Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu
Nama AKP Anumerta Lusiyanto kembali menjadi sorotan setelah gugur dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kini, muncul kabar bahwa almarhum menerima setoran dari praktik perjudian tersebut. Namun, sang istri dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurut sang istri, AKP Anumerta Lusiyanto menolak amplop berisi Rp 1 juta yang diberikan oleh seorang oknum TNI yang diduga menjadi pelaku penembakan. Diketahui, almarhum sering tidak disukai karena dikenal tegas dalam memberantas praktik perjudian di wilayahnya.
Rumah Sederhana AKP Anumerta Lusiyanto Di tengah simpang siur pemberitaan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang jauh dari kesan mewah. Video tersebut diunggah oleh anggota Biddokkes Polda Lampung, Aipda Romi Indra Setiawan. “Saya terharu dengan pemberitaan sekarang, yang katanya beliau dapat ini, dapat itu. Ini teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi dalam videonya.
Dalam unggahan di akun TikTok @romi_indra_setiawan, terlihat akses menuju rumah almarhum harus melewati pekarangan rumah orang lain. Aipda Romi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Narwin harus berjalan melalui gang sempit dan jalan setapak. Baca juga: 4 Hari Sebelum Tewas Ditembak di Way Kanan, Kapolsek Negara Batin Lusiyanto Turun Bagikan Takjil “Ini lewat gang sempit, gang kecil. Mobil bisa masuk nggak, Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi. “Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” jawab Aipda Narwin. Rumah tersebut berada di ujung tanjakan, dengan pagar bambu sederhana setinggi paha orang dewasa. Dinding rumah belum diplester, dan bagian dalam rumah juga tampak sederhana
. “Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” ujar Aipda Romi. Interior Rumah yang Sederhana Masuk ke dalam rumah, dindingnya didominasi warna kuning. Di ruang tamu terdapat sofa merah lengkap dengan meja serta beberapa foto almarhum bersama istrinya yang terpajang di dinding. “Saya pengen nangis, Pak. Saya tahu benar kondisi beliau ketika diotopsi di kamar jenazah,” ujar Aipda Romi sambil memperlihatkan foto-foto almarhum saat masih sekolah perwira.
Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu
Nama AKP Anumerta Lusiyanto kembali menjadi sorotan setelah gugur dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kini, muncul kabar bahwa almarhum menerima setoran dari praktik perjudian tersebut. Namun, sang istri dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurut sang istri, AKP Anumerta Lusiyanto menolak amplop berisi Rp 1 juta yang diberikan oleh seorang oknum TNI yang diduga menjadi pelaku penembakan. Diketahui, almarhum sering tidak disukai karena dikenal tegas dalam memberantas praktik perjudian di wilayahnya.
Rumah Sederhana AKP Anumerta Lusiyanto Di tengah simpang siur pemberitaan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang jauh dari kesan mewah. Video tersebut diunggah oleh anggota Biddokkes Polda Lampung, Aipda Romi Indra Setiawan. “Saya terharu dengan pemberitaan sekarang, yang katanya beliau dapat ini, dapat itu. Ini teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi dalam videonya.
Dalam unggahan di akun TikTok @romi_indra_setiawan, terlihat akses menuju rumah almarhum harus melewati pekarangan rumah orang lain. Aipda Romi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Narwin harus berjalan melalui gang sempit dan jalan setapak. Baca juga: 4 Hari Sebelum Tewas Ditembak di Way Kanan, Kapolsek Negara Batin Lusiyanto Turun Bagikan Takjil “Ini lewat gang sempit, gang kecil. Mobil bisa masuk nggak, Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi. “Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” jawab Aipda Narwin. Rumah tersebut berada di ujung tanjakan, dengan pagar bambu sederhana setinggi paha orang dewasa. Dinding rumah belum diplester, dan bagian dalam rumah juga tampak sederhana
. “Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” ujar Aipda Romi. Interior Rumah yang Sederhana Masuk ke dalam rumah, dindingnya didominasi warna kuning. Di ruang tamu terdapat sofa merah lengkap dengan meja serta beberapa foto almarhum bersama istrinya yang terpajang di dinding. “Saya pengen nangis, Pak. Saya tahu benar kondisi beliau ketika diotopsi di kamar jenazah,” ujar Aipda Romi sambil memperlihatkan foto-foto almarhum saat masih sekolah perwira.
