Beranda blog Halaman 6

Helikopter Ditpolairud Polda Sulut Sisir Gunung Soputan, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api

0

Helikopter Ditpolairud Polda Sulut Sisir Gunung Soputan, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api

Sulut – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

“Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.

Helikopter Ditpolairud Polda Sulut Sisir Gunung Soputan, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api

0

Helikopter Ditpolairud Polda Sulut Sisir Gunung Soputan, Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api

Sulut – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

“Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.

Helikopter Polri Pantau Karhutla Gunung Soputan, Polda Sulut Pastikan Titik Api Padam

0

Helikopter Polri Pantau Karhutla Gunung Soputan, Polda Sulut Pastikan Titik Api Padam

Sulut – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara mengerahkan Helikopter Polisi P-3002 untuk melakukan pemantauan udara terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Soputan, Selasa (4/8/2026). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan kebakaran sekaligus memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemantauan udara dipimpin langsung Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli, didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, Direktur Samapta Kombes Pol. Mohamad Zamroni, serta Dansat Brimob Kombes Pol Robby M. Samban.

Helikopter P-3002 lepas landas dari Bandara Internasional Sam Ratulangi pukul 15.07 WITA dengan kru yang terdiri dari Kompol M. Nur sebagai pilot, Ipda Surya sebagai co-pilot, Aiptu Mivi selaku mekanik, Bripda Akbar sebagai helper, dan Ipda Bilal Khatami sebagai Flight Operation Officer (FOO).

Dari hasil pemantauan udara, tim masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan kepulan asap di sekitar lereng Gunung Soputan. Meski demikian, sebagian besar area yang sebelumnya terbakar telah berhasil dipadamkan melalui kerja sama TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan unsur terkait lainnya.

Helikopter kemudian kembali mendarat dengan selamat di Bandara Sam Ratulangi pukul 16.17 WITA setelah berhasil mengumpulkan data visual sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan lanjutan.

Karo Ops Polda Sulut Kombes Pol Ferry Raimond Ukoli menjelaskan, peninjauan udara dilakukan atas instruksi Kapolda Sulut untuk memastikan proses pemadaman telah berjalan optimal.

“Dalam peninjauan ini kami memastikan lahan yang sebelumnya dipadamkan benar-benar aman dan tidak terdapat titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, jajaran Polres Minahasa Tenggara telah diperintahkan terus berkoordinasi dengan TNI dan pemerintah daerah untuk melakukan pendinginan lahan serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Polda Sulut juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta tetap menggunakan masker apabila kualitas udara menurun akibat sisa asap kebakaran.

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

0

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio
Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

0

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio
Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

0

Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayu Aji Yudha Prajas Imbau Waspada Cuaca Panas

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio
Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

0

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio
Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

0

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio
Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

0

Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio
Dirpolairud Polda Sulut Imbau Waspada Cuaca Panas

Cuaca panas yang disertai angin kencang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki lahan kering maupun vegetasi yang mudah terbakar. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian bersama agar berbagai risiko yang mungkin timbul dapat diminimalkan melalui langkah-langkah pencegahan sejak dini.

Melalui imbauan kepada masyarakat, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara mengajak seluruh warga untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas selama kondisi cuaca panas berlangsung. Masyarakat diimbau menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, menyalakan api di lahan kering, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Tindakan sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mencegah terjadinya kebakaran yang berpotensi merugikan lingkungan maupun masyarakat.

Selain itu, Dirpolairud Polda Sulut juga mengingatkan pentingnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Upaya pencegahan akan semakin efektif apabila didukung oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga lingkungan, mematuhi imbauan keselamatan, serta saling mengingatkan satu sama lain menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Melalui kerja sama yang baik antara masyarakat dan berbagai pihak terkait, diharapkan potensi kebakaran selama musim panas dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.

Desas Desus Rusuh AgustusĀ  Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

0

Desas Desus Rusuh AgustusĀ  Ini Penjelasan Polda Metro Jaya

 

Polda Metro Jaya menegaskan situasi keamanan di DKI Jakarta tetap dalam kondisi kondusif dan aman di tengah isu mengenai kekhawatiran gangguan keamanan pada bulan Agustus. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, munculnya pagar-pagar pengamanan di sejumlah pusat perbelanjaan atau maln disebut bukan merupakan indikator bahwa Ibu Kota dalam keadaan tidak aman. “Pemasangan pagar merupakan kebijakan dari pengelola masing-masing mal atau pusat perbelanjaan,” ujar Budi Dikutip dari tayangan Kompas TV dalam Program Satu Meja “Desas Desus Rusuh Agustus”, Rabu (5/8/2026).

 

Pakar Soroti Cara Komunikasi Pemerintah Pemasangan pagar tidak memiliki korelasi dengan tingkat keamanan Jakarta. Sebagai bukti bahwa situasi tetap aman, kepolisian memaparkan bahwa berbagai aktivitas tetap berjalan normal. Selain itu, kesuksesan penyelenggaraan acara internasional seperti pertandingan bola internasional serta kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Thailand ke Jakarta menjadi tolok ukur nyata bahwa kondisi keamanan tetap terkendali. Mengapa Banyak Mal Kini Dipasangi Pagar Tinggi? Artikel Kompas.id Artinya, Polda Metro Jaya juga menerapkan strategi proaktif dalam menghadapi potensi gangguan keamanan melalui skema preventive strike dan preemptive education. “Jadi, bukan hanya setelah kejadian baru dilakukan penangkapan, tetapi bagaimana upaya kepolisian melakukan pencegahan di awal dengan menghitung manajemen risiko,” tegasnya. Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kekhawatiran akan adanya kerusuhan tidak berlangsung lama dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa dihantui ketakutan Baca juga: Bukan Cuma Mal Kasablanka, Pagar di Pakuwon Mall Bekasi Juga Dibongkar Sebelumnya, pagar setinggi sekitar dua meter yang terpasang di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik karena dikaitkan dengan isu antisipasi demonstrasi.

Tak lama kemudian, pagar tersebut dibongkar. Fenomena serupa juga terjadi di Pakuwon Mall Bekasi yang sempat memasang pagar di area depan gedung sebelum akhirnya dibongkar. Sementara itu, Gedung Menara BNI di Pejompongan, Jakarta Pusat, juga menjadi perhatian setelah memasang pagar setinggi sekitar tiga meter di area kompleks gedung. Pengelola mal maupun BNI membantah bahwa pemasangan pagar dilakukan untuk mengantisipasi demonstrasi. Mereka menegaskan pemagaran merupakan bagian dari penataan kawasan, peningkatan keselamatan, dan keamanan lingkungan.

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.