Beranda blog Halaman 191

Kapolda Kaltara Sidak Jelang Malam Pergantian Tahun, Pastikan Personel Siaga dan Ruang Kerja Tertata Rapi

0

Kapolda Kaltara Sidak Jelang Malam Pergantian Tahun, Pastikan Personel Siaga dan Ruang Kerja Tertata Rapi

Tanjung Selor, 31 Desember 2024 – Di penghujung tahun 2024, Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., didampingi Wakapolda Kaltara Brigjen Pol. Soeseno Noerhandoko,S.I.K, bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh ruang kerja satuan kerja (satker) di lingkungan Polda Kaltara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi momen pergantian tahun 2025 yang menjadi momentum penting untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Dalam sidaknya, Kapolda Kaltara menekankan pentingnya disiplin personel, khususnya dalam menjalankan tugas selama malam pergantian tahun. “Pergantian tahun adalah waktu yang rawan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Seluruh personel wajib berada di pos masing-masing dan tidak meninggalkan dinas tanpa izin. Malam ini adalah wujud pengabdian kita sebagai pelayan dan pelindung masyarakat,” tegas Kapolda.

Kapolda Hary Sudwijanto juga memastikan bahwa seluruh personel Polda Kaltara bekerja maksimal (all-out) untuk mengamankan malam pergantian tahun. Berbagai potensi gangguan, seperti kerumunan yang tidak terkendali, pesta kembang api, hingga tindakan kriminalitas, menjadi perhatian utama Polda Kaltara dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kalimantan Utara.

Inspeksi Kebersihan dan Kerapian Ruang Kerja
Selain memantau kehadiran dan kesiapan personel, Kapolda Kaltara juga melakukan inspeksi terhadap kebersihan dan kerapian setiap ruang kerja di lingkungan Polda Kaltara. Menurutnya, ruang kerja yang nyaman dan rapi dapat menciptakan suasana kerja yang lebih segar dan produktif.

“Ruang kerja yang bersih dan rapi adalah representasi bahwa kita menghargai diri sendiri dan wujud penghargaan kita kepada masyarakat yang dilayani. Kebersihan dan kerapian mencerminkan dedikasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik, sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang menjadi prioritas utama kita,” ujar Kapolda.

Kapolda juga memberikan apresiasi kepada satuan kerja yang telah menjaga kebersihan dan kerapian ruangannya. Ia berharap budaya kerja yang mengedepankan kebersihan dan kerapian ini terus ditingkatkan, sebagai bagian dari pelayanan prima kepada masyarakat.

Komitmen Kapolda Kaltara di Tahun Baru
Kapolda Hary Sudwijanto menyampaikan bahwa momen pergantian tahun ini adalah refleksi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. “Tahun 2025 adalah tahun penuh tantangan, tetapi juga penuh peluang bagi kita untuk berbuat lebih baik. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal dari semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Sidak ini sekaligus menjadi bukti kepedulian Kapolda Kaltara terhadap disiplin, kebersihan, dan kesiapan seluruh jajaran dalam menjalankan tugas. Dengan komitmen dan kerja sama seluruh personel, diharapkan malam pergantian tahun 2024 ke 2025 dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif, menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kalimantan Utara.

Sukses DalamPengungkapan Kasus TPPO: Komitmen Polda Kalimantan Utara Menangani Permasalahan Migrasi dan Perdagangan Orang

0

Sukses DalamPengungkapan Kasus TPPO: Komitmen Polda Kalimantan Utara Menangani Permasalahan Migrasi dan Perdagangan Orang

Kalimantan Utara (Kaltara), wilayah perbatasan yang strategis, sering kali menjadi pintu masuk utama bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak mencari peruntungan di Malaysia. Dengan karakteristik geografis yang melibatkan daratan dan perairan, wilayah ini juga menjadi jalur potensial bagi tindak kejahatan, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kaltara, yang menjadi saksi perjalanan ribuan pekerja migran, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan perbatasannya.

Daya Tarik Malaysia dan Masalah Migrasi Tanpa Dokumen
Malaysia, sebagai negara dengan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, telah lama menjadi tujuan utama bagi migran Indonesia. Upah yang lebih tinggi, kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan, konstruksi, dan domestik, serta kedekatan wilayah, menjadi daya tarik utama. Sayangnya, banyak migran yang memilih jalur ilegal karena faktor ekonomi dan ketidaktahuan, sehingga menjadi sasaran empuk jaringan perdagangan orang.