Curhatan Pilu Anak Kapolsek Lusiyanto, Sebut Ayah Kerja Sampingan Jadi Sopir Untuk Biayai Kuliah Saya
Curhatan pilu nan menyayat hati, putri Kapolsek Negara Batin AKP (Anumerta) Lusiyanto, bernama Bila viral di media sosial.
Cuhatan tersebut disampaikan Bila, setelah ayahnya meninggal dunia ditembak oknum TNI saat menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.
Aksi penembakan tersebut diketahui tak hanya menewaskan Lusiyanto, tetapi juga Batin Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto, dan Briptu (Anumerta) M Ghalib Surya Ganta.
Lewat akun TikTok miliknya @.sabils pada Jumat (21/3/2025), Bila menuliskan pesan menyentuh untuk ayahnya.
“Papa, Bila tau papa liat bila dari atas sana kan? papa jagain bila kan? Bila yakin pasti papa jagain Bila,” tulis Bila.
“Paa… sakit sekali rasanya hati Bila, hancur bgt pa, Bila tau pa Bila harus ikhlas dan menerima semua ini, karena papa meninggal dengan cara yang baik di bulan yang baik bahkan sampai saat papa meninggal papa masih dalam keadaan berpuasa,” ungkapnya.
PELUK PETI AYAH: Putri Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto yang tewas ditembak Kopral TNI nangis peluk peti sang ayah, Selasa (18/3/2025). (Tribun Lampung)
“MasyaAllah sekali pa, Allah Maha Baik, semua orang mengenang kebaikan papa semua orang menjadi saksi klo papa orang baik,” ujar Bila.
Membaca kenangan, Bila mengungkapkan bagaimana ayahnya yang selama hidupnya selalu mengajarkan kebaikan dan kejujuran.
Ia menyampaikan rasa rindu yang mendalam kepada ayahnya yang telah tiada.
“Pa.. terimakasih sudah mendidik Bila jadi anak yang kuat, meskipun papa treat Bila sebagai princess kecil papa tapi papa enggak pernah ajarin Bila jadi perempuan yang lemah. Papa selalu ajarkan kebaikan ke Bila, untuk jadi manusia yang jujur, bahkan papa selalu ingetin Bila buat enggak balas kejahatan dengan kejahatan, papa selalu bilang harus jadi orang baik walaupun orang jahat sama kita tapi kita enggak bales jahat,” ungkap Bila.
Satu tahun tak berjumpa, Bila mengaku sangat kangen dengan sang ayah.
“Paa.. satu tahun kita ga ketemu tapi kenapa saat kita ketemu lagi papa malah pergi ninggalin Bila. satu tahun Bila ga peluk papa satu tahun Bila ga cium papa, kemarin pas Bila pulang bila peluk papa badan papa udh kaku pa,” ujarnya sedih.
“Tapi badan papa bersih wajah papa bercahaya dan senyum. Bila pegang papa dari ujung kepala sampai ujung kaki papa karena Bila kangen banget, Bila peluk papa bila cium papa. Sekangen itu Bila pa, bener-bener kangen,” ujar Bila.
Dirinya pun mengingat janjinya kepada sang ayah, mulai dari pulang ke kampung halaman ketika lebaran hingga janji ayahnya yang bakal menghadiri wisudanya kelak.
“Papa janji sm bila lebaran ini kita pulang ke Belitang ke kampung papa lebaran disana, tapi kenapa pulangnya sekarang dengan keadaan kaya gini. Papa juga janji mau datang wisuda bila di bulan Mei, kata papa ‘iya sayang papa usahain ya kita nabung dulu biar bisa ke wisuda bila dan kita jalan-jalan disana’,” ungkap Bila.
Bila menyebut demi membiayainya kuliah, Iptu Lusityo bahkan rela bekerja sampingan menjadi sopir travel.
