Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil membongkar kasus peredaran gelap bahan kimia berbahaya berupa obat perangsang atau dikenal dengan istilah ‘Poppers’. Polisi menyebut obat perangsang ini mengandung bahan kimia berupa isobutil nitrit.
Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., didampingi Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan pengungkapan kasus ini berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya pada 10 November 2024.
Polisi berhasil berhasil menangkap dua tersangka di lokasi yang berbeda, yakni di Jakarta dan Mojokerto, Jawa Timur. Dua tersangka tersebut berinisial CH yang berperan sebagai afiliator dan SS berperan sebagai penyedia Poppers.
“Dua tersangka telah diamankan dalam kasus ini. Polda NTT berhasil mengungkap peredaran 14.000 botol poppers, obat terlarang yang diduga digunakan sebagai stimulan seksual. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 2 miliar” ujar Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H kepada wartawan di Mapolda NTT, Selasa 25 Maret 2025.
Menurut Henry, jaringan ini beroperasi dari Jakarta dan Surabaya dengan pemasok utama berasal dari China.
Dia mengungkapkan bahwa CH berperan sebagai afiliator atau menjual produk melalui platform TikTok dengan sistem melalui group eksklusif, serta SS bertindak sebagai penyedia barang yang didatangkan langsung dari China.
“Saat itu, kami mengamankan seorang pelaku dengan barang bukti 15 botol poppers. Dari pengembangan lebih lanjut, kami berhasil menangkap dua tersangka di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta dan Mojokerto, Jawa Timur,” sebutnya.
“Poppers ini memiliki kandungan isobutil nitrit, yang dapat memberikan efek stimulasi seksual bagi penggunanya, tetapi juga berisiko tinggi menyebabkan gangguan jantung bahkan kematian,” tambah Henry.
Menurut penyelidikan, Henry berujar, jaringan ini telah beroperasi selama dua tahun dan menargetkan wilayah Indonesia Timur, termasuk Bali, NTT, Maluku, hingga Papua.
Salah satu alasan NTT menjadi sasaran peredaran adalah tingginya angka kasus HIV/AIDS di wilayah ini.
Ia menegaskan bahwa poppers termasuk dalam kategori obat keras yang peredarannya dilarang di berbagai negara, termasuk Hongkong.
“Produk ini tidak boleh diedarkan, tetapi masih ditemukan di pasaran dan dijual bebas kepada kalangan tertentu,” paparnya.
Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 443 dan 435 junto Pasal 138 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
“Kami masih terus mengembangkan kasus ini dan menelusuri jaringan lain yang beroperasi di Indonesia Timur. Kami juga mengimbau masyarakat agar melaporkan jika menemukan produk serupa di pasaran,” ujar Kombes Henry.
Istri AKP Anumerta Lusiyanto membantah tuduhan bahwa suaminya menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, karena meminta tambahan setoran kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga mengelola perjudian tersebut. Menurutnya, AKP Lusiyanto justru berupaya memberantas perjudian, yang membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam keterangannya, ia mengungkap bahwa salah satu terduga pelaku, Peltu Lubis, sempat mencoba memberikan amplop berisi uang Rp1 juta kepada suaminya, namun ditolak. Upaya suap tersebut diduga dilakukan agar sabung ayam tetap bisa beroperasi tanpa gangguan.
“Saya lihat sendiri dengan mata kepala sendiri, amplopnya dikasih satu juta, tapi dia enggak mau,” ujar Nia, Istri AKP Anumerta Lusiyanto seperti dikutip dari Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 21 Maret 2025.
Setelah muncul dugaan bahwa anggota TNI menjadi pelindung sekaligus pengelola lokasi sabung ayam, fakta baru terungkap dengan ditemukannya senjata laras panjang di sekitar lokasi kejadian.
Tim Pomdam II Sriwijaya menemukan senjata api jenis SS kaliber 5,56 milimeter (mm) di semak-semak sekitar 6 km dari tempat kejadian. Senjata ini sesuai dengan keterangan saksi yang menyebut bahwa pelaku menembak tiga polisi dengan senjata laras panjang.
Hasil investigasi juga mengungkap bahwa terdapat tiga jenis proyektil peluru berbeda di tubuh korban, sehingga tim masih mencari dua senjata api lainnya. Selain itu, sebanyak 13 selongsong peluru ditemukan di lokasi perjudian.