Ketika para migran tanpa dokumen resmi ini memasuki wilayah Malaysia, risiko eksploitasi meningkat. Mereka sering kali bekerja di bawah ancaman, dengan upah yang jauh di bawah standar, tanpa perlindungan hukum, bahkan dalam beberapa kasus menjadi korban perdagangan manusia. Situasi ini semakin kompleks karena kurangnya edukasi dan pengawasan di wilayah asal para migran.

Penyebab Utama TPPO
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab utama maraknya TPPO:
• Kesenjangan Ekonomi: Kemiskinan di wilayah asal memaksa masyarakat mencari peluang di luar negeri, meskipun tanpa perlindungan hukum.
• Kurangnya Edukasi: Minimnya pengetahuan tentang jalur migrasi legal membuat masyarakat rentan terhadap tipu daya perekrut ilegal.
• Permintaan Tenaga Kerja: Malaysia membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor informal, yang sering kali diisi oleh migran ilegal.
• Lemahnya Pengawasan Perbatasan: Kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau membuat pengawasan di perbatasan menjadi tantangan.

Modus Operandi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO):
1. Pembiayaan oleh Cukong:
Korban diberangkatkan ke luar negeri dengan seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh pihak cukong (penyandang dana).

2. Perekrutan oleh PMI saat Cuti:
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang berada di kampung halamannya saat cuti merekrut calon pekerja migran (CPMI). Mereka dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri.

3. Penggunaan Paspor dengan Dalih Kunjungan Keluarga:
CPMI diberangkatkan menggunakan paspor dengan alasan kunjungan keluarga. Namun, setelah tiba di negara tujuan, mereka langsung dipekerjakan secara ilegal.

Kapolda Kaltara dan Langkah Tegas Penanganan TPPO
Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas TPPO. Kepolisian di wilayah ini telah melakukan berbagai upaya pengungkapan kasus dengan hasil yang signifikan. Data dari Juli hingga Desember 2024 mencatat:
Kasus Terungkap: 33 kasus
Korban: 193 orang
Tersangka: 39 orang

Pengungkapan ini merupakan bukti nyata keseriusan Polda Kaltara dalam menindak jaringan pelaku TPPO. Operasi terpadu dengan pemanfaatan teknologi investigasi modern dan sinergi lintas sektor memungkinkan pengungkapan kasus yang sebelumnya sulit dijangkau.

Upaya Preventif: Saran dan Usulan Strategis
Selain penegakan hukum, Polda Kaltara juga telah menyusun langkah preventif melalui berbagai usulan strategis, antara lain:
• Deteksi Dini: Mengidentifikasi jalur rawan dan modus operandi jaringan perdagangan orang.
• Profiling Komunitas Rentan: Menyusun data wilayah asal migran, terutama di kantong-kantong seperti NTT, Sulawesi, dan Jawa.
• Peningkatan Edukasi dan Kampanye: Melakukan pendekatan kepada masyarakat, memberikan penyuluhan tentang pentingnya dokumen resmi, dan bahaya TPPO.
• Kolaborasi Antar Lembaga: Bekerja sama dengan Konsulat RI di Tawau, Malaysia, untuk memperkuat pencegahan.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai perdagangan orang sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang rentan.

Peran Semua Pihak dalam Penanganan TPPO
Pencegahan dan penanganan TPPO memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Dengan kombinasi langkah preventif, edukatif, dan represif yang telah diusulkan, diharapkan kejahatan TPPO dapat diminimalkan. Komitmen Kapolda Kaltara menjadi teladan nyata bagaimana pengamanan wilayah perbatasan tidak hanya menjadi tanggung jawab hukum, tetapi juga tanggung jawab moral untuk melindungi masyarakat dari eksploitasi dan perdagangan manusia.

Pengungkapan Kasus TPPO: Komitmen Polda Kalimantan Utara Menangani Permasalahan Migrasi dan Perdagangan Orang

0

Pengungkapan Kasus TPPO: Komitmen Polda Kalimantan Utara Menangani Permasalahan Migrasi dan Perdagangan Orang

Kalimantan Utara (Kaltara), wilayah perbatasan yang strategis, sering kali menjadi pintu masuk utama bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak mencari peruntungan di Malaysia. Dengan karakteristik geografis yang melibatkan daratan dan perairan, wilayah ini juga menjadi jalur potensial bagi tindak kejahatan, termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kaltara, yang menjadi saksi perjalanan ribuan pekerja migran, menghadapi tantangan besar dalam menjaga keamanan perbatasannya.