“Segala hal papa usahakan buat Bila, buat pendidikan Bila supaya Bila bisa sekolah setinggi-tinggi nya, papa kerja siang malam, sampingan sambil jadi supir travel demi biaya pendidikan Bila dan kehidupan Bila.
Karena papa enggak mau anak papa dikasih uang haram mknya papa selalu kerja siang malam tanpa kenal lelah, papa enggak pernah dzolim sama orang papa enggak pernah mau dikasih ataupun disuap uang oleh siapapun.
Bahkan papa kalau bantu orang bene-bener ikhlas karena papa tau yang papa bantu juga mereka susah.
Papa selalu ingetin Bila untuk selalu sholat 5 waktu, selalu berbuat baik, jadi anak jujur dan enggak boleh jahat sama orang,” kenangnya.
Di akhir pesannya, Bila berjanji untuk terus berjuang mencari keadilan bagi ayahnya.
Dirinya mengaku akan berjuang sekuat tenaga, meskipun diakuinya banyak fitnah dan tuduhan tidak benar tentang ayahnya.
“Papa disini bBila cari keadilan yang seadil adilnya untuk papa, Bila berjuang sekuat tenaga untuk menegakkan keadilan untuk papa, walaupun sekarang banyak sekali fitnahan dan tuduhan yang tidak benar tentang papa, itu semua menghapus dosa-dosa dan menjadi ladang pahala untuk papa,” ungkap Bila.
“Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik pa insyaAllah kebenaran akan terungkap,” imbuhnya.
“Bila enggak akan gentar dan enggak akan takut untuk melawan mereka yang sudah berbuat kejam seperti ini karena Bila harus menegakkan keadilan untuk papa.
Bila ga perduli sebesar dan sekuat apa power mereka, Bila juga punya kekuatan dan keyakinan karena Bila yakin Allah akan menunjukkan Kebesaran nya dan Mu kjizatnya,” ujar Bila berharap.
Kejadian tragis ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, dengan banyak pihak yang menyerukan agar pelaku penembakan dihukum seadil-adilnya.
@ABCDEFARHAN: Mbaa kalo ditawarin masuk polisi jalur rekpro, tolong banget diambil yaa mbakk, lanjutkan perjuangan alm papamu
@Rozy: Husnul khotimah pak, hormat setinggi tingginya untuk iptu Lusiyanto
@Rak: Aku percaya Pak Lusiyanto orang baik, soalnya Pak Lusiyanto ga gendut
@j.naibaho: hormat setinggi-tingginya untuk Alm.komandan lusiyanto semoga surga untuk mu ndan
@anisaputriov: apapunnn itu opini diluar sanaa, kita tauu mana faktanyaa. APAPUNN ITUU GADA YANG DIBENARKAN ATAS PENEMBAKANN YANG DILAKUIN OLEHHH PELAKUU. pelaku harus dihukuk seadil adilnya dan SEBERAT BERATNYAA
@Timbangane: Impian semua orang, di saat meninggal, banyak orang bercerita tentang kebaikannya, inshallah senior husnul hotimah
Beredar Isu Soal Setoran
Diberitakan sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam II / Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar memberikan pernyataan terkait dengan apakah ada setoran uang terhadap oknum Polisi di balik bisnis judi sabung ayam di Kampung Karang Manik.
“Keterangan sementara dari saksi menyatakan memang ada ikatan komitmen itu, setoran,” kata Kolonel Inf Eko.
Ia menegaskan dalam bisnis judi sabung ayam terdapat aliran duit, sehingga keuntungan dari bisnis haram itu pun dibagi-bagi kepada oknum-oknum aparat.
Sekalipun ia belum bisa menjelaskan oknum institusi mana yang dimaksud oleh saksi-saksi.
“Ini sabung ayam ada duit, ya dibagi siapa. Keterangan saksi ya itu, ada duit ya, dibagi,” tegasnya.
“Tapi pun ini masih proses lebih lanjut, oknum-oknumnya apa aja, mungkin yang lain-lain siapa aja, kita tunggu prosesnya,” sambung Eko.
