman

0

Kapolda Metro Tekankan Peran Bhabinkamtibmas Jaga Jakarta, Ciptakan Rasa Aman

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan pengarahan kepada 907 personel Bhabinkamtibmas Polda Metro Jaya. Ia menekankan peran penting Bhabinkamtibmas dalam Jaga Jakarta untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di masyarakat.
Hal itu disampaikan Irjen Asep Edi Suheri dalam pengarahan dengan tema ‘Jaga Jakarta, Kita Ciptakan Rasa Aman dan Nyaman di Lingkungan Kita’ di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya (BPMJ), Rabu (29/10/2025). Kegiatan ini digelar untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang memiliki dinamika sosial tinggi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Metro Jaya dalam memperkuat kualitas pembinaan Bhabinkamtibmas agar lebih responsif dan humanis dalam melayani masyarakat.

“Arahan Bapak Kapolda menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas bukan hanya petugas keamanan, tetapi juga sahabat bagi masyarakat. Mereka harus hadir, mendengar, dan memberikan solusi dengan cara yang humanis,” ujar Brigjen Pol Ade Ary.

Menurutnya, wilayah megapolitan seperti Jakarta memiliki tingkat mobilitas dan keragaman sosial yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut kehadiran petugas Bhabinkamtibmas yang sigap, komunikatif, dan mampu memahami dinamika masyarakat di wilayahnya.

Brigjen Ade Ary menambahkan, di era digital saat ini, arus informasi yang cepat dan masif menuntut Bhabinkamtibmas untuk lebih tanggap terhadap potensi penyebaran berita palsu (hoaks) atau disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menekankan peran penting Bhabinkamtibmas dalam Jaga Jakarta. (Dok. Istimewa)
“Kehadiran Bhabinkamtibmas yang aktif di tengah masyarakat mampu mencegah keresahan sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas. Polri ingin memastikan setiap warga merasa aman dan terlindungi,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya memperkuat komunikasi sosial, mengenal karakteristik warga binaan, dan memanfaatkan teknologi untuk pelaporan cepat.

“Bhabinkamtibmas perlu memiliki empati dan kemampuan komunikasi yang selaras dengan karakter masyarakat. Dengan itu, kehadiran Polri akan benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan Pelayan Masyarakat,” tegasnya.

Polda Metro Jaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara warga, tokoh masyarakat, dan aparat kepolisian menjadi kunci dalam menciptakan Jakarta yang aman dan nyaman.

“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi menjaga lingkungannya, saling peduli, dan saling melindungi,” pungkasnya.

Warga Jakut Terharu, Dua Mobil Rental yang Dicuri Lima Bulan Dikembalikan Polisi

Warga Jakut Terharu, Dua Mobil Rental yang Dicuri Lima Bulan Dikembalikan Polisi

 

Suasana haru menyelimuti halaman Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (27/10/2025). Dengan mata berkaca-kaca, Wawan Darmawan, warga Jakarta Utara, tak kuasa menahan tangis bahagia saat dua mobil rental miliknya yang sempat hilang berbulan-bulan akhirnya kembali ke tangannya.

Dua mobil miliknya, Toyota Yaris dan Toyota Rush, dikembalikan dalam kondisi utuh oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Priok setelah berhasil mengungkap kasus penggelapan kendaraan oleh pelanggannya sendiri.

“Alhamdulillah, mobil sudah ditemukan dalam keadaan baik, mulus, enggak ada sedikit pun yang hilang. Terima kasih banyak kepada jajaran kepolisian,” ujar Wawan penuh haru.

Kasus ini bermula ketika Wawan, yang mengelola usaha penyewaan mobil di Jakarta Utara, menerima order penyewaan dari seorang pria berinisial T (40) pada awal tahun 2025. Pelaku menyewa dua unit mobil dengan perjanjian selama lima bulan. Namun setelah masa sewa berakhir, T tidak juga mengembalikan mobil maupun melunasi biaya sewanya.

“Pada bulan ke enam sampai ke 10, biaya sewa tidak dibayarkan dan dua unit mobil tidak dikembalikan. Pelapor kemudian melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada 21 Mei 2025,” terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Martuasah Tobing.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Satreskrim melakukan penyelidikan intensif dan pelacakan melalui sistem GPS. Dari hasil penelusuran, diketahui bahwa kedua mobil telah dibawa keluar wilayah Jakarta. Polisi kemudian melakukan pengejaran lintas daerah hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan di kawasan Jakarta Utara.

Dari hasil pengembangan, Toyota Yaris ditemukan di Lampung Selatan, sementara Toyota Rush berhasil diamankan di Madura, Jawa Timur. “Pelaku kami amankan beserta barang bukti dua kendaraan yang sempat dijualnya ke luar daerah,” jelas Martuasah.

Atas perbuatannya, pelaku T kini ditahan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Kisah ini menjadi bukti nyata kerja keras dan kesigapan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus kejahatan, sekaligus membawa kembali harapan bagi masyarakat yang menjadi korban.

“Terima kasih kepada polisi. Saya sudah pasrah, tapi ternyata keajaiban datang lewat tangan mereka,” tutur Wawan dengan senyum lega.

 

 

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.