Beranda blog Halaman 219

Kapolresta Bulungan Pimpin Program “Minggu Kasih” di Tanjung Palas Timur, Bahas Pendaftaran Polri 2025

0

Kapolresta Bulungan Pimpin Program “Minggu Kasih” di Tanjung Palas Timur, Bahas Pendaftaran Polri 2025

TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, memimpin langsung kegiatan Minggu Kasih yang digelar di Jl. Perjuangan, Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Minggu (19/1/2025). Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjadi wadah untuk menyerap aspirasi warga.

 

Dalam suasana yang penuh keakraban, warga antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan. Salah satu interaksi yang mencuri perhatian datang dari Bapak Laode, seorang warga setempat, yang bertanya tentang pendaftaran menjadi anggota Polri.

“Izin Pak Kapolresta, saya mau bertanya, apakah tahun ini ada pendaftaran untuk masuk polisi? Kebetulan anak saya saat ini sudah kelas 3 SMA dan akan lulus tahun ini,” tanya Laode.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kombes Pol Rofikoh memberikan penjelasan yang komprehensif.

“Terima kasih, Bapak Laode, atas pertanyaannya. Untuk tahun ini, sudah pasti ada pendaftaran menjadi anggota Polri, baik untuk Akpol, SIPSS, Bintara, maupun Tamtama. Namun, hingga saat ini, pendaftaran yang baru dibuka adalah SIPSS. Untuk pendaftaran lainnya, masih menunggu petunjuk dan arahan dari satuan atas, yaitu Mabes Polri,” jelasnya.

Kapolresta juga memberikan saran kepada Laode terkait persiapan anaknya.

“Sembari menunggu informasi pembukaan pendaftaran Polri, saya menyarankan agar anak Bapak mulai mempersiapkan diri dengan baik, khususnya dalam penguatan fisik dan latihan soal-soal akademik. Dengan begitu, ketika pendaftaran dibuka, ia sudah siap berjuang dan bersaing bersama calon lainnya di Kalimantan Utara. Semoga sukses, dan terima kasih,” ujar Kapolresta.

Program Minggu Kasih yang digagas Polresta Bulungan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui dialog langsung. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi.

Kapolresta menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan institusi Polri kepada masyarakat.

“Program ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mendengar dan memahami kebutuhan mereka. Kami berharap melalui program ini, sinergi antara Polri dan masyarakat semakin kuat,” katanya.

Dengan program seperti Minggu Kasih, Polresta Bulungan berharap dapat terus membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, menciptakan rasa aman, serta mendorong generasi muda untuk berkontribusi melalui institusi Polri. (HmsPolresta)

Polresta Bulungan Intensifkan Patroli Dialogis Demi Wujudkan Kamtibmas Kondusif

0

Polresta Bulungan Intensifkan Patroli Dialogis Demi Wujudkan Kamtibmas Kondusif

TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Personel Polresta Bulungan kembali melaksanakan patroli dialogis rutin untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Bulungan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa Malam (14/1/2025) ini bertujuan memperkuat hubungan antara masyarakat dan kepolisian sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu langkah efektif dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Patroli dialogis ini tidak hanya sekadar menunjukkan kehadiran polisi di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi forum komunikasi untuk mendengar langsung keluhan, saran, dan informasi dari warga,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa patroli semacam ini diharapkan dapat mencegah tindak kriminalitas dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Bulungan.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa terlindungi, sekaligus terlibat aktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka,” ujar Kapolresta.

Dalam kesempatan patroli tersebut, personel Polresta Bulungan mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga keamanan lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau agar warga segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan atau potensi gangguan Kamtibmas. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” kata salah satu petugas yang terlibat dalam patroli.

Selain berkomunikasi langsung, patroli dialogis juga digunakan sebagai sarana edukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kerukunan dan kewaspadaan. Petugas memberikan penyuluhan singkat mengenai bahaya hoaks dan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kapolresta Bulungan berharap patroli dialogis ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mempererat sinergi antara polisi dan warga.
“Kami ingin membangun rasa percaya masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan kepercayaan yang tinggi, upaya menjaga keamanan akan semakin mudah terwujud,” tegasnya.

