Beranda blog Halaman 119

Polri Perkuat Pada Pengawasan Internal Lewat Sistem Digital 

0

Polri Perkuat Pada Pengawasan Internal Lewat Sistem Digital

Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar Transformasi Polri Presisi yang dicanangkan sejak awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Sebagai wujud nyata transparansi dan akuntabilitas, Polri membuka tiga jalur pengaduan yang dapat diakses masyarakat, yakni pengaduan konvensional, aplikasi Dumas Presisi, serta QR Yanduan Propam Polri. Ketiga kanal ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan sekaligus memperkuat fungsi pengawasan internal.
Dari total Dumas konvensional tersebut, sebanyak 8.170 aduan berkadar pengawasan, sementara 1.555 aduan lainnya tidak berkadar pengawasan.
Sementara itu, melalui aplikasi Dumas Presisi, Polri menerima 18.041 aduan sepanjang 2025. Selain Dumas Presisi, Polri juga meluncurkan QR Yanduan Propam Polri sebagai sarana pengaduan berbasis digital. Inovasi ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan partisipasi publik dalam pengawasan kinerja Polri. Penguatan pengawasan digital ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik serta mendorong terwujudnya Polri yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Pasukan Pelopor dari Korps Brimob Polri Laksanakan Trauma Healing Anak Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

0

Pasukan Pelopor dari Korps Brimob Polri Laksanakan Trauma Healing Anak Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

Kabupaten Agam – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor dari Korps Brimob Polri melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 50 personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II. Dalam pelaksanaannya, personel Brimob memanfaatkan peralatan SAR untuk menghadirkan wahana flying fox mini yang digunakan sebagai sarana bermain sekaligus terapi pemulihan psikologis bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak berinteraksi dan bermain dalam suasana yang aman dan menyenangkan. Trauma healing tersebut bertujuan untuk membantu memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak pascabencana, sekaligus membangun kembali rasa aman, keberanian, serta kepercayaan diri agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

Kegiatan dipimpin oleh Iptu Herman Agustinus Marini, S.Tr.K, yang menyampaikan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kegiatan trauma healing ini kami laksanakan untuk membantu anak-anak agar tidak berlarut-larut dalam trauma akibat bencana. Kami ingin menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan, sehingga mereka dapat kembali ceria dan optimis,” ujarnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara melalui Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, tidak hanya dalam penanganan darurat dan SAR, tetapi juga pada aspek pemulihan psikososial.

Diharapkan, di tahun 2026 proses pemulihan dan pembangunan kembali di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Agam, dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas kehidupan secara normal.

Brimob Polri Laksanakan Trauma Healing Anak Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

0

Brimob Polri Laksanakan Trauma Healing Anak Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

Kabupaten Agam – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam, personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor dari Korps Brimob Polri melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh 50 personel Batalyon C Resimen II Pasukan Pelopor yang tergabung dalam BKO Operasi Aman Nusa II. Dalam pelaksanaannya, personel Brimob memanfaatkan peralatan SAR untuk menghadirkan wahana flying fox mini yang digunakan sebagai sarana bermain sekaligus terapi pemulihan psikologis bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak berinteraksi dan bermain dalam suasana yang aman dan menyenangkan. Trauma healing tersebut bertujuan untuk membantu memulihkan keseimbangan emosional dan mental anak-anak pascabencana, sekaligus membangun kembali rasa aman, keberanian, serta kepercayaan diri agar mereka dapat kembali beraktivitas secara normal.

Kegiatan dipimpin oleh Iptu Herman Agustinus Marini, S.Tr.K, yang menyampaikan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kegiatan trauma healing ini kami laksanakan untuk membantu anak-anak agar tidak berlarut-larut dalam trauma akibat bencana. Kami ingin menghadirkan rasa aman dan kebahagiaan, sehingga mereka dapat kembali ceria dan optimis,” ujarnya.

Aksi kemanusiaan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran negara melalui Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, tidak hanya dalam penanganan darurat dan SAR, tetapi juga pada aspek pemulihan psikososial.

Diharapkan, di tahun 2026 proses pemulihan dan pembangunan kembali di wilayah terdampak bencana, khususnya di Kabupaten Agam, dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat segera bangkit dan menjalani aktivitas kehidupan secara normal.