Daya Tarik Malaysia dan Masalah Migrasi Tanpa Dokumen
Malaysia, sebagai negara dengan kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, telah lama menjadi tujuan utama bagi migran Indonesia. Upah yang lebih tinggi, kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan, konstruksi, dan domestik, serta kedekatan wilayah, menjadi daya tarik utama. Sayangnya, banyak migran yang memilih jalur ilegal karena faktor ekonomi dan ketidaktahuan, sehingga menjadi sasaran empuk jaringan perdagangan orang.

Ketika para migran tanpa dokumen resmi ini memasuki wilayah Malaysia, risiko eksploitasi meningkat. Mereka sering kali bekerja di bawah ancaman, dengan upah yang jauh di bawah standar, tanpa perlindungan hukum, bahkan dalam beberapa kasus menjadi korban perdagangan manusia. Situasi ini semakin kompleks karena kurangnya edukasi dan pengawasan di wilayah asal para migran.

Penyebab Utama TPPO
Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab utama maraknya TPPO:
• Kesenjangan Ekonomi: Kemiskinan di wilayah asal memaksa masyarakat mencari peluang di luar negeri, meskipun tanpa perlindungan hukum.
• Kurangnya Edukasi: Minimnya pengetahuan tentang jalur migrasi legal membuat masyarakat rentan terhadap tipu daya perekrut ilegal.
• Permintaan Tenaga Kerja: Malaysia membutuhkan banyak tenaga kerja di sektor informal, yang sering kali diisi oleh migran ilegal.
• Lemahnya Pengawasan Perbatasan: Kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau membuat pengawasan di perbatasan menjadi tantangan.

Modus Operandi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO):
1. Pembiayaan oleh Cukong:
Korban diberangkatkan ke luar negeri dengan seluruh biaya perjalanan ditanggung oleh pihak cukong (penyandang dana).

2. Perekrutan oleh PMI saat Cuti:
Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang berada di kampung halamannya saat cuti merekrut calon pekerja migran (CPMI). Mereka dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi di luar negeri.

3. Penggunaan Paspor dengan Dalih Kunjungan Keluarga:
CPMI diberangkatkan menggunakan paspor dengan alasan kunjungan keluarga. Namun, setelah tiba di negara tujuan, mereka langsung dipekerjakan secara ilegal.

Kapolda Kaltara dan Langkah Tegas Penanganan TPPO
Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, menunjukkan komitmen kuat dalam memberantas TPPO. Kepolisian di wilayah ini telah melakukan berbagai upaya pengungkapan kasus dengan hasil yang signifikan. Data dari Juli hingga Desember 2024 mencatat:
Kasus Terungkap: 33 kasus
Korban: 193 orang
Tersangka: 39 orang

Pengungkapan ini merupakan bukti nyata keseriusan Polda Kaltara dalam menindak jaringan pelaku TPPO. Operasi terpadu dengan pemanfaatan teknologi investigasi modern dan sinergi lintas sektor memungkinkan pengungkapan kasus yang sebelumnya sulit dijangkau.

Upaya Preventif: Saran dan Usulan Strategis
Selain penegakan hukum, Polda Kaltara juga telah menyusun langkah preventif melalui berbagai usulan strategis, antara lain:
• Deteksi Dini: Mengidentifikasi jalur rawan dan modus operandi jaringan perdagangan orang.
• Profiling Komunitas Rentan: Menyusun data wilayah asal migran, terutama di kantong-kantong seperti NTT, Sulawesi, dan Jawa.
• Peningkatan Edukasi dan Kampanye: Melakukan pendekatan kepada masyarakat, memberikan penyuluhan tentang pentingnya dokumen resmi, dan bahaya TPPO.
• Kolaborasi Antar Lembaga: Bekerja sama dengan Konsulat RI di Tawau, Malaysia, untuk memperkuat pencegahan.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai perdagangan orang sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang rentan.