Komisioner Kompolnas memastikan pelaku penembakan terhadap tiga polisi tersebut memiliki keterampilan menembak yang terlatih. Dari analisis posisi korban dan selongsong peluru, terlihat bahwa penembak menargetkan polisi dari jarak jauh dan menghindari kerumunan.
Saat ini, tim investigasi dari Polda dan Pomdam II Sriwijaya terus menyelidiki kasus ini, termasuk mengidentifikasi keterlibatan oknum tertentu.
Istri AKP Anumerta Lusiyanto membantah tuduhan bahwa suaminya menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, karena meminta tambahan setoran kepada anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diduga mengelola perjudian tersebut. Menurutnya, AKP Lusiyanto justru berupaya memberantas perjudian, yang membuatnya tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu.
Dalam keterangannya, ia mengungkap bahwa salah satu terduga pelaku, Peltu Lubis, sempat mencoba memberikan amplop berisi uang Rp1 juta kepada suaminya, namun ditolak. Upaya suap tersebut diduga dilakukan agar sabung ayam tetap bisa beroperasi tanpa gangguan.
“Saya lihat sendiri dengan mata kepala sendiri, amplopnya dikasih satu juta, tapi dia enggak mau,” ujar Nia, Istri AKP Anumerta Lusiyanto seperti dikutip dari Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 21 Maret 2025.
Setelah muncul dugaan bahwa anggota TNI menjadi pelindung sekaligus pengelola lokasi sabung ayam, fakta baru terungkap dengan ditemukannya senjata laras panjang di sekitar lokasi kejadian.
Tim Pomdam II Sriwijaya menemukan senjata api jenis SS kaliber 5,56 milimeter (mm) di semak-semak sekitar 6 km dari tempat kejadian. Senjata ini sesuai dengan keterangan saksi yang menyebut bahwa pelaku menembak tiga polisi dengan senjata laras panjang.
Hasil investigasi juga mengungkap bahwa terdapat tiga jenis proyektil peluru berbeda di tubuh korban, sehingga tim masih mencari dua senjata api lainnya. Selain itu, sebanyak 13 selongsong peluru ditemukan di lokasi perjudian.
Komisioner Kompolnas memastikan pelaku penembakan terhadap tiga polisi tersebut memiliki keterampilan menembak yang terlatih. Dari analisis posisi korban dan selongsong peluru, terlihat bahwa penembak menargetkan polisi dari jarak jauh dan menghindari kerumunan.
Saat ini, tim investigasi dari Polda dan Pomdam II Sriwijaya terus menyelidiki kasus ini, termasuk mengidentifikasi keterlibatan oknum tertentu.
Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu
Nama AKP Anumerta Lusiyanto kembali menjadi sorotan setelah gugur dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kini, muncul kabar bahwa almarhum menerima setoran dari praktik perjudian tersebut. Namun, sang istri dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurut sang istri, AKP Anumerta Lusiyanto menolak amplop berisi Rp 1 juta yang diberikan oleh seorang oknum TNI yang diduga menjadi pelaku penembakan. Diketahui, almarhum sering tidak disukai karena dikenal tegas dalam memberantas praktik perjudian di wilayahnya.
Rumah Sederhana AKP Anumerta Lusiyanto Di tengah simpang siur pemberitaan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang jauh dari kesan mewah. Video tersebut diunggah oleh anggota Biddokkes Polda Lampung, Aipda Romi Indra Setiawan. “Saya terharu dengan pemberitaan sekarang, yang katanya beliau dapat ini, dapat itu. Ini teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi dalam videonya.
Dalam unggahan di akun TikTok @romi_indra_setiawan, terlihat akses menuju rumah almarhum harus melewati pekarangan rumah orang lain. Aipda Romi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Narwin harus berjalan melalui gang sempit dan jalan setapak. Baca juga: 4 Hari Sebelum Tewas Ditembak di Way Kanan, Kapolsek Negara Batin Lusiyanto Turun Bagikan Takjil “Ini lewat gang sempit, gang kecil. Mobil bisa masuk nggak, Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi. “Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” jawab Aipda Narwin. Rumah tersebut berada di ujung tanjakan, dengan pagar bambu sederhana setinggi paha orang dewasa. Dinding rumah belum diplester, dan bagian dalam rumah juga tampak sederhana
. “Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” ujar Aipda Romi. Interior Rumah yang Sederhana Masuk ke dalam rumah, dindingnya didominasi warna kuning. Di ruang tamu terdapat sofa merah lengkap dengan meja serta beberapa foto almarhum bersama istrinya yang terpajang di dinding. “Saya pengen nangis, Pak. Saya tahu benar kondisi beliau ketika diotopsi di kamar jenazah,” ujar Aipda Romi sambil memperlihatkan foto-foto almarhum saat masih sekolah perwira.