Namun satu yang ia dapat katakan, jika persoalan ada setoran uang dalam bisnis judi sabung ayam tersebut dipastikan benar adanya.
“Duit dibagi ada, ya. Kita bukan bodoh-bodoh amat lah. Duit ada, ya. Setor ada, ya,” pungkasnya.
Empat hari sebelum gugur ditembak, Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto sempat membagikan takjil gratis kepada warga.
Pembagian takjil tersebut dilakukan di depan Mapolsek Negara Batin pada Kamis sore, 13 Maret 2025.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan, pembagian takjil tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.
“Almarhum sempat bagikan takjil kepada masyarakat setempat di sana,” kata Yuni di RS Bhayangkara, Lampung, Selasa 18 Maret 2025.
Yuni mengatakan, Iptu Lusiyanto turun langsung membagikan 50 paket takjil kepada warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Yuni menambahkan, peristiwa gugurnya tiga anggota polisi itu menimbulkan duka mendalam bagi jajaran Polda Lampung.
“Kami mohon doanya. Para korban gugur saat sedang bertugas memberantas tindak kriminal,” kata Yuni dikutip dari RMOLLampung.
Diketahui, tiga personel terbaik Polda Lampung gugur diakibatkan luka tembak di kepala yang terjadi pada saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manuk, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, pada Senin 17 Maret 2025.
Kapolsek Negara Batin, AKP (Anumerta) Lusiyanto, mengalami luka tembak di bagian dada kanan yang menyebabkan kerusakan organ dalam.
Sementara itu, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto mengalami luka tembak di area mata kiri, menyebabkan cedera parah di bagian kepala.
Terakhir, Briptu (Anumerta) Ghalib Surya Ganta, mengalami luka tembak di sekitar bibir kiri yang mengakibatkan cedera fatal di rongga mulut dan kepala bagian belakang.
Kondisi Kamar Kapolsek Negara Batin AKP Lusiyanto Disorot
PENAMPAKAN kamar Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto, polisi yang gugur karena kasus penembakan di Way Kanan, Lampung mencuri perhatian.
Kondisi kamar tersebut diungkap oleh anggota Biddokkes Polda Lampung Aipda Romi Indra Setiawan yang mendatangi langsung rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto.
“Kita lihat kamarnya, seperti ini kamau beliau. Ini kasurnya sudah, bahkan seprainya sudah jebol,” kata dia.
Pada akun TikTok Aipda Romi Indra Setiawan, @romi_indra_setiawan, ia awalnya menceritakan akses menuju rumah Lusiyanto harus melewati pekarangan rumah orang.
Romi didampingi Bhabin Fajar Isuk, Aipda Narwin harus melewati jalan setapak untuk menuju ke rumah Lusiyanto.
“Ini lewat gang sempit, gang kecil bahkan, ini mobil nggak Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi.
“Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” ucap Aipda Narwin.
Tak jauh dari gang sempit itu, ada sebuah rumah yang ada di ujung tanjakan jalan.
Rumah itu tampak dipasangi pagar bambu setinggi paha orang dewasa.
“Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” kata Aipda Romi.
Di bagian depan rumah itu tampak ada beberapa tanaman yang disimpan dalam pot.
Masuk ke dalam, rumah itu didominasi cat tembok berwarna kuning.
Tampak ada kursi sofa berwarna merah lengkap dengan mejanya di ruang tamu.
Di ruangan itu juga terlihat ada beberapa foto almarhum dan istrinya yang dipajang di dinding.
Melihat foto-foto itu, Aipda Romi pun dibuat terharu.
Apalagi saat ini banyak pemberitaan yang menarasikan kalau Lusiyanto menerima uang dari arena judi sabung ayam itu.
“Saya terharu dengan pemberitaan-pemberitaan sekarang ya, yang katanya beliau dapat apa, dapat apa. Ini temen-temen lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi.