Peran Semua Pihak dalam Penanganan TPPO
Pencegahan dan penanganan TPPO memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan aparat penegak hukum. Dengan kombinasi langkah preventif, edukatif, dan represif yang telah diusulkan, diharapkan kejahatan TPPO dapat diminimalkan. Komitmen Kapolda Kaltara menjadi teladan nyata bagaimana pengamanan wilayah perbatasan tidak hanya menjadi tanggung jawab hukum, tetapi juga tanggung jawab moral untuk melindungi masyarakat dari eksploitasi dan perdagangan manusia.

Polda Kalimantan Utara dan Perang Melawan Narkoba: Transformasi dan Komitmen Menuju Wilayah Bebas Narkoba

0
Polda Kalimantan Utara dan Perang Melawan Narkoba: Transformasi dan Komitmen Menuju Wilayah Bebas Narkoba
Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki posisi geografis strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Letak ini menjadikan Kaltara sebagai salah satu jalur utama masuknya narkoba ke wilayah Indonesia, baik melalui jalur resmi seperti pelabuhan dan pos lintas batas, maupun jalur-jalur tikus yang sulit terpantau. Kondisi ini menciptakan tantangan besar dalam upaya pemberantasan narkoba yang terus digalakkan oleh Polda Kaltara.
Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., menyadari sepenuhnya ancaman serius ini. Beliau memberikan atensi khusus terhadap pemberantasan narkoba dengan memimpin langsung berbagai operasi besar dan merumuskan langkah-langkah strategis. Dalam periode Juli hingga Desember 2024, Polda Kaltara berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dalam penegakan hukum terkait narkoba. Sebanyak 131 laporan polisi (LP) berhasil diungkap, dengan 186 tersangka diamankan dari berbagai jaringan narkoba, baik internasional maupun lokal.
Barang bukti yang disita dari kasus-kasus tersebut mencerminkan skala ancaman yang dihadapi. Dari total pengungkapan, Polda Kaltara berhasil mengamankan:
• Sabu-sabu sebanyak 174.960,44 gram, yang mayoritas berasal dari jaringan internasional yang memanfaatkan jalur perbatasan dan jalur tikus.
• Ganja sebanyak 3,97 gram, yang meskipun kecil jumlahnya, tetap menjadi bagian dari jaringan lokal.
• 201 butir ekstasi, yang banyak ditemukan di kawasan perkotaan dan tempat hiburan malam.
• 23 miligram liquid sintetis, jenis narkoba cair yang semakin populer karena penggunaannya yang sulit terdeteksi.
Kapolda Kaltara menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti nyata dari kerja keras aparat dalam melindungi masyarakat. “Jumlah barang bukti ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan kita, tetapi juga menjadi pengingat betapa besar ancaman narkoba yang dihadapi wilayah Kaltara. Kita semua harus bersama-sama melawan peredaran narkoba ini, tidak hanya aparat, tetapi juga seluruh masyarakat,” ujarnya.
Namun, upaya Polda Kaltara tidak berhenti pada penegakan hukum. Kapolda menyadari bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan pendekatan holistik, termasuk langkah-langkah pencegahan yang melibatkan masyarakat. Salah satu upaya signifikan adalah transformasi kawasan rawan narkoba menjadi wilayah yang bebas narkoba. Contoh nyata dari inisiatif ini adalah kampung Selumit Pantai, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu daerah rawan peredaran narkoba.
Blueprint Transformasi Selumit Pantai: Sinergi Polda Kaltara dan BNNP Kaltara
Selumit Pantai, sebuah kawasan yang dahulu dikenal sebagai zona rawan narkoba, kini menjadi prioritas transformasi sosial dan ekonomi berkat sinergi strategis antara Polda Kalimantan Utara dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat setempat. Berikut adalah langkah-langkah utama yang dirancang dalam blueprint transformasi kawasan ini:
1. Sosialisasi dan Edukasi
Polda Kaltara dan BNNP Kaltara menginisiasi program penyuluhan rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang dewasa hingga generasi muda di sekolah-sekolah. Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang dampak negatif narkoba sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjauhi barang terlarang.
2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Untuk mengatasi akar masalah ketergantungan ekonomi pada jaringan narkoba, program pemberdayaan ekonomi menjadi pilar utama. Pelatihan kewirausahaan akan diberikan kepada masyarakat Selumit Pantai dengan fokus pada pengembangan usaha kecil dan menengah. Program ini diharapkan mampu menciptakan sumber penghasilan halal yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan ekonomi warga, dan mengurangi kerentanan terhadap aktivitas ilegal.
3. Penguatan Pengawasan
Pengawasan menjadi elemen vital dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Posko anti-narkoba akan didirikan di lokasi-lokasi strategis dengan melibatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Posko ini tidak hanya bertugas sebagai pusat deteksi dini untuk mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kehadiran posko ini menegaskan komitmen kuat terhadap pemberantasan narkoba.
4. Peningkatan Fasilitas Umum
Untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas sosial positif, Selumit Pantai diharapkan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum. Taman baca, lapangan olahraga, dan ruang pertemuan warga sebagai sarana interaksi sosial dan pengembangan diri masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mengalihkan fokus warga, terutama generasi muda, ke kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat.
Blueprint ini dirancang untuk mengubah wajah Selumit Pantai menjadi kawasan bebas narkoba yang mandiri secara ekonomi dan sehat secara sosial. Sinergi antara Polda Kaltara dan BNNP Kaltara menjadi fondasi kokoh untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan, dengan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses transformasi ini.
Dengan kerja keras dan sinergi yang solid, Polda Kaltara optimis dapat mengubah ancaman narkoba menjadi peluang untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan sejahtera. Keberhasilan pengungkapan kasus serta transformasi Selumit Pantai menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam upaya memerangi peredaran narkoba. Kapolda Kaltara menegaskan, “Kami tidak akan pernah berhenti. Narkoba adalah musuh bersama, dan kami berkomitmen untuk terus melawan demi masa depan yang lebih baik.”