Viral Rumah Sederhana Kapolsek yang Gugur Saat Penggerebekan Sabung Ayam, Lewat Gang, Berpagar Bambu
Nama AKP Anumerta Lusiyanto kembali menjadi sorotan setelah gugur dalam penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Kini, muncul kabar bahwa almarhum menerima setoran dari praktik perjudian tersebut. Namun, sang istri dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Menurut sang istri, AKP Anumerta Lusiyanto menolak amplop berisi Rp 1 juta yang diberikan oleh seorang oknum TNI yang diduga menjadi pelaku penembakan. Diketahui, almarhum sering tidak disukai karena dikenal tegas dalam memberantas praktik perjudian di wilayahnya.
Rumah Sederhana AKP Anumerta Lusiyanto Di tengah simpang siur pemberitaan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto yang jauh dari kesan mewah. Video tersebut diunggah oleh anggota Biddokkes Polda Lampung, Aipda Romi Indra Setiawan. “Saya terharu dengan pemberitaan sekarang, yang katanya beliau dapat ini, dapat itu. Ini teman-teman bisa lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi dalam videonya.
Dalam unggahan di akun TikTok @romi_indra_setiawan, terlihat akses menuju rumah almarhum harus melewati pekarangan rumah orang lain. Aipda Romi bersama Bhabinkamtibmas Aipda Narwin harus berjalan melalui gang sempit dan jalan setapak. Baca juga: 4 Hari Sebelum Tewas Ditembak di Way Kanan, Kapolsek Negara Batin Lusiyanto Turun Bagikan Takjil “Ini lewat gang sempit, gang kecil. Mobil bisa masuk nggak, Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi. “Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” jawab Aipda Narwin. Rumah tersebut berada di ujung tanjakan, dengan pagar bambu sederhana setinggi paha orang dewasa. Dinding rumah belum diplester, dan bagian dalam rumah juga tampak sederhana
. “Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” ujar Aipda Romi. Interior Rumah yang Sederhana Masuk ke dalam rumah, dindingnya didominasi warna kuning. Di ruang tamu terdapat sofa merah lengkap dengan meja serta beberapa foto almarhum bersama istrinya yang terpajang di dinding. “Saya pengen nangis, Pak. Saya tahu benar kondisi beliau ketika diotopsi di kamar jenazah,” ujar Aipda Romi sambil memperlihatkan foto-foto almarhum saat masih sekolah perwira.
Curhatan Pilu Anak Kapolsek Lusiyanto, Sebut Ayah Kerja Sampingan Jadi Sopir Untuk Biayai Kuliah Saya
Curhatan pilu nan menyayat hati, putri Kapolsek Negara Batin AKP (Anumerta) Lusiyanto, bernama Bila viral di media sosial.
Cuhatan tersebut disampaikan Bila, setelah ayahnya meninggal dunia ditembak oknum TNI saat menggerebek judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.
Aksi penembakan tersebut diketahui tak hanya menewaskan Lusiyanto, tetapi juga Batin Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto, dan Briptu (Anumerta) M Ghalib Surya Ganta.
Lewat akun TikTok miliknya @.sabils pada Jumat (21/3/2025), Bila menuliskan pesan menyentuh untuk ayahnya.
“Papa, Bila tau papa liat bila dari atas sana kan? papa jagain bila kan? Bila yakin pasti papa jagain Bila,” tulis Bila.
“Paa… sakit sekali rasanya hati Bila, hancur bgt pa, Bila tau pa Bila harus ikhlas dan menerima semua ini, karena papa meninggal dengan cara yang baik di bulan yang baik bahkan sampai saat papa meninggal papa masih dalam keadaan berpuasa,” ungkapnya.
PELUK PETI AYAH: Putri Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto yang tewas ditembak Kopral TNI nangis peluk peti sang ayah, Selasa (18/3/2025). (Tribun Lampung)
“MasyaAllah sekali pa, Allah Maha Baik, semua orang mengenang kebaikan papa semua orang menjadi saksi klo papa orang baik,” ujar Bila.
Membaca kenangan, Bila mengungkapkan bagaimana ayahnya yang selama hidupnya selalu mengajarkan kebaikan dan kejujuran.
Ia menyampaikan rasa rindu yang mendalam kepada ayahnya yang telah tiada.