“Saya pengen nangis Pak, beneran Pak. Saya tahu bener kondisinya beliau ketika diotopsi di kamar jenazah.”(*) #polisi#kapolsek
Luar Biasa!, Baru Jabat Dua Bulan Dirresnarkoba Polda NTT Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Di Denpasar
Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Kombes. Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., berhasil mengungkap jaringan narkoba di wilayah Denpasar. Suatu komitmen yang sangat besar meski baru dua bulan menjabat.
Seorang pria berinisial MF (38) diamankan di sebuah tempat hiburan malam, di jalan Taman Pancing Barat di kota Denpasar pada Minggu (23/3/2025) dini hari.
“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi yang petugas terima. Tim Subdit 1 Ditresnarkoba yang dipimpin AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., M.H., berhasil mengamankan tersangka di depan THM Delona Vista sekitar pukul 02.20 WITA,” ungkap Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
Dijelaskannya bahwa, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga butir pil yang diduga ekstasi dari tangan tersangka. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam dan satu kartu SIM.
“Petugas akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa tersangka MF merupakan warga Kampung Islam Kepaon, Pamogan, Denpasar Selatan. Ia diduga melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro.
Selain mengamankan tersangka dan barang bukti, petugas juga telah memeriksa empat orang saksi.
“Kami juga akan melakukan tes urine terhadap tersangka dan mengirimkan barang bukti ke Puslabfor Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.
Polda NTT berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Masyarakat diimbau untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
Luar Biasa!, Baru Jabat Dua Bulan Dirresnarkoba Polda NTT Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Di Denpasar
Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Kombes. Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., berhasil mengungkap jaringan narkoba di wilayah Denpasar. Suatu komitmen yang sangat besar meski baru dua bulan menjabat.
Seorang pria berinisial MF (38) diamankan di sebuah tempat hiburan malam, di jalan Taman Pancing Barat di kota Denpasar pada Minggu (23/3/2025) dini hari.
“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi yang petugas terima. Tim Subdit 1 Ditresnarkoba yang dipimpin AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., M.H., berhasil mengamankan tersangka di depan THM Delona Vista sekitar pukul 02.20 WITA,” ungkap Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
Dijelaskannya bahwa, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga butir pil yang diduga ekstasi dari tangan tersangka. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam dan satu kartu SIM.
“Petugas akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa tersangka MF merupakan warga Kampung Islam Kepaon, Pamogan, Denpasar Selatan. Ia diduga melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro.
Selain mengamankan tersangka dan barang bukti, petugas juga telah memeriksa empat orang saksi.
“Kami juga akan melakukan tes urine terhadap tersangka dan mengirimkan barang bukti ke Puslabfor Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.
Polda NTT berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Masyarakat diimbau untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
Polresta Bulungan Gelar Shalat Ghaib untuk Tiga Anggota Polri yang Gugur di Lampung
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bulungan, Polda Kalimantan Utara (Kaltara), menggelar shalat ghaib sebagai bentuk dukacita dan penghormatan atas gugurnya tiga anggota Polri saat melaksanakan tugas di Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (19/3/2025) di Masjid Asmaul Husna, Polresta Bulungan, diikuti oleh seluruh jajaran Polresta Bulungan.
Seluruh peserta shalat ghaib bersama-sama mendoakan ketiga anggota Polri yang gugur agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Kami segenap keluarga besar Polresta Bulungan turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya tiga anggota Polri dalam tugas negara,” kata Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K.
Kapolresta Bulungan menegaskan bahwa kegiatan shalat ghaib ini merupakan bentuk solidaritas dan penghormatan kepada para anggota Polri yang telah gugur dalam menjalankan tugas negara.
“Mereka gugur dalam tugas, sekali lagi kita turut berduka dan memberikan penghormatan terakhir atas jiwa kesatria yang ditunjukkannya dalam bertugas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolresta juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan dukungan dari Polresta Bulungan kepada keluarga besar Polri yang sedang berduka. Hal ini juga menjadi komitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban demi masyarakat.
“Kami akan terus melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi dan semangat, serta menjaga kesatuan dan solidaritas Polri,” tutupnya.