Masyarakat menyambut baik langkah Polresta Bulungan ini dan berharap kegiatan patroli dialogis dapat terus dilakukan secara konsisten demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif di Kabupaten Bulungan. (HmsPolresta)

Personel Sat Lantas Polresta Bulungan Lakukan Strong Poin untuk Jamin Kamseltibcar dan Kurangi Lakalantas Pelajar

0

Personel Sat Lantas Polresta Bulungan Lakukan Strong Poin untuk Jamin Kamseltibcar dan Kurangi Lakalantas Pelajar

TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polresta Bulungan aktif melaksanakan kegiatan strong poin di berbagai titik strategis di wilayah Tanjung Selor. Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) sekaligus meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas), khususnya di kalangan pelajar.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen pihaknya untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jalan, terutama saat jam rawan lalu lintas.

“Kami berfokus pada waktu-waktu krusial, seperti saat pelajar berangkat dan pulang sekolah. Personel kami ditempatkan di persimpangan jalan dan area sekolah untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta memberikan edukasi kepada pengguna jalan agar mematuhi aturan,” ujar Rofikoh.

Selain itu, Rofikoh menambahkan bahwa strong poin ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas. “Kami mengimbau kepada orang tua untuk memastikan anak-anaknya menggunakan helm standar saat berkendara dan tidak mengizinkan mereka mengendarai motor jika belum cukup umur,” tegasnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang warga, Lidia, menyatakan, “Kami sangat terbantu dengan adanya polisi di jalan pada pagi hari. Lalu lintas jadi lebih tertib, dan anak-anak lebih aman saat berangkat sekolah.”

Dengan kegiatan strong poin ini, Polresta Bulungan berharap dapat menciptakan budaya tertib lalu lintas dan menurunkan angka kecelakaan, khususnya di wilayah Bulungan. (HmsPolresta)

Polresta Bulungan Gelar Program Jum’at Curhat, Warga Sampaikan Keluhan Terkait Lampu Lalu Lintas

0

Polresta Bulungan Gelar Program Jum’at Curhat, Warga Sampaikan Keluhan Terkait Lampu Lalu Lintas

TANJUNG SELOR, Polda Kaltara, Polresta Bulungan – Polresta Bulungan kembali menggelar program Jum’at Curhat yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung. Program ini dipimpin oleh Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto, S.I.K, melalui Kasat Lantas AKP Rudika Harto Kanajiri.

“Jum’at Curhat ini adalah momen bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, atau masukan terkait permasalahan yang mereka hadapi. Kami berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdialog langsung dengan kami,” ungkap AKP Rudika.

Salah satu warga, Arui Iman, mengajukan pertanyaan mengenai kondisi lampu lalu lintas di perempatan Jalan Rambutan dan Jalan Durian, dekat Masjid SMAN 1 Tanjung Selor. Ia mengeluhkan bahwa sering kali lampu lalu lintas di lokasi tersebut tidak berfungsi, terutama pada malam hari, sehingga membingungkan pengendara.

“Izin bertanya, Bapak, mengenai lampu lalu lintas di perempatan Rambutan dan Durian yang kadang mati, terutama pada malam hari. Apa langkah yang harus kami lakukan jika menghadapi situasi tersebut? Terima kasih,” tanya Arui.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kasat Lantas AKP Rudika menjelaskan bahwa lampu lalu lintas di lokasi tersebut memang masih dalam tahap percobaan dan perbaikan oleh penyedia alat.

“Kami telah mendapatkan informasi dari penyedia lampu lalu lintas bahwa alat ini sedang dalam proses perbaikan, terutama untuk operasional pada malam hari. Harapannya, ke depan alat ini dapat di-upgrade sehingga berfungsi penuh sepanjang waktu,” jelasnya.

Ia juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan dan bersikap sabar dalam situasi tersebut.

“Ketika lampu lalu lintas tidak beroperasi, kami mengimbau para pengendara untuk menonjolkan sikap sabar. Beri kesempatan kepada pengendara yang sudah lama menunggu untuk melintas terlebih dahulu, dan ikuti pola giliran sesuai arah jarum jam—dahulukan belok ke kanan, kemudian ke kiri. Dengan cara ini, kita dapat mengurangi risiko kecelakaan,” tegas AKP Rudika.