“Pa.. terimakasih sudah mendidik Bila jadi anak yang kuat, meskipun papa treat Bila sebagai princess kecil papa tapi papa enggak pernah ajarin Bila jadi perempuan yang lemah. Papa selalu ajarkan kebaikan ke Bila, untuk jadi manusia yang jujur, bahkan papa selalu ingetin Bila buat enggak balas kejahatan dengan kejahatan, papa selalu bilang harus jadi orang baik walaupun orang jahat sama kita tapi kita enggak bales jahat,” ungkap Bila.
Satu tahun tak berjumpa, Bila mengaku sangat kangen dengan sang ayah.
“Paa.. satu tahun kita ga ketemu tapi kenapa saat kita ketemu lagi papa malah pergi ninggalin Bila. satu tahun Bila ga peluk papa satu tahun Bila ga cium papa, kemarin pas Bila pulang bila peluk papa badan papa udh kaku pa,” ujarnya sedih.
“Tapi badan papa bersih wajah papa bercahaya dan senyum. Bila pegang papa dari ujung kepala sampai ujung kaki papa karena Bila kangen banget, Bila peluk papa bila cium papa. Sekangen itu Bila pa, bener-bener kangen,” ujar Bila.
Dirinya pun mengingat janjinya kepada sang ayah, mulai dari pulang ke kampung halaman ketika lebaran hingga janji ayahnya yang bakal menghadiri wisudanya kelak.
“Papa janji sm bila lebaran ini kita pulang ke Belitang ke kampung papa lebaran disana, tapi kenapa pulangnya sekarang dengan keadaan kaya gini. Papa juga janji mau datang wisuda bila di bulan Mei, kata papa ‘iya sayang papa usahain ya kita nabung dulu biar bisa ke wisuda bila dan kita jalan-jalan disana’,” ungkap Bila.
Bila menyebut demi membiayainya kuliah, Iptu Lusityo bahkan rela bekerja sampingan menjadi sopir travel.
“Segala hal papa usahakan buat Bila, buat pendidikan Bila supaya Bila bisa sekolah setinggi-tinggi nya, papa kerja siang malam, sampingan sambil jadi supir travel demi biaya pendidikan Bila dan kehidupan Bila.
Karena papa enggak mau anak papa dikasih uang haram mknya papa selalu kerja siang malam tanpa kenal lelah, papa enggak pernah dzolim sama orang papa enggak pernah mau dikasih ataupun disuap uang oleh siapapun.
Bahkan papa kalau bantu orang bene-bener ikhlas karena papa tau yang papa bantu juga mereka susah.
Papa selalu ingetin Bila untuk selalu sholat 5 waktu, selalu berbuat baik, jadi anak jujur dan enggak boleh jahat sama orang,” kenangnya.
Di akhir pesannya, Bila berjanji untuk terus berjuang mencari keadilan bagi ayahnya.
Dirinya mengaku akan berjuang sekuat tenaga, meskipun diakuinya banyak fitnah dan tuduhan tidak benar tentang ayahnya.
“Papa disini bBila cari keadilan yang seadil adilnya untuk papa, Bila berjuang sekuat tenaga untuk menegakkan keadilan untuk papa, walaupun sekarang banyak sekali fitnahan dan tuduhan yang tidak benar tentang papa, itu semua menghapus dosa-dosa dan menjadi ladang pahala untuk papa,” ungkap Bila.
“Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik pa insyaAllah kebenaran akan terungkap,” imbuhnya.
“Bila enggak akan gentar dan enggak akan takut untuk melawan mereka yang sudah berbuat kejam seperti ini karena Bila harus menegakkan keadilan untuk papa.
Bila ga perduli sebesar dan sekuat apa power mereka, Bila juga punya kekuatan dan keyakinan karena Bila yakin Allah akan menunjukkan Kebesaran nya dan Mu kjizatnya,” ujar Bila berharap.
Kejadian tragis ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, dengan banyak pihak yang menyerukan agar pelaku penembakan dihukum seadil-adilnya.