Presiden Prabowo Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Menjaga Keamanan Nataru 2025

0

Presiden Prabowo Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Menjaga Keamanan Nataru 2025

 

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI-Polri atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Ucapan terima kasih ini disampaikan Presiden dalam Perayaan Natal Nasional 2024 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/12) malam.

“Selamat Natal bagi kita semua. Terima kasih kepada Kapolri dan Panglima TNI, kalian telah bekerja keras. Saat rakyat berlibur, aparat tetap siaga menjaga mereka,” tutur Presiden Prabowo dengan penuh rasa hormat.

Presiden secara khusus mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dinilainya telah memimpin institusi masing-masing dengan baik, memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur panjang.
Presiden Berkumpul dengan Tokoh Agama
Pesan Perdamaian dan Persatuan

Selain apresiasi, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa syukur atas lancarnya perayaan Natal yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Kita adalah bangsa yang besar dengan banyak perbedaan. Namun, perbedaan itu adalah kekuatan kita. Mari kita terus hidup rukun dan bersatu untuk meraih tujuan bersama,” ungkapnya.

Presiden juga berharap agar perayaan Natal tahun ini membawa pesan kedamaian yang abadi, baik untuk bangsa Indonesia maupun dunia. Di akhir sambutannya, ia kembali mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, seraya mengajak seluruh rakyat untuk terus menjaga persatuan dan harmoni.

Natal Nasional yang Berkesan

Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena menjadi momen istimewa, dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, masyarakat umum, dan perwakilan pemerintah. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa sepanjang acara, menegaskan semangat toleransi yang terus dipupuk oleh bangsa Indonesia.

Dengan dukungan TNI-Polri yang sigap menjaga keamanan, Natal dan Tahun Baru kali ini berlangsung damai, menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama dan harmoni untuk masa depan yang lebih baik.

#PresidenApresiasiPolri #Nataru2024 #IrjenPolSandiNugroho #KadivHumasPolri

 

 

Presiden Prabowo Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Menjaga Keamanan Nataru 2025

0

Presiden Prabowo Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Menjaga Keamanan Nataru 2025

 

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI-Polri atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Ucapan terima kasih ini disampaikan Presiden dalam Perayaan Natal Nasional 2024 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/12) malam.

“Selamat Natal bagi kita semua. Terima kasih kepada Kapolri dan Panglima TNI, kalian telah bekerja keras. Saat rakyat berlibur, aparat tetap siaga menjaga mereka,” tutur Presiden Prabowo dengan penuh rasa hormat.