Kapolri Tekankan Pentingnya Layanan Call Center 110 untuk Respons Cepat Aduan Masyarakat

0

Kapolri Tekankan Pentingnya Layanan Call Center 110 untuk Respons Cepat Aduan Masyarakat

Jakarta Selatan, 30 Desember 2025 – Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kapolri, mengingatkan seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Call Center 110. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat pelayanan publik Polri di era teknologi, memastikan bahwa kehadiran Polri dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

Layanan Call Center 110, yang tersedia 24 jam dan bebas pulsa, telah menjadi salah satu langkah Polri untuk memberikan pelayanan yang lebih baik dan responsif kepada masyarakat. Kapolri menegaskan, “Setelah disosialisasikan secara masif, tentunya masyarakat menginginkan respons yang cepat setelah menelepon 110. Respons tersebut akan kami ukur, karena semakin cepat respons diberikan, semakin cepat pula masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat ditangani. Inilah yang menjadi harapan masyarakat.”

Dalam rilis akhir tahun 2025 yang berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Kapolri meminta seluruh lini Polri untuk memastikan efektivitas layanan Call Center 110. Ia menegaskan pentingnya kerja sama dan koordinasi untuk meningkatkan kualitas respons terhadap setiap aduan yang diterima, serta mengoptimalkan teknologi dalam pelayanan publik.

Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan akan terus memantau serta mengevaluasi kinerja Call Center 110 sebagai upaya mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polri Perkuat Pengawasan Internal Lewat Sistem Digital 

0

Polri Perkuat Pengawasan Internal Lewat Sistem Digital

Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar Transformasi Polri Presisi yang dicanangkan sejak awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Sebagai wujud nyata transparansi dan akuntabilitas, Polri membuka tiga jalur pengaduan yang dapat diakses masyarakat, yakni pengaduan konvensional, aplikasi Dumas Presisi, serta QR Yanduan Propam Polri. Ketiga kanal ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan sekaligus memperkuat fungsi pengawasan internal.
Dari total Dumas konvensional tersebut, sebanyak 8.170 aduan berkadar pengawasan, sementara 1.555 aduan lainnya tidak berkadar pengawasan. Sementara itu, melalui aplikasi Dumas Presisi, Polri menerima 18.041 aduan sepanjang 2025. Selain Dumas Presisi, Polri juga meluncurkan QR Yanduan Propam Polri sebagai sarana pengaduan berbasis digital. Inovasi ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan partisipasi publik dalam pengawasan kinerja Polri. Penguatan pengawasan digital ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik serta mendorong terwujudnya Polri yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Polri Terus Perkuat pengawasan internal berbasis digital sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas institusi

0

Polri Terus Perkuat pengawasan internal berbasis digital sebagai upaya mendorong transparansi dan akuntabilitas institusi

Langkah ini merupakan bagian dari agenda besar Transformasi Polri Presisi yang dicanangkan sejak awal kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Sebagai wujud nyata transparansi dan akuntabilitas, Polri membuka tiga jalur pengaduan yang dapat diakses masyarakat, yakni pengaduan konvensional, aplikasi Dumas Presisi, serta QR Yanduan Propam Polri. Ketiga kanal ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menyampaikan laporan sekaligus memperkuat fungsi pengawasan internal.
Dari total Dumas konvensional tersebut, sebanyak 8.170 aduan berkadar pengawasan, sementara 1.555 aduan lainnya tidak berkadar pengawasan. Sementara itu, melalui aplikasi Dumas Presisi, Polri menerima 18.041 aduan sepanjang 2025. Selain Dumas Presisi, Polri juga meluncurkan QR Yanduan Propam Polri sebagai sarana pengaduan berbasis digital. Inovasi ini dinilai memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan partisipasi publik dalam pengawasan kinerja Polri. Penguatan pengawasan digital ini diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik serta mendorong terwujudnya Polri yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Strategi  BNN Berubah  Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda

0

Strategi  BNN Berubah  Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan transformasi besar dalam strategi pemberantasan narkoba di Indonesia.

Tak lagi semata mengandalkan penindakan hukum, BNN kini menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti kebijakan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian kompleks dan terorganisir.
Di bawah kepemimpinan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, pendekatan Perang Semesta Narkotika dan Pemulihan Generasi menjadi arah baru yang menegaskan bahwa perang melawan narkoba tak bisa hanya dilakukan oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, hingga negara.


“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan generasi muda agar tidak pernah masuk ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba,” tegas Komjen Suyudi Ario Seto, Selasa (30/12/2025).
Salah satu fokus utama BNN adalah anak dan remaja sebagai kelompok paling rentan. Melalui program Ananda Bersinar, BNN mendorong pencegahan sejak usia dini dengan edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, keterampilan hidup, serta peningkatan peran orang tua dalam membangun ketahanan keluarga.