@ABCDEFARHAN: Mbaa kalo ditawarin masuk polisi jalur rekpro, tolong banget diambil yaa mbakk, lanjutkan perjuangan alm papamu
@Rozy: Husnul khotimah pak, hormat setinggi tingginya untuk iptu Lusiyanto
@Rak: Aku percaya Pak Lusiyanto orang baik, soalnya Pak Lusiyanto ga gendut
@j.naibaho: hormat setinggi-tingginya untuk Alm.komandan lusiyanto semoga surga untuk mu ndan
@anisaputriov: apapunnn itu opini diluar sanaa, kita tauu mana faktanyaa. APAPUNN ITUU GADA YANG DIBENARKAN ATAS PENEMBAKANN YANG DILAKUIN OLEHHH PELAKUU. pelaku harus dihukuk seadil adilnya dan SEBERAT BERATNYAA
@Timbangane: Impian semua orang, di saat meninggal, banyak orang bercerita tentang kebaikannya, inshallah senior husnul hotimah
Beredar Isu Soal Setoran
Diberitakan sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam II / Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar memberikan pernyataan terkait dengan apakah ada setoran uang terhadap oknum Polisi di balik bisnis judi sabung ayam di Kampung Karang Manik.
“Keterangan sementara dari saksi menyatakan memang ada ikatan komitmen itu, setoran,” kata Kolonel Inf Eko.
Ia menegaskan dalam bisnis judi sabung ayam terdapat aliran duit, sehingga keuntungan dari bisnis haram itu pun dibagi-bagi kepada oknum-oknum aparat.
Sekalipun ia belum bisa menjelaskan oknum institusi mana yang dimaksud oleh saksi-saksi.
“Ini sabung ayam ada duit, ya dibagi siapa. Keterangan saksi ya itu, ada duit ya, dibagi,” tegasnya.
“Tapi pun ini masih proses lebih lanjut, oknum-oknumnya apa aja, mungkin yang lain-lain siapa aja, kita tunggu prosesnya,” sambung Eko.
Namun satu yang ia dapat katakan, jika persoalan ada setoran uang dalam bisnis judi sabung ayam tersebut dipastikan benar adanya.
“Duit dibagi ada, ya. Kita bukan bodoh-bodoh amat lah. Duit ada, ya. Setor ada, ya,” pungkasnya.
Empat hari sebelum gugur ditembak, Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto sempat membagikan takjil gratis kepada warga.
Pembagian takjil tersebut dilakukan di depan Mapolsek Negara Batin pada Kamis sore, 13 Maret 2025.
Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari mengatakan, pembagian takjil tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.
“Almarhum sempat bagikan takjil kepada masyarakat setempat di sana,” kata Yuni di RS Bhayangkara, Lampung, Selasa 18 Maret 2025.
Yuni mengatakan, Iptu Lusiyanto turun langsung membagikan 50 paket takjil kepada warga yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Yuni menambahkan, peristiwa gugurnya tiga anggota polisi itu menimbulkan duka mendalam bagi jajaran Polda Lampung.
“Kami mohon doanya. Para korban gugur saat sedang bertugas memberantas tindak kriminal,” kata Yuni dikutip dari RMOLLampung.
Diketahui, tiga personel terbaik Polda Lampung gugur diakibatkan luka tembak di kepala yang terjadi pada saat melakukan penggerebekan judi sabung ayam di Kampung Karang Manuk, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan, pada Senin 17 Maret 2025.
Kapolsek Negara Batin, AKP (Anumerta) Lusiyanto, mengalami luka tembak di bagian dada kanan yang menyebabkan kerusakan organ dalam.
Sementara itu, Aipda (Anumerta) Petrus Apriyanto mengalami luka tembak di area mata kiri, menyebabkan cedera parah di bagian kepala.
Terakhir, Briptu (Anumerta) Ghalib Surya Ganta, mengalami luka tembak di sekitar bibir kiri yang mengakibatkan cedera fatal di rongga mulut dan kepala bagian belakang.
Kondisi Kamar Kapolsek Negara Batin AKP Lusiyanto Disorot
PENAMPAKAN kamar Kapolsek Negara Batin, AKP Anumerta Lusiyanto, polisi yang gugur karena kasus penembakan di Way Kanan, Lampung mencuri perhatian.
Kondisi kamar tersebut diungkap oleh anggota Biddokkes Polda Lampung Aipda Romi Indra Setiawan yang mendatangi langsung rumah pribadi AKP Anumerta Lusiyanto.
“Kita lihat kamarnya, seperti ini kamau beliau. Ini kasurnya sudah, bahkan seprainya sudah jebol,” kata dia.
Pada akun TikTok Aipda Romi Indra Setiawan, @romi_indra_setiawan, ia awalnya menceritakan akses menuju rumah Lusiyanto harus melewati pekarangan rumah orang.
Romi didampingi Bhabin Fajar Isuk, Aipda Narwin harus melewati jalan setapak untuk menuju ke rumah Lusiyanto.