Presiden secara khusus mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dinilainya telah memimpin institusi masing-masing dengan baik, memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur panjang.
Presiden Berkumpul dengan Tokoh Agama
Pesan Perdamaian dan Persatuan

Selain apresiasi, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa syukur atas lancarnya perayaan Natal yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Kita adalah bangsa yang besar dengan banyak perbedaan. Namun, perbedaan itu adalah kekuatan kita. Mari kita terus hidup rukun dan bersatu untuk meraih tujuan bersama,” ungkapnya.

Presiden juga berharap agar perayaan Natal tahun ini membawa pesan kedamaian yang abadi, baik untuk bangsa Indonesia maupun dunia. Di akhir sambutannya, ia kembali mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, seraya mengajak seluruh rakyat untuk terus menjaga persatuan dan harmoni.

Natal Nasional yang Berkesan

Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena menjadi momen istimewa, dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, masyarakat umum, dan perwakilan pemerintah. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa sepanjang acara, menegaskan semangat toleransi yang terus dipupuk oleh bangsa Indonesia.

Dengan dukungan TNI-Polri yang sigap menjaga keamanan, Natal dan Tahun Baru kali ini berlangsung damai, menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama dan harmoni untuk masa depan yang lebih baik.

#PresidenApresiasiPolri #Nataru2024 #IrjenPolSandiNugroho #KadivHumasPolri

 

 

Presiden Prabowo Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Menjaga Keamanan Nataru 2025

0

Presiden Prabowo Apresiasi Kerja Keras TNI-Polri dalam Menjaga Keamanan Nataru 2025

 

Jakarta — Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI-Polri atas dedikasi mereka dalam menjaga keamanan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Ucapan terima kasih ini disampaikan Presiden dalam Perayaan Natal Nasional 2024 yang digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/12) malam.

“Selamat Natal bagi kita semua. Terima kasih kepada Kapolri dan Panglima TNI, kalian telah bekerja keras. Saat rakyat berlibur, aparat tetap siaga menjaga mereka,” tutur Presiden Prabowo dengan penuh rasa hormat.

Presiden secara khusus mengapresiasi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Panglima TNI Jenderal TNI H. Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dinilainya telah memimpin institusi masing-masing dengan baik, memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode libur panjang.
Presiden Berkumpul dengan Tokoh Agama
Pesan Perdamaian dan Persatuan

Selain apresiasi, Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa syukur atas lancarnya perayaan Natal yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

“Kita adalah bangsa yang besar dengan banyak perbedaan. Namun, perbedaan itu adalah kekuatan kita. Mari kita terus hidup rukun dan bersatu untuk meraih tujuan bersama,” ungkapnya.

Presiden juga berharap agar perayaan Natal tahun ini membawa pesan kedamaian yang abadi, baik untuk bangsa Indonesia maupun dunia. Di akhir sambutannya, ia kembali mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru, seraya mengajak seluruh rakyat untuk terus menjaga persatuan dan harmoni.

Natal Nasional yang Berkesan

Perayaan Natal Nasional 2024 di Indonesia Arena menjadi momen istimewa, dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama, masyarakat umum, dan perwakilan pemerintah. Suasana hangat penuh kebersamaan terasa sepanjang acara, menegaskan semangat toleransi yang terus dipupuk oleh bangsa Indonesia.

Dengan dukungan TNI-Polri yang sigap menjaga keamanan, Natal dan Tahun Baru kali ini berlangsung damai, menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama dan harmoni untuk masa depan yang lebih baik.

#PresidenApresiasiPolri #Nataru2024 #IrjenPolSandiNugroho #KadivHumasPolri

 

 

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 95 Semangat Berbagi Laksanakan Giat Jumat Berkah Bersama Div Humas Polri

0

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 95 Semangat Berbagi Laksanakan Giat Jumat Berkah Bersama Div Humas Polri

Semangat berbagi, Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Dharma melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di Masjid Divhumas Polri, Jakarta, pada Jumat (27/12). Pada kegiatan ini, ratusan makanan bergizi dibagikan kepada para jemaah usai pelaksanaan salat Jum’at. Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata pembentukan karakter Bhayangkara pada diri para taruna, melalui interaksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat semakin memahami pengabdian dan empati sebagai bagian dari tugas ke depan.