Selain memberantas bandar narkoba, BNN kini fokus selamatkan anak muda (Dok BNN)
“BNN mengedepankan pendekatan pemulihan generasi. Anak-anak dan remaja harus kita lindungi sejak dini melalui keluarga, pendidikan karakter, dan lingkungan yang sehat,” ujar Suyudi.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, BNN menegaskan tidak ada kompromi terhadap sindikat narkotika. Dalam aspek penindakan, BNN tetap menunjukkan ketegasan dengan membongkar jaringan besar, mulai dari pengungkapan dua ton sabu di Batam, pembongkaran laboratorium narkoba (clandestine lab) di Tangerang, hingga operasi pemulihan kawasan rawan narkoba di berbagai daerah.
“Kami tegas terhadap sindikat narkotika. Setiap jaringan, laboratorium, dan peredaran narkoba akan kami kejar tanpa kompromi, karena narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa,” kata Kepala BNN.
Upaya penyelamatan generasi juga diperkuat melalui inovasi pelayanan publik. Program Rehabilitasi Keliling (Re-Link) yang telah berjalan di 10 provinsi prioritas melibatkan lebih dari 1.400 agen pemulihan, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
“Penyalahguna narkoba adalah korban yang harus dipulihkan, bukan dijauhi. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi yang mudah diakses dan bebas stigma,” ungkap Suyudi.
Selain itu, BNN mengembangkan Desa Bersinar sebagai basis pencegahan berbasis komunitas, memperkuat Call Center 184, serta menghadirkan Tim Pelayanan Terpadu guna merespons cepat laporan dan kebutuhan masyarakat.
Transformasi BNN juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Indonesia semakin aktif dalam forum global seperti ISSUP dan Commission on Narcotic Drugs (CND), memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya tegas, tetapi juga progresif dalam kebijakan narkotika.
Menutup pernyataannya, Kepala BNN menegaskan visi jangka panjang menuju Indonesia bebas narkoba.
“Indonesia Bersinar 2045 hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama melindungi generasi penerus dari bahaya narkoba,” pungkas Komjen Suyudi Ario Seto.(gin)

Luara Biasa Kali ini BNN Ubah Strategi Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda

0

Luara Biasa Kali ini BNN Ubah Strategi Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan transformasi besar dalam strategi pemberantasan narkoba di Indonesia.

Tak lagi semata mengandalkan penindakan hukum, BNN kini menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti kebijakan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian kompleks dan terorganisir.
Di bawah kepemimpinan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, pendekatan Perang Semesta Narkotika dan Pemulihan Generasi menjadi arah baru yang menegaskan bahwa perang melawan narkoba tak bisa hanya dilakukan oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, hingga negara.


“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan generasi muda agar tidak pernah masuk ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba,” tegas Komjen Suyudi Ario Seto, Selasa (30/12/2025).
Salah satu fokus utama BNN adalah anak dan remaja sebagai kelompok paling rentan. Melalui program Ananda Bersinar, BNN mendorong pencegahan sejak usia dini dengan edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, keterampilan hidup, serta peningkatan peran orang tua dalam membangun ketahanan keluarga.

Selain memberantas bandar narkoba, BNN kini fokus selamatkan anak muda (Dok BNN)
“BNN mengedepankan pendekatan pemulihan generasi. Anak-anak dan remaja harus kita lindungi sejak dini melalui keluarga, pendidikan karakter, dan lingkungan yang sehat,” ujar Suyudi.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, BNN menegaskan tidak ada kompromi terhadap sindikat narkotika. Dalam aspek penindakan, BNN tetap menunjukkan ketegasan dengan membongkar jaringan besar, mulai dari pengungkapan dua ton sabu di Batam, pembongkaran laboratorium narkoba (clandestine lab) di Tangerang, hingga operasi pemulihan kawasan rawan narkoba di berbagai daerah.
“Kami tegas terhadap sindikat narkotika. Setiap jaringan, laboratorium, dan peredaran narkoba akan kami kejar tanpa kompromi, karena narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa,” kata Kepala BNN.
Upaya penyelamatan generasi juga diperkuat melalui inovasi pelayanan publik. Program Rehabilitasi Keliling (Re-Link) yang telah berjalan di 10 provinsi prioritas melibatkan lebih dari 1.400 agen pemulihan, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
“Penyalahguna narkoba adalah korban yang harus dipulihkan, bukan dijauhi. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi yang mudah diakses dan bebas stigma,” ungkap Suyudi.
Selain itu, BNN mengembangkan Desa Bersinar sebagai basis pencegahan berbasis komunitas, memperkuat Call Center 184, serta menghadirkan Tim Pelayanan Terpadu guna merespons cepat laporan dan kebutuhan masyarakat.
Transformasi BNN juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Indonesia semakin aktif dalam forum global seperti ISSUP dan Commission on Narcotic Drugs (CND), memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya tegas, tetapi juga progresif dalam kebijakan narkotika.
Menutup pernyataannya, Kepala BNN menegaskan visi jangka panjang menuju Indonesia bebas narkoba.
“Indonesia Bersinar 2045 hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama melindungi generasi penerus dari bahaya narkoba,” pungkas Komjen Suyudi Ario Seto.(gin)