“Ini lewat gang sempit, gang kecil bahkan, ini mobil nggak Pak Bhabin?” tanya Aipda Romi.
“Nggak bisa, motor saja agak susah ini,” ucap Aipda Narwin.
Tak jauh dari gang sempit itu, ada sebuah rumah yang ada di ujung tanjakan jalan.
Rumah itu tampak dipasangi pagar bambu setinggi paha orang dewasa.
“Pagarnya bambu, dinding bahkan belum diplester,” kata Aipda Romi.
Di bagian depan rumah itu tampak ada beberapa tanaman yang disimpan dalam pot.
Masuk ke dalam, rumah itu didominasi cat tembok berwarna kuning.
Tampak ada kursi sofa berwarna merah lengkap dengan mejanya di ruang tamu.
Di ruangan itu juga terlihat ada beberapa foto almarhum dan istrinya yang dipajang di dinding.
Melihat foto-foto itu, Aipda Romi pun dibuat terharu.
Apalagi saat ini banyak pemberitaan yang menarasikan kalau Lusiyanto menerima uang dari arena judi sabung ayam itu.
“Saya terharu dengan pemberitaan-pemberitaan sekarang ya, yang katanya beliau dapat apa, dapat apa. Ini temen-temen lihat sendiri kondisinya,” kata Aipda Romi.
“Saya pengen nangis Pak, beneran Pak. Saya tahu bener kondisinya beliau ketika diotopsi di kamar jenazah.”(*) #polisi#kapolsek
Luar Biasa!, Baru Jabat Dua Bulan Dirresnarkoba Polda NTT Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Di Denpasar
Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Kombes. Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., berhasil mengungkap jaringan narkoba di wilayah Denpasar. Suatu komitmen yang sangat besar meski baru dua bulan menjabat.
Seorang pria berinisial MF (38) diamankan di sebuah tempat hiburan malam, di jalan Taman Pancing Barat di kota Denpasar pada Minggu (23/3/2025) dini hari.
“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi yang petugas terima. Tim Subdit 1 Ditresnarkoba yang dipimpin AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., M.H., berhasil mengamankan tersangka di depan THM Delona Vista sekitar pukul 02.20 WITA,” ungkap Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
Dijelaskannya bahwa, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga butir pil yang diduga ekstasi dari tangan tersangka. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam dan satu kartu SIM.
“Petugas akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa tersangka MF merupakan warga Kampung Islam Kepaon, Pamogan, Denpasar Selatan. Ia diduga melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro.
Selain mengamankan tersangka dan barang bukti, petugas juga telah memeriksa empat orang saksi.
“Kami juga akan melakukan tes urine terhadap tersangka dan mengirimkan barang bukti ke Puslabfor Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.
Polda NTT berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Masyarakat diimbau untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.
Luar Biasa!, Baru Jabat Dua Bulan Dirresnarkoba Polda NTT Berhasil Ungkap Kasus Narkoba Di Denpasar
Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Kombes. Pol. Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., berhasil mengungkap jaringan narkoba di wilayah Denpasar. Suatu komitmen yang sangat besar meski baru dua bulan menjabat.
Seorang pria berinisial MF (38) diamankan di sebuah tempat hiburan malam, di jalan Taman Pancing Barat di kota Denpasar pada Minggu (23/3/2025) dini hari.
“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan informasi yang petugas terima. Tim Subdit 1 Ditresnarkoba yang dipimpin AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K., M.H., berhasil mengamankan tersangka di depan THM Delona Vista sekitar pukul 02.20 WITA,” ungkap Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan pengungkapan kasus tersebut.
Dijelaskannya bahwa, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga butir pil yang diduga ekstasi dari tangan tersangka. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit telepon genggam dan satu kartu SIM.
“Petugas akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba yang lebih besar,” tegasnya.
Sementara itu, Dirresnarkoba Polda NTT, Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa tersangka MF merupakan warga Kampung Islam Kepaon, Pamogan, Denpasar Selatan. Ia diduga melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Tersangka beserta barang bukti telah diamankan dan dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Ardiyanto Tedjo Baskoro.
Selain mengamankan tersangka dan barang bukti, petugas juga telah memeriksa empat orang saksi.
“Kami juga akan melakukan tes urine terhadap tersangka dan mengirimkan barang bukti ke Puslabfor Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya.
Polda NTT berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Masyarakat diimbau untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas mencurigakan terkait narkoba.