Para taruna Akpol yang mengikuti kegiatan tersebut yakni :
1.⁠ ⁠BRIGTUTAR JOHN ANDERSON;
2.⁠ ⁠BRIGTUTAR AIMAN DZACKY RAHADIAN;
3.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR SATRIO AKBAR NUGROHO;
4.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR RIZKY ABDUL GHANY;
5.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR BIZZAROPHARSA AZZAYAKA NABIL;
6.⁠ ⁠BHATAR MUHAMAD RASHYA ARRAFI RESDIANTO;
7.⁠ ⁠BHATAR MUHAMAD QATHAN SYACH;
8.⁠ ⁠BHATAR MUHAMMAD FABIAN;
9.⁠ ⁠BHATAR FADHIL MUHAMMAD AKBAR;
10.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR MUHAMMAD NAUFAL DZAKI;
11.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR RETHA ANASTASYA PUTRI.

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 95 Semangat Berbagi Laksanakan Giat Jumat Berkah Bersama Div Humas Polri

0

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 95 Semangat Berbagi Laksanakan Giat Jumat Berkah Bersama Div Humas Polri

Semangat berbagi, Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Dharma melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di Masjid Divhumas Polri, Jakarta, pada Jumat (27/12). Pada kegiatan ini, ratusan makanan bergizi dibagikan kepada para jemaah usai pelaksanaan salat Jum’at. Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata pembentukan karakter Bhayangkara pada diri para taruna, melalui interaksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat semakin memahami pengabdian dan empati sebagai bagian dari tugas ke depan.

Para taruna Akpol yang mengikuti kegiatan tersebut yakni :
1.⁠ ⁠BRIGTUTAR JOHN ANDERSON;
2.⁠ ⁠BRIGTUTAR AIMAN DZACKY RAHADIAN;
3.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR SATRIO AKBAR NUGROHO;
4.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR RIZKY ABDUL GHANY;
5.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR BIZZAROPHARSA AZZAYAKA NABIL;
6.⁠ ⁠BHATAR MUHAMAD RASHYA ARRAFI RESDIANTO;
7.⁠ ⁠BHATAR MUHAMAD QATHAN SYACH;
8.⁠ ⁠BHATAR MUHAMMAD FABIAN;
9.⁠ ⁠BHATAR FADHIL MUHAMMAD AKBAR;
10.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR MUHAMMAD NAUFAL DZAKI;
11.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR RETHA ANASTASYA PUTRI.

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 95 Semangat Berbagi Laksanakan Giat Jumat Berkah Bersama Div Humas Polri

0

Taruna Akademi Kepolisian Angkatan 95 Semangat Berbagi Laksanakan Giat Jumat Berkah Bersama Div Humas Polri

Semangat berbagi, Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 59 Batalyon Bhayangkara Dharma melaksanakan kegiatan Jumat Berkah di Masjid Divhumas Polri, Jakarta, pada Jumat (27/12). Pada kegiatan ini, ratusan makanan bergizi dibagikan kepada para jemaah usai pelaksanaan salat Jum’at. Kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud nyata pembentukan karakter Bhayangkara pada diri para taruna, melalui interaksi langsung dengan masyarakat sehingga dapat semakin memahami pengabdian dan empati sebagai bagian dari tugas ke depan.

Para taruna Akpol yang mengikuti kegiatan tersebut yakni :
1.⁠ ⁠BRIGTUTAR JOHN ANDERSON;
2.⁠ ⁠BRIGTUTAR AIMAN DZACKY RAHADIAN;
3.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR SATRIO AKBAR NUGROHO;
4.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR RIZKY ABDUL GHANY;
5.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR BIZZAROPHARSA AZZAYAKA NABIL;
6.⁠ ⁠BHATAR MUHAMAD RASHYA ARRAFI RESDIANTO;
7.⁠ ⁠BHATAR MUHAMAD QATHAN SYACH;
8.⁠ ⁠BHATAR MUHAMMAD FABIAN;
9.⁠ ⁠BHATAR FADHIL MUHAMMAD AKBAR;
10.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR MUHAMMAD NAUFAL DZAKI;
11.⁠ ⁠⁠⁠BHATAR RETHA ANASTASYA PUTRI.

404 Not Found

404

Not Found

The resource requested could not be found on this server!


Proudly powered by LiteSpeed Web Server

Please be advised that LiteSpeed Technologies Inc. is not a web hosting company and, as such, has no control over content found on this site.