Program Jum’at Curhat ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasa keluhan mereka didengar dan ditanggapi langsung oleh pihak kepolisian. Polresta Bulungan berharap kegiatan ini dapat terus meningkatkan hubungan baik antara masyarakat dan Polri, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. (HmsPolresta)

Wakapolri Resmi Membuka Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 TA 2025 di Lembang

0

Wakapolri Resmi Membuka Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 TA 2025 di Lembang

Lembang-Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., secara resmi membuka pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Gedung Utaryo, Lembang. Acara pembukaan ini dihadiri oleh para peserta didik yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga lainnya.

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Ahmad Dofiri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan 105 peserta Sespimti Polri dan 370 peserta Sespimmen Polri yang telah melalui proses seleksi ketat dan kompetitif. “Keberhasilan saudara untuk mengikuti pendidikan ini adalah bukti kualitas dan potensi besar yang saudara miliki. Ini merupakan awal dari perjalanan penting dalam membangun kompetensi kepemimpinan tingkat tinggi dan menengah,” ujarnya.

Dalam pembekalannya, Wakapolri menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik di tingkat global maupun nasional. Di tingkat global, konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina serta ketegangan di kawasan Asia Timur menjadi isu yang memengaruhi stabilitas dunia. Sementara itu, di dalam negeri, ancaman terorisme, radikalisme, dan gangguan keamanan di Papua masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan komprehensif dan sinergis.

Beliau juga menyinggung dampak dari era digital dan hyper-connectivity, yang memunculkan ancaman baru berupa hoaks serta potensi disintegrasi sosial. Menurut beliau, kondisi ini hanya dapat diatasi oleh pemimpin yang memiliki pengetahuan luas, kreativitas tinggi, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat.

Komjen Pol. Ahmad Dofiri menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan Sespimti dan Sespimmen disusun dengan fokus pada tiga pilar utama:

1. Pembangunan Karakter: Menanamkan nilai kebhayangkaraan, kepemimpinan, integritas, dan antikorupsi.

2. Ilmu Kepolisian Modern: Memberikan pemahaman tentang berbagai isu strategis, termasuk kejahatan transnasional, keamanan siber, dan manajemen krisis.

3. Kapita Selekta: Mengembangkan wawasan tentang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan global.

Beliau juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik, agar para peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Pesan Wakapolri kepada para peserta didik untuk menjunjung tinggi tiga prinsip utama, yaitu tanggon, tanggap, dan trengginas. Ketiga nilai tersebut mencakup mental yang kokoh, intelektual yang tajam, serta fisik yang prima, yang harus menjadi fondasi dalam menghadapi kompleksitas tugas di masa depan.

“Manfaatkan waktu pendidikan ini untuk menggali ilmu, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi yang solid. Jadilah pemimpin yang tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi teladan bagi organisasi dan masyarakat,” pesan beliau.

Melalui pendidikan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang siap membawa organisasi ke arah yang lebih profesional, modern, dan terpercaya. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para peserta didik diharapkan mampu menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan nasional secara efektif.

“Selamat menempuh pendidikan. Semoga saudara dapat menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, dan adaptif,” tutup Komjen Pol. Ahmad Dofiri.

Semangaaat Wakapolri Resmi Membuka Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 TA 2025 di Lembang

0

Wakapolri Resmi Membuka Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 TA 2025 di Lembang

Lembang-Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., secara resmi membuka pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Gedung Utaryo, Lembang. Acara pembukaan ini dihadiri oleh para peserta didik yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga lainnya.

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Ahmad Dofiri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan 105 peserta Sespimti Polri dan 370 peserta Sespimmen Polri yang telah melalui proses seleksi ketat dan kompetitif. “Keberhasilan saudara untuk mengikuti pendidikan ini adalah bukti kualitas dan potensi besar yang saudara miliki. Ini merupakan awal dari perjalanan penting dalam membangun kompetensi kepemimpinan tingkat tinggi dan menengah,” ujarnya.

Dalam pembekalannya, Wakapolri menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik di tingkat global maupun nasional. Di tingkat global, konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina serta ketegangan di kawasan Asia Timur menjadi isu yang memengaruhi stabilitas dunia. Sementara itu, di dalam negeri, ancaman terorisme, radikalisme, dan gangguan keamanan di Papua masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan komprehensif dan sinergis.