BNN Ubah Strategi Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda

0

BNN Ubah Strategi Perang Narkoba: Bukan Sekadar Tangkap Bandar, tapi Selamatkan Generasi Muda

Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan transformasi besar dalam strategi pemberantasan narkoba di Indonesia.

Tak lagi semata mengandalkan penindakan hukum, BNN kini menempatkan penyelamatan generasi muda sebagai inti kebijakan nasional dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian kompleks dan terorganisir.
Di bawah kepemimpinan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, pendekatan Perang Semesta Narkotika dan Pemulihan Generasi menjadi arah baru yang menegaskan bahwa perang melawan narkoba tak bisa hanya dilakukan oleh aparat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, komunitas, hingga negara.


“Perang melawan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap bandar. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan generasi muda agar tidak pernah masuk ke dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba,” tegas Komjen Suyudi Ario Seto, Selasa (30/12/2025).
Salah satu fokus utama BNN adalah anak dan remaja sebagai kelompok paling rentan. Melalui program Ananda Bersinar, BNN mendorong pencegahan sejak usia dini dengan edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, keterampilan hidup, serta peningkatan peran orang tua dalam membangun ketahanan keluarga.

Selain memberantas bandar narkoba, BNN kini fokus selamatkan anak muda (Dok BNN)
“BNN mengedepankan pendekatan pemulihan generasi. Anak-anak dan remaja harus kita lindungi sejak dini melalui keluarga, pendidikan karakter, dan lingkungan yang sehat,” ujar Suyudi.
Meski mengedepankan pendekatan humanis, BNN menegaskan tidak ada kompromi terhadap sindikat narkotika. Dalam aspek penindakan, BNN tetap menunjukkan ketegasan dengan membongkar jaringan besar, mulai dari pengungkapan dua ton sabu di Batam, pembongkaran laboratorium narkoba (clandestine lab) di Tangerang, hingga operasi pemulihan kawasan rawan narkoba di berbagai daerah.
“Kami tegas terhadap sindikat narkotika. Setiap jaringan, laboratorium, dan peredaran narkoba akan kami kejar tanpa kompromi, karena narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan bangsa,” kata Kepala BNN.
Upaya penyelamatan generasi juga diperkuat melalui inovasi pelayanan publik. Program Rehabilitasi Keliling (Re-Link) yang telah berjalan di 10 provinsi prioritas melibatkan lebih dari 1.400 agen pemulihan, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.
“Penyalahguna narkoba adalah korban yang harus dipulihkan, bukan dijauhi. Negara hadir melalui layanan rehabilitasi yang mudah diakses dan bebas stigma,” ungkap Suyudi.
Selain itu, BNN mengembangkan Desa Bersinar sebagai basis pencegahan berbasis komunitas, memperkuat Call Center 184, serta menghadirkan Tim Pelayanan Terpadu guna merespons cepat laporan dan kebutuhan masyarakat.
Transformasi BNN juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Indonesia semakin aktif dalam forum global seperti ISSUP dan Commission on Narcotic Drugs (CND), memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang tidak hanya tegas, tetapi juga progresif dalam kebijakan narkotika.
Menutup pernyataannya, Kepala BNN menegaskan visi jangka panjang menuju Indonesia bebas narkoba.
“Indonesia Bersinar 2045 hanya bisa terwujud jika seluruh elemen bangsa bergerak bersama melindungi generasi penerus dari bahaya narkoba,” pungkas Komjen Suyudi Ario Seto.(gin)

Terbukti Responsif, Polisi Evakuasi Warga Sesak Napas di Bekasi usai Terima Laporan Call Center 110

0

Terbukti Responsif, Polisi Evakuasi Warga Sesak Napas di Bekasi usai Terima Laporan Call Center 110

Seorang Warga Alami Sesak Nafas Lapor ke Layanan 110 dan Langsung Ditindaklanjuti. FOTO: Humas PMJ

Respons cepat ditunjukkan jajaran kepolisian dalam menangani laporan darurat dari masyarakat. Seperti pada Rabu (31/12), Operator Call Center 110 Polres Metro Bekasi menerima laporan dari seorang warga terkait gangguan pernapasan atau sesak napas di Perumahan Citaville, Kabupaten Bekasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Operator 110 Polres Metro Bekasi segera menuju lokasi sambil tetap menjalin komunikasi melalui sambungan telepon dengan pelapor untuk memastikan kondisi korban serta memandu langkah awal penanganan.