Dengan kegiatan ini, Polresta Bulungan memperlihatkan bahwa Polri tidak hanya bertugas sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai keluarga besar yang saling mendukung dalam keadaan suka maupun duka.(HmsPolresta)
Polresta Bulungan Berbagi Takjil, Wujud Polri Hadir di Tengah Masyarakat
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Dalam momen bulan suci Ramadhan 1446 H, jajaran Polresta Bulungan terus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat dengan melaksanakan aksi berbagi kasih. Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan selama bulan Ramadhan ini adalah pembagian takjil kepada masyarakat sebagai wujud nyata Polri hadir dan peduli terhadap warga. Kali ini digelar depan Mako Polresta Bulungan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kota Bulungan, serta sejumlah personel Polresta Bulungan.
Masyarakat menyambut baik program berbagi kasih ini, yang dianggap sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Sejumlah pengendara dan pejalan kaki yang melintas di lokasi pembagian tampak antusias menerima takjil yang dibagikan oleh personel kepolisian.
Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara Polri untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan.
“Kegiatan berbagi takjil ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Ini juga sebagai ajang mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolresta.
Kapolresta Bulungan menambahkan bahwa aksi berbagi takjil ini akan terus dilakukan secara rutin selama bulan Ramadhan, dengan harapan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa menjadi ladang amal bagi kami semua dan semakin mempererat hubungan baik antara Polri dan warga Bulungan,” tambahnya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Polresta Bulungan dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta menegaskan komitmen Polri untuk selalu hadir dan memberikan manfaat di tengah-tengah warga, terutama di momen penuh berkah seperti bulan suci Ramadhan. (HmsPolresta)
Polresta Bulungan Gelar Bazar dan Baksos Ramadhan 2025, Wujud Kepedulian untuk Personel dan PHL
TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan 1446 H, Polresta Bulungan menggelar kegiatan Bazar Ramadhan Polri Presisi dan Bakti Sosial (Baksos) Ramadhan Bhayangkari 2025 di Mako Polresta Bulungan, Jumat (21/3/2025).
Berita Polisi Acara ini dihadiri oleh Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, beserta jajaran, di antaranya para Kabag, Kasi, Bhayangkari Cabang Kota Bulungan, serta seluruh personel Polresta Bulungan dan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang menjadi penerima manfaat dari kegiatan ini.
Selama acara, suasana berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Polri Presisi dalam memberikan perhatian kepada seluruh personel serta tenaga PHL yang turut berperan dalam mendukung tugas kepolisian di wilayah Bulungan.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, secara langsung menyerahkan bantuan sosial kepada para penerima manfaat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dan apresiasi terhadap seluruh anggota yang telah berdedikasi dalam menjalankan tugasnya.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota, baik personel tetap maupun PHL, dapat merasakan kebersamaan dan keberkahan bulan suci Ramadhan ini. Bazar dan Baksos ini diadakan sebagai bentuk perhatian serta dukungan bagi mereka yang telah bekerja keras demi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Kapolresta.
Dalam kegiatan ini, disediakan paket sembako melalui Bazar Ramadhan. Selain itu, paket Baksos yang berisi kebutuhan pokok juga diberikan secara gratis kepada para penerima manfaat.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari, terutama di bulan Ramadhan, di mana pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat,” tambah Kapolresta.
Bhayangkari Cabang Kota Bulungan turut berperan aktif dalam pelaksanaan Baksos ini dengan membagikan paket sembako serta memberikan dukungan moril kepada para keluarga anggota kepolisian.
Kapolresta Bulungan menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam membangun hubungan yang lebih erat antara anggota, keluarga besar Polri, serta masyarakat.
“Kami akan terus mengupayakan program-program sosial yang bermanfaat bagi seluruh anggota, terutama mereka yang membutuhkan dukungan tambahan. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua di bulan suci ini,” tutup Kapolresta.
Dengan terlaksananya Bazar Ramadhan Polri Presisi dan Baksos Bhayangkari 2025, diharapkan seluruh personel dan tenaga PHL Polresta Bulungan dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan penuh keberkahan. (HmsPolresta)