Beliau juga menyinggung dampak dari era digital dan hyper-connectivity, yang memunculkan ancaman baru berupa hoaks serta potensi disintegrasi sosial. Menurut beliau, kondisi ini hanya dapat diatasi oleh pemimpin yang memiliki pengetahuan luas, kreativitas tinggi, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat.

Komjen Pol. Ahmad Dofiri menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan Sespimti dan Sespimmen disusun dengan fokus pada tiga pilar utama:

1. Pembangunan Karakter: Menanamkan nilai kebhayangkaraan, kepemimpinan, integritas, dan antikorupsi.

2. Ilmu Kepolisian Modern: Memberikan pemahaman tentang berbagai isu strategis, termasuk kejahatan transnasional, keamanan siber, dan manajemen krisis.

3. Kapita Selekta: Mengembangkan wawasan tentang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan global.

Beliau juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik, agar para peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Pesan Wakapolri kepada para peserta didik untuk menjunjung tinggi tiga prinsip utama, yaitu tanggon, tanggap, dan trengginas. Ketiga nilai tersebut mencakup mental yang kokoh, intelektual yang tajam, serta fisik yang prima, yang harus menjadi fondasi dalam menghadapi kompleksitas tugas di masa depan.

“Manfaatkan waktu pendidikan ini untuk menggali ilmu, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi yang solid. Jadilah pemimpin yang tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi teladan bagi organisasi dan masyarakat,” pesan beliau.

Melalui pendidikan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang siap membawa organisasi ke arah yang lebih profesional, modern, dan terpercaya. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para peserta didik diharapkan mampu menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan nasional secara efektif.

“Selamat menempuh pendidikan. Semoga saudara dapat menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, dan adaptif,” tutup Komjen Pol. Ahmad Dofiri.

Terbaik !!! Wakapolri Resmi Membuka Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 TA 2025 di Lembang

0

Wakapolri Resmi Membuka Pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 TA 2025 di Lembang

Lembang-Wakapolri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., secara resmi membuka pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 dan Sespimmen Polri Dikreg ke-65 Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Gedung Utaryo, Lembang. Acara pembukaan ini dihadiri oleh para peserta didik yang terdiri dari personel Polri, TNI, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga lainnya.

Dalam sambutannya, Komjen Pol. Ahmad Dofiri menyampaikan apresiasi atas keberhasilan 105 peserta Sespimti Polri dan 370 peserta Sespimmen Polri yang telah melalui proses seleksi ketat dan kompetitif. “Keberhasilan saudara untuk mengikuti pendidikan ini adalah bukti kualitas dan potensi besar yang saudara miliki. Ini merupakan awal dari perjalanan penting dalam membangun kompetensi kepemimpinan tingkat tinggi dan menengah,” ujarnya.

Dalam pembekalannya, Wakapolri menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik di tingkat global maupun nasional. Di tingkat global, konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina serta ketegangan di kawasan Asia Timur menjadi isu yang memengaruhi stabilitas dunia. Sementara itu, di dalam negeri, ancaman terorisme, radikalisme, dan gangguan keamanan di Papua masih menjadi tantangan serius yang memerlukan penanganan komprehensif dan sinergis.

Beliau juga menyinggung dampak dari era digital dan hyper-connectivity, yang memunculkan ancaman baru berupa hoaks serta potensi disintegrasi sosial. Menurut beliau, kondisi ini hanya dapat diatasi oleh pemimpin yang memiliki pengetahuan luas, kreativitas tinggi, serta kemampuan beradaptasi dengan cepat.

Komjen Pol. Ahmad Dofiri menjelaskan bahwa kurikulum pendidikan Sespimti dan Sespimmen disusun dengan fokus pada tiga pilar utama:

1. Pembangunan Karakter: Menanamkan nilai kebhayangkaraan, kepemimpinan, integritas, dan antikorupsi.

2. Ilmu Kepolisian Modern: Memberikan pemahaman tentang berbagai isu strategis, termasuk kejahatan transnasional, keamanan siber, dan manajemen krisis.