Setibanya di rumah pelapor, petugas mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kamar. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, langkah responsif tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.

“Alhamdulillah saat ini korban telah mendapatkan perawatan medis. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian dalam kondisi darurat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).

Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. “Keselamatan warga adalah prioritas. Polri akan terus hadir dan sigap membantu masyarakat,” pungkasnya.

content-1701

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

\

sabung ayam online

sabung ayam online

SLOT MAHJONG

sabung ayam online

article 0000111

article 0000112

article 0000113

article 0000114

article 0000115

article 0000116

article 0000117

article 0000118

article 0000119

article 0000120

article 0000121

article 0000122

article 0000123

article 0000124

article 0000125

article 0000126

article 0000127

article 0000128

article 0000129

article 0000130

article 0000131

article 0000132

article 0000133

article 0000134

article 0000135

article 0000136

article 0000137

article 0000138

article 0000139

article 0000140

article 0000141

article 0000142

article 0000143

article 0000144

article 0000145

article 0000146

article 0000147

article 0000148

article 0000149

article 0000150

article 00036

article 00037

article 00038

article 00039

article 00040

article 00041

article 00042

article 00043

article 00044

article 00045

article 00046

article 00047

article 00048

article 00049

article 00050

article 00051

article 00052

article 00053

article 00054

article 00055

article 00056

article 00057

article 00058

article 00059

article 00060

article 00061

article 00062

article 00063

article 00064

article 00065

article 3000101

article 3000102

article 3000103

article 3000104

article 3000105

article 3000106

article 3000107

article 3000108

article 3000109

article 3000110

article 3000111

article 3000112

article 3000113

article 3000114

article 3000115

article 3000116

article 3000117

article 3000118

article 3000119

article 3000120

article 3000121

article 3000122

article 3000123

article 3000124

article 3000125

article 3000126

article 3000127

article 3000128

article 3000129

article 3000130

article 3000131

article 3000132

article 3000133

article 3000134

article 3000135

article 3000136

article 3000137

article 3000138

article 3000139

article 3000140

article 3000141

article 3000142

article 3000143

article 3000144

article 3000145

article 3000146

article 3000147

article 3000148

article 3000149

article 3000150

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

artikel 000000141

artikel 000000142

artikel 000000143

artikel 000000144

artikel 000000145

artikel 000000146

artikel 000000147

artikel 000000148

artikel 000000149

artikel 000000150

artikel 000000151

artikel 000000152

artikel 000000153

artikel 000000154

artikel 000000155

artikel 000000156

artikel 000000157

artikel 000000158

artikel 000000159

artikel 000000160

artikel 000000161

artikel 000000162

artikel 000000163

artikel 000000164

artikel 000000165

artikel 000000166

artikel 000000167

artikel 000000168

artikel 000000169

artikel 000000170

artikel 000000171

artikel 000000172

artikel 000000173

artikel 000000174

artikel 000000175

artikel 000000176

artikel 000000177

artikel 000000178

artikel 000000179

artikel 000000180

article 2000101

article 2000102

article 2000103

article 2000104

article 2000105

article 2000106

article 2000107

article 2000108

article 2000109

article 2000110

article 2000111

article 2000112

article 2000113

article 2000114

article 2000115

article 2000116

article 2000117

article 2000118

article 2000119

article 2000120

article 2000121

article 2000122

article 2000123

article 2000124

article 2000125

invoice 00076

invoice 00077

invoice 00078

invoice 00079

invoice 00080

invoice 00081

invoice 00082

invoice 00083

invoice 00084

invoice 00085

invoice 00086

invoice 00087

invoice 00088

invoice 00089

invoice 00090

invoice 00091

invoice 00092

invoice 00093

invoice 00094

invoice 00095

invoice 00096

invoice 00097

invoice 00098

invoice 00099

invoice 00100

article 238000441

article 238000442

article 238000443

article 238000444

article 238000445

article 238000446

article 238000447

article 238000448

article 238000449

article 238000450

article 238000451

article 238000452

article 238000453

article 238000454

article 238000455

article 238000456

article 238000457

article 238000458

article 238000459

article 238000460

article 238000461

article 238000462

article 238000463

article 238000464

article 238000465

article 238000466

article 238000467

article 238000468

article 238000469

article 238000470

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

artikel 888800059

content-1701