3. Kapita Selekta: Mengembangkan wawasan tentang politik, ekonomi, sosial-budaya, dan keamanan global.

Beliau juga menekankan pentingnya pembelajaran berbasis praktik, agar para peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Pesan Wakapolri kepada para peserta didik untuk menjunjung tinggi tiga prinsip utama, yaitu tanggon, tanggap, dan trengginas. Ketiga nilai tersebut mencakup mental yang kokoh, intelektual yang tajam, serta fisik yang prima, yang harus menjadi fondasi dalam menghadapi kompleksitas tugas di masa depan.

“Manfaatkan waktu pendidikan ini untuk menggali ilmu, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi yang solid. Jadilah pemimpin yang tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga menjadi teladan bagi organisasi dan masyarakat,” pesan beliau.

Melalui pendidikan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang siap membawa organisasi ke arah yang lebih profesional, modern, dan terpercaya. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh, para peserta didik diharapkan mampu menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan nasional secara efektif.

“Selamat menempuh pendidikan. Semoga saudara dapat menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, dan adaptif,” tutup Komjen Pol. Ahmad Dofiri.

Kapolri Ingin Kembangkan Direktorat PPA-PPO hingga Polda-Polres, Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

0

Kapolri Ingin Kembangkan Direktorat PPA-PPO hingga Polda-Polres, Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menargetkan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) dapat dikembangkan hingga tingkat Polda dan Polres.

Langkah ini dilakukan dalam rangka mendukung perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat sambutan dalam acara Tanwir I Aisyiyah yang digelar Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025). Kapolri awalnya menceritakan perjuangan Polri dalam membentuk Direktorat PPA-PPO.

“Tidak mudah mengembangkan dari Subdit menjadi Direktorat, mungkin bagi rekan-rekan yang pernah ikut bersama-sama, betapa sulitnya untuk bisa mengembangkan Subdit ini menjadi direktorat khusus,” ujar Kapolri.

Kapolri mengaku telah berulang kali mengusulkan pembentukan Direktorat PPA-PPO kepada MenPAN-RB namun belum berhasil. Upaya itu juga dibantu oleh Menteri PPPA yang juga ikut mendorong usulan kepada MenPAN-RB. Namun lagi-lagi upaya itu kandas.

“Sehingga di satu momentum yang pas pada saat kami melaksanakan ratas dengan Bapak Presiden, saat itu kami menyampaikan mengenai pentingnya adanya direktorat khusus yang menangani perempuan dan anak. Alhamdulillah pada saat itu Bapak Presiden Bapak Jokowi setuju sehingga alhamdulillah perjalanan panjang ini berhasil dan Polri bisa membentuk Direkorat Perempuan dan Anak,” jelas Kapolri.

Kepada seluruh peserta Tanwir Aisyiyah, Kapolri meminta dukungan agar Direktorat PPA-PPO dapat dikembangkan hingga ke tingkat Polda dan Polres. Kapolri menekankan bahwa dukungan dari Aisyiyah sangat penting untuk mendukung harmonisasi struktur Direktorat PPA-PPO di lingkungan Polri.

“Kami ingin direktorat ini tidak hanya di Mabes tapi ini bisa kita kembangkan sampai dengan Polda dan Polres, saat ini kami juga sedang berjuang melakukan harmonisasi ini di KemenPAN-RB. Dan mumpung hari ini kami bertemu Aisyiyah, kami yakin kalau Aisyiyah ini ikut teriak ke menteri MenPAN-RB mudah-mudah minggu depan ini harmonisasi ini bisa segera selesai,” imbuh Kapolri.

Kapolri Ingin Kembangkan Direktorat PPA-PPO hingga Polda-Polres, Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

0

Kapolri Ingin Kembangkan Direktorat PPA-PPO hingga Polda-Polres, Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menargetkan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) dapat dikembangkan hingga tingkat Polda dan Polres.

Langkah ini dilakukan dalam rangka mendukung perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat sambutan dalam acara Tanwir I Aisyiyah yang digelar Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025). Kapolri awalnya menceritakan perjuangan Polri dalam membentuk Direktorat PPA-PPO.

“Tidak mudah mengembangkan dari Subdit menjadi Direktorat, mungkin bagi rekan-rekan yang pernah ikut bersama-sama, betapa sulitnya untuk bisa mengembangkan Subdit ini menjadi direktorat khusus,” ujar Kapolri.

Kapolri mengaku telah berulang kali mengusulkan pembentukan Direktorat PPA-PPO kepada MenPAN-RB namun belum berhasil. Upaya itu juga dibantu oleh Menteri PPPA yang juga ikut mendorong usulan kepada MenPAN-RB. Namun lagi-lagi upaya itu kandas.

“Sehingga di satu momentum yang pas pada saat kami melaksanakan ratas dengan Bapak Presiden, saat itu kami menyampaikan mengenai pentingnya adanya direktorat khusus yang menangani perempuan dan anak. Alhamdulillah pada saat itu Bapak Presiden Bapak Jokowi setuju sehingga alhamdulillah perjalanan panjang ini berhasil dan Polri bisa membentuk Direkorat Perempuan dan Anak,” jelas Kapolri.

Kepada seluruh peserta Tanwir Aisyiyah, Kapolri meminta dukungan agar Direktorat PPA-PPO dapat dikembangkan hingga ke tingkat Polda dan Polres. Kapolri menekankan bahwa dukungan dari Aisyiyah sangat penting untuk mendukung harmonisasi struktur Direktorat PPA-PPO di lingkungan Polri.

“Kami ingin direktorat ini tidak hanya di Mabes tapi ini bisa kita kembangkan sampai dengan Polda dan Polres, saat ini kami juga sedang berjuang melakukan harmonisasi ini di KemenPAN-RB. Dan mumpung hari ini kami bertemu Aisyiyah, kami yakin kalau Aisyiyah ini ikut teriak ke menteri MenPAN-RB mudah-mudah minggu depan ini harmonisasi ini bisa segera selesai,” imbuh Kapolri.

Kapolri Ingin Kembangkan Direktorat PPA-PPO hingga Polda-Polres, Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

0

Kapolri Ingin Kembangkan Direktorat PPA-PPO hingga Polda-Polres, Dukung Perlindungan Perempuan dan Anak

Jakarta. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menargetkan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) dapat dikembangkan hingga tingkat Polda dan Polres.

Langkah ini dilakukan dalam rangka mendukung perlindungan perempuan dan anak di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolri saat sambutan dalam acara Tanwir I Aisyiyah yang digelar Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2025). Kapolri awalnya menceritakan perjuangan Polri dalam membentuk Direktorat PPA-PPO.

“Tidak mudah mengembangkan dari Subdit menjadi Direktorat, mungkin bagi rekan-rekan yang pernah ikut bersama-sama, betapa sulitnya untuk bisa mengembangkan Subdit ini menjadi direktorat khusus,” ujar Kapolri.

Kapolri mengaku telah berulang kali mengusulkan pembentukan Direktorat PPA-PPO kepada MenPAN-RB namun belum berhasil. Upaya itu juga dibantu oleh Menteri PPPA yang juga ikut mendorong usulan kepada MenPAN-RB. Namun lagi-lagi upaya itu kandas.

“Sehingga di satu momentum yang pas pada saat kami melaksanakan ratas dengan Bapak Presiden, saat itu kami menyampaikan mengenai pentingnya adanya direktorat khusus yang menangani perempuan dan anak. Alhamdulillah pada saat itu Bapak Presiden Bapak Jokowi setuju sehingga alhamdulillah perjalanan panjang ini berhasil dan Polri bisa membentuk Direkorat Perempuan dan Anak,” jelas Kapolri.

Kepada seluruh peserta Tanwir Aisyiyah, Kapolri meminta dukungan agar Direktorat PPA-PPO dapat dikembangkan hingga ke tingkat Polda dan Polres. Kapolri menekankan bahwa dukungan dari Aisyiyah sangat penting untuk mendukung harmonisasi struktur Direktorat PPA-PPO di lingkungan Polri.

“Kami ingin direktorat ini tidak hanya di Mabes tapi ini bisa kita kembangkan sampai dengan Polda dan Polres, saat ini kami juga sedang berjuang melakukan harmonisasi ini di KemenPAN-RB. Dan mumpung hari ini kami bertemu Aisyiyah, kami yakin kalau Aisyiyah ini ikut teriak ke menteri MenPAN-RB mudah-mudah minggu depan ini harmonisasi ini bisa segera selesai,” imbuh Kapolri.

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.